Dicap Negatif karena Kematian Lina Mantan Istri Sule, Begini Reaksi Teddy

08.38
Beritaterheboh.com - Teddy mendapat citra negatif sejak kematian Lina mantan istri Sule. Berbagai kabar miring menyerang dirinya setelah ibunda Rizky Febian itu tiada.

Namun Teddy memilih untuk tak menghiraukan berbagai anggapan miring masyarakat kepadanya setelah kematian Lina mantan istri Sule.

Masyarakat, kata Teddy, tak mengetahui bagaimana cara dirinya mencintai Lina mantan istri Sule. Sebagai suami, Teddy selalu memberikan perhatian lebih kepada perempuan yang meninggal dunia tak lama setelah melahirkan buah cinta mereka.

"Saya sama istri selalu romantis," kata Teddy saat dihubungi *Liputan6.com *di Jakarta, baru-baru ini.

Teddy juga meyakini jika kejanggalan terkait kematian Lina mantan istri Sule takkan terbukti. Karena ia tahu Lina mantan istri Sule meninggal dunia karena penyakit yang diidapnya.

"InsyaAllah enggak ada (kejanggalan kematian Lina)," Teddy menyambung. Teddy juga mengungkapkan perihal rumah tangga yang dibina bersama Lina mantan istri Sule yang baik-baik saja selama ini.

Laporan Rizky Febian

Nama Teddy mendadak ramai dibicarakan saat Lina mantan istri Sule meninggal dunia. Apalagi, anak Lina dari pernikahan bersama Sule, Rizky Febian, melaporkan kematian sang ibunda dengan alasan menemukan kejanggalan.

Polisi yang menerima laporan Rizky Febian bergerak cepat menuntaskan pelaporan tersebut. Makam Lina mantan istri Sule kemudian dibongkar untuk selanjutnya dilakukan proses autopsi. Sementara Teddy juga ikut diperiksa dan dimintai keterangan.

Liputan6.com

from Berita Heboh https://ift.tt/2NlpUxC
via IFTTT

Baru Lahir, Anak Perempuan Diego Michiels Sudah dapat Komentar Julid

07.38
Beritaterheboh.com -  Kabar bahagia tengah menyelimuti keluarga kecil Diego Michiels dan Dhea Ananda Boru Simatupang. Pasangan suami-istri itu baru dikaruniai anak pertama berjenis kelamin perempuan.

Pesepakbola naturalisasi asal Belanda, Diego Michiels resmi menjadi seorang ayah pada Jumat (20/12/19) lalu. Putri pertamanya tersebut diberi nama Anceyra Aisyah Michiels.

Menariknya, cukup banyak orang yang menyadari jika pernikahan Diego Michiels dan Dhea Boru Simatupang baru dilangsungkan di Samarinda, Kalimantan Timur, 5 Juli 2019 lalu.

Dengan kata lain, usia kehamilan Dhea Boru Simatupang sejak menikah hingga melahirkan adalah tidak sampai sembilan bulan atau waktu normal untuk usia kehamilan.

Dalam sebuah unggahan foto Diego Michiels bersama sang anak di akun Instagram @diegomichiels24x, penggawa Borneo FC itu menuai beberapa komentar ‘julid’ dari netizen.


“Mulai berhitung yuk, nikah Juli,” komentar dari @pujyrastanty.

“Kok sama ya sama pemikiran saya, berarti…” timpal pemilik akun @indahlestarisamyo8485.

“Tim hitung bulan mana nih? Kalian semua manusia suudzon, siapa tahu dia sudah siri duluan,” tambah @habib_alatas.

Usai menikah, keluarga kecil Diego Michiels masih tinggal di Samarinda, Kalimantan Timur. Pada bursa transfer Liga 1 2020, Diego menyatakan bertahan di tim Borneo FC, dan ini merupakan musim keenam ia membela tim Pesut Etam. (indosport.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/3a4cfor
via IFTTT

Nyesek! Duduk Perkara Wanita di Medan Disidang karena Tagih Utang Rp 70 Juta ke "Ibu Kombes" Lewat Instagram

07.38
Beritaterheboh.com - Febi Nur Amelia (29), warga Kompleks Menteng Indah, Medan, Sumatera Utara (Sumut), harus duduk di kursi pesakitan setelah diduga melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik saat menagih utang sebesar Rp 70 juta pada "Ibu Kombes" lewat fitur Instagram Story milik akunnya @feby2502. 

