Telan Dana 4 Miliar, BPBD DKI Tambah 6 Alat Peringatan Dini Banjir. Begini Cara Kerjanya

11.38
Beritaterheboh.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menambah alat peringatan dini bencana atau Disaster Warning System (DWS) 6 unit pada 2020. Total di Jakarta saat ini ada 20 unit DWS, karena 14 unit lainnya sudah diadakan pada tahun anggaran 2019.

Kapusdatin BPBD DKI Jakarta M Ridwan mengatakan, DWS ini diletakan di sejumlah pemukiman yang memiliki kerawanan terhadap bencana terutama banjir. Alat ini dikendalikan langsung dari BPBD. DWS berbentuk tiang tinggi dengan 4 pengeras suara di pucuk teratas.

Ketika potensi banjir muncul, maka petugas di BPBD akan menyampaikan himbauan melalui ruang server yang langsung terhubung ke pengeras suara tersebut. “Pemeliharaan DWS, anggaran Rp 165 juta, pengadaan DWS 6 set (2020), anggaran Rp 4.073.901.441,” kata Ridwan kepada wartawan, Senin (13/1).

Seluruh DWS sudah terpasang, bahkan sudah diuji coba, dan beroperasi dengan baik. “DWS bisa terdengar warga hingga radius 500 meter,” imbuhnya.

Ridwan mengatakan, DWS ditempatkan di 14 titik rawan banjir. Satu unit DWS memiliki 4 speaker yang ditempatkan sesuai dengan 4 arah mata angin. Sehingga suara peringatan bisa terdengar dari berbagai arah. “DWS kami gunakan untuk melangkapi info peringatan yang kami kirim melalui WAG (Whatsapp group) camat dan lurah,” jelasnya.

Peringatan dini bencana akan dikeluarkan melalui DWS apabila kondisi sungai terdekat dari alat tersebut sudah mencapai ketinggian siaga 3. Sedangkan saat baru memasuki siaga 2, BPBD hanya mengeluarkan peringatan melalui pesan berantai.

Berikut 14 titik DWS di Jakarta:

1. Ulujami, Jakarta Selatan
2. Petogogan, Jakarta Selatan
3. Cipulir, Jakarta Selatan
4. Pengadegan, Jakarta Selatan
5. Cilandak Timur, Jakarta Selatan
6. Pejaten Timur, Jakarta Selatan
7. Rawa Buaya, Jakarta Barat
8. Kapuk, Jakarta Barat
9. Kembangan Utara, Jakarta Barat
10. Kampung Melayu, Jakarta Timur
11. Bidara Cina, Jakarta Timur
12. Cawang, Jakarta Timur
13. Cipinang Melayu, Jakarta Timur
14. Kebon Pala, Jakarta Timur


Begini Cara BPBD DKI Sebar Peringatan Dini Banjir ke Warga


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengaku memiliki beberapa alat peringatan dini banjir. Semua alat tersebut diklaim berfungsi dan memberikan pemberitahuan kepada masyarakat.

Ada tiga alat peringatan dini yang dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta, yaitu Disaster Warning System (DWS), Automatic Weather System (AWS) atau alat pengukur cuaca, dan Automatic Water Level Recorder (AWLR) untuk mengukur ketinggian air.

"DWS, Disaster Warning System, itu untuk yang di bantaran kali. Kalau air Katulampa atau Depok siaga, kami langsung menginformasikan melalui Disaster Warning System," ucap Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, M Ridwan, saat dihubungi, Senin (13/1/2020).


DWS berbentuk menara pengeras suara dengan empat sisi. Petugas BPBD DKI akan menyampaikan informasi jika pintu air dalam siaga 3 ke atas.

"Sudah (berfungsi). Diumumkan dari kantor BPBD saat pintu air siaga 3, atau waspada. Alat kami memang pakai toa (pengeras suara) tapi bukan menggunakan toa yang ada di mesjid," kata Ridwan.

Pada tahun ini, BPBD DKI akan menambah 6 DWS. "Pemeliharaan DWS, anggaran Rp 165.000.000. Pengadaan DWS 6 set, anggaran Rp 4.073.901.441," kata Ridwan.

Selain itu, BPBD memberikan pesan singkat atau SMS kepada nomor telepon seluler masyarakat yang terdeteksi Base Transceiver Station (BTS). SMS itu dikirim saat pintu air sudah masuk siaga dua.

"Kalau siaga dua, kami gunakan SMS blast sampai di radius sekitar kelurahan yang terdampak, misalnya di Kelurahan Bidara Cina atau Pengadegan, kami akan memberikan SMS blast, yang ada di sekitar BTS itu yang terima," kata Ridwan.