Febi pun menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, pada Selasa (7/1/2020) lalu. Dalam fakta di persidangan, tujuan Febi membuat unggahan karena ingin menagih utang kepada Fitriani Manurung yang belum terbayar sejak 12 Desember 2016. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Sri Lastuti mengatakan, Febi telah sengaja atau tanpa hak mendistribusikan dan mentransmisikan penghinaan pencemaran nama baik.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008, Tentang Informasi dan Transaksi Elektronika," ujarnya, dikutip dari Tribunnews.com.

Pinjam Uang Untuk Promosi Jabatan Suami

Jaksa mengatakan, kasus ini sendiri berawal saat Febi menagih utang kepada seseorang yang ia panggil "Ibu Kombes", pada Selasa, 19 Febuari 2019 silam. 

Di mana, Fitriani meminjam uang kepada Febi sekitar Rp 70 juta untuk mempromosikan jabatan suaminya. Pada 2017, Febi sempat menagih utangnya kepada Fitriani. Namun, Fitriani hanya memberikan alasan. Lanjutnya, Fitriani mengaku saat itu dirinya belum bisa mengembalikan utangnya. 

Febi pun berusaha terus menagih dan menghubungi Fitriani agar ia mengembalikan uangnya. 

Namun, nomor WhatsApp Febi diblokir Fitriani dan meminta untuk tidak menghubungi serta mencoba menagih utangnya lagi.

Kronologi Kejadian

Jaksa mengatakan, untuk kasus ini sendiri berawal dari Fitriani Manurung yang ditetapkan menjadi saksi, mendapat informasi dari adik kandungnya Haryati yang juga menjadi saksi, pada Selasa 19 Febuari 2019 silam.

Di mana, Haryati memberi tahu kepada Fitriani ada unggahan yang menyebutkan dirinya belum membayar utang sebesar Rp 70 juta. 


Postingan di Instagram Story itu dibuat oleh akun @feby2502. Berikut tulisan di Instagram Story akun @feby2502 yang menagih utang pada sosok Fitariani Manurung.

"SEKETIKA TERINGAT SAMA IBU KOMBES YG BELUM BAYAR HUTANG 70 JUTA TOLONG BGT DONK IBU DIBAYAR HUTANGNYA YG SUDAH BERTAHUN-TAHUN @FITRI_BAKHTIAR ." 

"AKU SIH Y ORANGNYA GK RIBET KLO LAH MMNG PUNYA HUTANG INI ORANG SUSAH BGT PASTINYA AKU IKHLASKAN TAPI BERHUBUNG BELIAU INI KAYA RAYA JADI HARUS DIMINTA DONK BERDOSA JUGA KLO HUTANG GK DIBAYAR KAN @FITRI_BAKHTIAR." 

"Nah ini Yg punya Hutang 70 Juta Ini foto diambil sewaktu Dibandarjakarta Horor klo ingat yg beginian Mati nanti bakal ditanya lho soal hutang piutang."

Mengaku Tak Kenal

Pada 2019, lanjutnya, Febi pun mencoba mengirimkan pesan melalui Instagram secara pribadi, tapi Fitriani mengaku tidak mengenalnya. 

Selain itu, Fitriani juga merasa tidak memiliki utang dengan Febi. Lalu Fitriani pun memblokir akun Instagram Febi. 

Kecewa dengan sikap Fitriani, Febi membuat unggahan di Instagram story. 

Tujuannya, Febi ingin orang yang ditagih utang tersebut bisa sadar dan mengembalikan uang yang dipinjam. "Terdakwa Febi Nur Amelia merasa kecewa dan membuat postingan tersebut, agar saksi Fitriani Manurung melihat dan sadar untuk membayar utang kepada terdakwa Febi Nur Amelia," jelas jaksa penuntut umum.

Kompas.com




from Berita Heboh https://ift.tt/2snSzuU
via IFTTT

Pada Polisi Teddy Tunjukkan 7 Obat Lina, Mantan Asisten Istri Sule Beri Bantahan

21.03

Beritaterheboh.com - Tanggapi pernyataan Teddy soal tujuh macam obat Lina semasa hidup, Butet sang mantan asisten membantah keras.

15 tahun bekerja pada Lina, Butet mengaku mengenal baik sosok mantan istri Sule tersebut.

Termasuk semua pernyataan Teddy soal penyakit Lina, akhirnya dibantah keras oleh sang mantan asisten.

Sama seperti pernyataan Sule dan Rizky Febian, Butet mengaku jika semasa hidup Lina tidak pernah mengidap sebuah penyakit yang serius.

Sayangnya pernyataan ketiganya justru berbanding terbalik dengan pengakuan Teddy.

Teddy justru mengatakan jika mantan istri Sule tersebut menderita beberapa penyakit semasa hidupnya.

Bahkan ayah sambung Rizky Febian ini berani menunjukkan bukti sedikitnya tujuh obat yang dikonsumsi oleh Lina.

Tujuh obat Lina tersebut dibawa Teddy saat dirinya diperiksa di Satreskim Poltabes Bandung pada, Jumat (10/1/2020) lalu.

Hal tersebut karena Teddy sempat mengaku bahwa Lina ini sempat menderita penyakit asam lambung sebelum meninggal dunia.


"Pertanyaannya seputar perihal dari obat yang dikonsumsi ( Lina), belum kesehariannya gimana, terus dari pola makannya gimana," ujar Teddy seperti yang dilansir dari Kompas.com.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Beepdo, Teddy menjelaskan dirinya ini harus menyiapkan berbagai jenis obat ketika penyakit Lina kambuh.

Obat-obatan untuk Lina ini disebut Teddy hampir mencapai 7 jenis.

Mulai dari obat-obatan yang bentuknya sirup hingga tablet harus Lina konsumsi demi pengobatan penyakit asam lambungnya.

"Obat lambung gitu, jadi buat asam lambung," tutur Teddy.

"Ada banyak itemnya, ada yang diemut, ada sirup, ada yang bentuknya kapsul," ungkap Teddy.

Keseluruhan dari obat-obatan tersebut pun sudah diserahkan dan ditunjukkan buktinya oleh Teddy kepada pihak kepolisian.

"Jadi lebih dari tujuh item kayanya dan itu sudah saya serahkan ke polisian semua," tambah Teddy.

Mendengar pemaparan Teddy, membuat mantan asisten Lina, Butet merasakan adanya kejanggalan.

Butet, sang mantan asisten diketahui sudah 15 tahun lebih meneamni Lina kemanapun.

Bahkan soal riwayat penyakit Lina pun diketahui oleh Butet.

Diakui Butet, Lina ini tidak memiliki riwayat penyakit apapun.

See detail
Mantan asisten Lina, Butet menceritakan mimpi yang dialami seminggu sebelum mantan istri Sule meninggal ((Youtube Beepdo/Ist))
"Kalau yang Butet tahu sih, Bunda Lina ini gak punya riwayat penyakit apapun," tegas Butet, dilansir dari youtube Beepdo yang berjudul 'Ikut Lina Jubaedah dan Sule Selama 15 Tahun, Mantan Asisten Pendam Kerinduan'.

 Ketika Lina meninggal dunia, Butet mengaku tak tahu kronologi kejadian yang sebenarnya.

 "Butet gak tahu pasti pas meninggalnya gimana," ujarnya.

 Maka dari itu, Butet hanya bisa berdoa terkait hasil otopsi Lina yang segera keluar pada minggu depan

"Kalau Butet cuman bisa berdoa saja lihat dari hasil otopsi nanti," ucap Butet lagi.

Ketika Teddy menyebutkan bahwa Lina pernah sesak napas hingga pingsan akibat penyakit tersebut, Butet langsung teags membantahnya.

 "Itu pernyataan-pernyataan Teddy yang sebut katanya teh Lina pernah pingsan, sesak napas, itu gimana?" tanya wartawan.

"Itu gak ada. Dulu gak ada waktu sama Butet.

Gak pernah sesak napas," ujar Butet.

"Lambung juga gak ada," tegasnya lagi.

Diakui Butet, Lina ini hanya pernah menderita batuk pilek saja.

"Cuman kalau batuk pilek itu pernah, tapi gak sering," aku Butet.

Butet juga menegaskan bahwa Lina ini tak memiliki riwayat penyakit apapun.

"Intinya gak ada riwayat penyakit apapun," tegas Butet

Bahkan, Butet menegaskan meski sakit ringan, Lina sangat anti minum obat.

Maka dari itu, ia heran terkait Teddy yang menunjukkan bukti 7 jenis obat-obatan Lina saat diperiksa polisi.

"Anti minum obat juga, bunda Lina," tegas Butet. (Tribunnews.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/3a3LX5V
via IFTTT

4 Fakta Harun Masiku, Politikus PDIP Eks Kader Demokrat Penyuap Komisioner KPU yang Diburu KPK

21.03
Beritaterheboh.com -  Harun Masiku bagai hilang ditelan bumi setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka kasus suap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Jejak politikus PDIP ini masih dilacak KPK.

Tempat persembunyian Harun hingga kini masih misterius. KPK mengimbau Harun menyerahkan diri. "KPK meminta tersangka HAR (Harun Masiku) segera menyerahkan diri ke KPK dan kepada pihak lain yang terkait dengan perkara ini agar bersikap koperatif," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar.


Sementara itu, elite partai banteng moncong putih mengaku tidak tahu keberadaan Harun. "Biar diurus para penegak hukum," kata politikus PDIP Eva Kusuma Sundari kepada wartawan, Sabtu (11/1/2020).

"Harun ini kami tidak tahu khususnya di mana. Sekali lagi kami percayakan," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (10/1).



1. Tersangka Suap

Harun ditetapkan penyidik KPK sebagai tersangka dengan dugaan memberikan suap kepada Wahyu Setiawan.

Pemberian suap itu dimaksudkan agar Harun ditetapkan sebagai anggota DPR melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) karena anggota DPR dari PDIP terpilih, yaitu Nazarudin Kiemas, meninggal dunia.


Baca juga:
Di Mana Harun Masiku Tersangka Penyuap Komisioner KPU?


Pada Selasa, 7 Januari 2020, malam, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap komisioner KPU Wahyu Setiawan. KPK kemudian menetapkan Wahyu dan Agustiani, orang kepercayaan Wahyu, sebagai tersangka penerima suap. Sementara itu, Harun Masiku serta Saeful ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

PAW ini dalam konteks mencari pengganti anggota DPR dari PDIP Nazarudin Kiemas, yang meninggal dunia pada Maret 2019. Saat itu, KPU melalui rapat pleno sudah menetapkan caleg PDIP yang memperoleh suara di bawah Nazarudin, yakni Riezky Aprilia, sebagai pengganti Nazarudin di DPR. Namun ada keputusan Mahkamah Agung (MA) pada 19 Juli 2019 yang menyatakan partai adalah penentu suara dan PAW. Penetapan MA itu kemudian menjadi dasar PDIP bersurat ke KPU untuk menetapkan Harun Masiku sebagai pengganti Nazarudin di DPR.

Apa alasan PDIP mendorong Harun untuk menduduki kursi di DPR? Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sempat memberikan penjelasan. Hasto menjelaskan pemilihan tersebut didasarkan atas jejak karier Harun Masiku yang dinilai bersih.


2. Beri Suap ke Wahyu Setiawan


Untuk membantu penetapan Harun Masiku sebagai anggota DPR RI pengganti antarwaktu, Wahyu Setiawan meminta dana operasional Rp 900 juta.

"Untuk membantu penetapan HAR (Harun Masiku) sebagai anggota DPR RI pengganti antarwaktu, WSE (Wahyu Setiawan) meminta dana operasional Rp 900 juta," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam konferensi pers pengumuman penetapan tersangka Wahyu Setiawan pada Kamis (9/1) malam.

Menurut KPK, ada beberapa kali realisasi pemberian kepada Wahyu. Namun pada 7 Januari 2020, KPU menolak permohonan PDIP untuk menetapkan Harun sebagai PAW. Setelah itu, Wahyu Setiawan menghubungi Doni bahwa dirinya masih mengupayakan Harun sebagai PAW. "Pada Rabu, 8 Januari 2020, WSE (Wahyu Setiawan) meminta sebagian uangnya, yang dikelola oleh Agustiani. Tim menemukan dan mengamankan barang bukti uang Rp 400 juta yang berada di tangan ATF (Agustiani Tio Fridelina) dalam bentuk dolar Singapura," ucap Lili.

. Diburu KPK

Saat OTT dilancarkan, Harun tidak turut dibawa tim KPK.

Entah di mana Harun. Setelah berstatus tersangka, barulah kemudian KPK meminta Harun menyerahkan diri.


"KPK meminta tersangka HAR (Harun Masiku) segera menyerahkan diri ke KPK dan kepada pihak lain yang terkait dengan perkara ini agar bersikap koperatif," ucap Lili, masih pada Kamis (9/1) malam.


"KPK berharap masyarakat mengawal proses penanganan perkara ini karena dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani ini terkait dengan aspek mendasar dalam proses demokrasi yang sedang kita jalani," imbuh Lili kemudian.

Waktu berlalu hingga setidaknya pada pukul 13.30 WIB, Jumat (10/12020), Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan Harun belum menyerahkan diri. Di mana Harun?

"Belum (menyerahkan diri). Tentang hal tersebut, tim penyidik sedang bekerja," imbuh Ali.


4. Politikus PDIP

Sebelum berseragam merah dengan logo banteng bermoncong putih, Harun sebelumnya mengabdi di Partai Demokrat, bahkan sempat menjadi anggota Tim Sukses Pemenangan Pemilu dan Pilpres Partai Demokrat tahun 2009 di Sulawesi Tengah. Lantas, Harun meloncat ke PDIP.

Pada Pemilu 2019, Harun tercatat menjadi calon anggota legislatif (caleg) untuk DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan I dengan nomor urut 6. Namun perolehan suara Harun kalah. Dari dapilnya lantas yang melaju ke Senayan adalah Nazarudin Kiemas.

Namun, pada Maret 2019, Nazarudin meninggal dunia sehingga harus digantikan melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW). Mulai dari sinilah pangkal persoalan yang berbuah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap komisioner KPU Wahyu Setiawan bermula.(detik.com)



from Berita Heboh https://ift.tt/2NiVfkq
via IFTTT

Risma Tak Akan Tolak Tawaran Megawati Jika Ditunjuk Maju di Pilgub Jakarta Lantaran....

21.03
Beritaterheboh.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan tidak akan menolak jika Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri merekomendasikan dan meminta dirinya untuk maju di Pilkada Jakarta 2022 mendatang.

Hal itu disampaikan Risma di hari terakhir gelaran Rakernas PDIP, Minggu (12/1/2020). Risma mengatakan akan tunduk dan patuh terhadap keputusan partai, termasuk jika dicalonkan jadi Cagub di Pilkada Jakarta mendatang.

“Kalau itu (rekomendasi Ketum), saya tidak mungkin menolak," ujar Risma yang juga kader PDI Perjuangan.

Risma kemudian menceritakan saat ia ditunjuk dan diminta sebagai Walai Kota di Kota Pahlawan.

"Seperti ketika jadi Wali Kota Surabaya dua kali, Bu Mega memberikan rekom itu langsung kepada saya. Kan itu Bu Mega memberikan itu sendiri langsung kepada saya. Waktu itu juga saya berdoa supaya engga jadi, tapi ya ternyata jadi,” kata Risma.

“Jadi itu. Karena tanggung jawabnya itu tadi saya enggak berani bilang iya. Beda kalau memutuskan jadi pengusaha atau apa. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” pungkasnya.

Sebagai informasi, terkait kepemimpinan di DKI Jakarta, ada nama lain yang santer disebut selain Tri Rismaharini. Nama itu adalah Bupati Banyuwangi dua periode Azwar Anas.

Meski demikian, dalam momen berbeda di Rakernas PDIP, Anas memastikan akan membiarkan semuanya mengalir. Ia mengaku masih fokus membangun Banyuwangi.

Menariknya, di momen pembukaan Rakernas, Risma bersama dengan Azwar Anas bersama-sama mendapatkan penghargaan khusus dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Keduanya mendapatkan apresiasi atas keberhasilannya dalam membangun daerah masing-masing.

“Saya ingin sebut beberapa yang sukses berbakti pada wilayahnya. Mereka layak mendapatkan terima kasih. Sejujurnya ada banyak, tapi tidak bisa saya sebut semuanya,” ujar Megawati dalam pidatonya.

“Terutama pada Ibu Risma di Surabaya. Beliau adalah wanita yang cerewetnya bukan main. Azwar Anas dari Banyuwangi, Hendi dari Semarang, Ganjar Pranowo dari Jawa Tengah, Giri dari Badung Bali,” sebutnya secara gamblang lebih lanjut. (Antara)



from Berita Heboh https://ift.tt/30ocmHf
via IFTTT

Andhika Pratama Minta Maaf ke Kru Nih Kita Kepo, Nikita Mirzani Murka Hingga Sentil Artis Lainnya

21.03

Beritaterheboh.com - Permasalahan Nikita Mirzani dengan Andhika Pratama berbuntut panjang.

Setelah Andhika Pratama sudah minta maaf ke team Nih Kita Kepo Trans TV, Nikita Mirzani agaknya masih belum terima dengan cara Andhika Pratama minta maaf.

Nikita bahkan menyentil artis-artis yang salut dengan sikap Andhika Pratama.


Andhika sebelumnya merasa jika program Nih Kita Kepo Trans TV yang digawangi Nikita Mirzani telah menyomot konsep "ngobrol di atas kasur" yang selama ini dipakai Andhika Pratama dan Ussy Sulistiawaty.

Andhika pun sempat melontarkan kalimat kreatifitas tumpul.

"Kayak konsep acara siapa ya? Enak banget nyomot konsep. Emang kreatifitas mulai tumpul," tulis Andhika Pratama, Senin (6/1/2020).


Seminggu berlalu, Andhika Pratama mendatangi kantor Trans TV dan memnita maaf.

Namun Nikita Mirzani mempertanyakan mengapa permintaan maaf tersebut diunggah ke Youtube oleh Andhika Pratama dan Ussy Sulistiawaty.

Ia juga mempertanyakan komentar-komentar para artis yang salut dengan sikap Andhika Pratama.

"Dan buat semia para artis yang comment salut dll, elo gak mikir apa apa, atau elo semua emang 2 face?" tulis Nikita Mirzani di laman Insta Storynya, Sabtu (11/1/2020).

""Hasil dari video permintaan maaf yang emang gue kasih waktu 6 hari untuk minta maaf ke team gue Nih Kita Kepo udah dilakukan.

Minta maaf pakai segala dibikin konten. Emang harus yah seperti itu? Tetap cari viewers.

Bikin masalah di instastory, bikin juga dong minta maaf di story.


Kenapa ditaruh di konten?

Oh iya lupa gue. Kalau story kan gak ada uangnya. Kalau Youtube tau lah semuanya ada uangnya. Gede lagi duitnya.

Ngomong-ngomong udah dapat berapa adsense terus income tiap bulan dari Youtube?

Dear Andhika Pratama, minta maaf ya minta maaf aja. Kenapa elo masukkin ke chanel Youtube loe?

Apa itu bisa disebut tulus?," tandas Nikita Mirzani.


Seperti yang diketahui, Andhika Pratama dan Ussy Sulistiawaty sudah mendatangi kantor Trans TV untuk minta maaf.

"Gue dan Ussy sudah membicarakan secara kekeluargaan, dan Alhamdulillah disambut baik oleh tim Nih Kita Kepo Trans TV.



Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Nikita Mirzani Sentil Artis-artis yang Salut dengan Permintaan Maaf Andhika Pratama, Emang 2 Face, 

from Berita Heboh https://ift.tt/2NhFmen
via IFTTT