Pemprov DKI saat ini memiliki 14 DWS. DWS itu berada di lokasi sebagai berikut:

1. Ulujami, Jakarta Selatan
2. Petogogan, Jakarta Selatan
3. Cipulir, Jakarta Selatan
4. Pengadegan, Jakarta Selatan
5. Cilandak Timur, Jakarta Selatan
6. Pejaten Timur, Jakarta Selatan
7. Rawa Buaya, Jakarta Barat
8. Kapuk, Jakarta Barat
9. Kembangan Utara, Jakarta Barat
10. Kampung Melayu, Jakarta Timur
11. Bidara Cina, Jakarta Timur
12. Cawang, Jakarta Timur
13. Cipinang Melayu, Jakarta Timur
14. Kebon Pala, Jakarta Timur


Detik.com


from Berita Heboh https://ift.tt/36T2tU9
via IFTTT
カルディ「ドリップコーヒー&マグカップセット」--チョコとコーヒーをカルディオリジナルマグで♪ - えん食べ

カルディ「ドリップコーヒー&マグカップセット」--チョコとコーヒーをカルディオリジナルマグで♪ - えん食べ

11.31

カルディコーヒーファームから、「ドリップコーヒー&マグカップセット」が販売されています。オリジナルデザインのマグカップや、バレンタイン限定ブレンドのセット。

カルディ「ドリップコーヒー&マグカップセット」

(画像は公式サイトより引用)


カルディコーヒーファームから、「ドリップコーヒー&マグカップセット」が販売されています。価格は1,100円(税込)。店舗での販売はひとり5個まで。数量限定。

オリジナルデザインのマグカップと、バレンタイン期間限定ブレンド「カフェカルディ ドリップコーヒー KALDI'S エンジェル」、コーヒーと一緒に楽しむチョコレート「オリジナル ミルクチョコレート」がセットになったもの。プレゼントにもおすすめです。

・オリジナル ミルクチョコレート(8個)
ベーシックなミルクチョコレートは「KALDI'S エンジェル」とのペアリングにピッタリ。

カルディ「オリジナル ミルクチョコレート」

・カフェカルディ ドリップコーヒー KALDI'S エンジェル(4杯分)
チョコレートとの相性を考えて生まれたブレンド。ほんのりビターな味わいと、フワッと香る甘い印象が特徴のコーヒー。
カルディ「カフェカルディ ドリップコーヒー KALDI'S エンジェル」

・オリジナル マグカップ
手のひらに馴染みやすいぽってりと丸みのあるフォルムのマグカップは、セット限定アイテム。
カルディ「オリジナル マグカップ」

※オンラインショップでは個数制限が設けられる場合あり

Let's block ads! (Why?)



"マグ" - Google ニュース
January 14, 2020 at 10:50AM
https://ift.tt/3a3SXQ1

カルディ「ドリップコーヒー&マグカップセット」--チョコとコーヒーをカルディオリジナルマグで♪ - えん食べ
"マグ" - Google ニュース
https://ift.tt/2LzJR2R
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Seret Nama Sejumlah Artis, Top Up MeMiles Rp 100 Juta Dapat Lamborghini, Begini Sistem Kerjanya

11.08
Beritaterheboh.com - Polda Jatim mengusut kasus investasi bodong MeMiles dan menyita ratusan miliar rupiah dari pendiri MeMiles, Kamal Tarachand alias Sanjay. Lebih dari 200 ribu orang jadi member MeMiles. Apa iming-iming MeMiles sehingga ribuan orang tertarik?

Berdasarkan website memiles.co yang dikutip detikcom, Selasa (14/1/2020), setiap masyarakat bisa menjadi member MeMiles. Kemudian member diminta melakukan top up sejumlah uang dengan daya tarik mendapatkan hadiah fantastis. Yaitu:

Kendaraan Roda Dua (akan diberikan 51 - 55 hari kerja)


1. Yamaha MT25 Rp. 2.400.000
2. Yamaha X-MAX Rp. 2.400.000
3. Ninja 250 FI Rp. 2.400.000
4. Harley-Davidson p. 11.000.000


Kendaraan Roda Empat (akan diberikan 20 - 40 hari kerja)


1. Avanza dengan top up Rp. 5.000.000
2. Pajero dengan top up Rp. 8.400.000
3. Fortuner dengan top up Rp, 8.400.000
4. Lamborghini dengan top up Rp. 100.000.000

Emas (akan diberikan 81 - 85 hari kerja)

1. GOLD 100 Gram Rp. 840.000
2. GOLD 300 Gram Rp. 1.680.000
3. GOLD 1 KG Rp. 6.000.000
4. GOLD 2 KG Rp. 9.600.000

Setelah to up, maka member MeMiles mendapatkan slot iklan produk di website MeMiles. Iklan itu bisa dililhat oleh seluruh member MeMiles di website itu. Member juga diharapkan untuk melakukan:

1. Chek in 1x sehari (buka webswite MeMiles-red).
2. Klik-klik iklan minimal 30 iklan perhari.
3. Pasang iklan di meMiles.


Untuk apa melakukan 3 hal di atas? Fungsinya adalah untuk membantu MeMiles mendapatkan income dari google. Kalau semua customer melakukan 3 hal itu, ranking MeMiles akan menanjak cepat dan income dari google akan cepat dicairkan.

"Perlu kita ketahui bersama MeMiles dapat suport dari google per satu kali kita klik iklan yang ada maka pihak MeMiles mendapat bayaran IDR 150.000," demikian keterangan dari MeMiles.

"Kalau income dari google cepet turun maka promo-promo yang diambil setelah omset tercapai pun ikut cepat turun. Mari kita bergerak bekerja sama menaikkan reting MeMiles," sambungnya.

Mengapa MeMiles bisa begitu yakin memberikan jaminan fantastis? Di sini yang mengundang kecurigaan pengawas jasa keuangan. Sebab, Lamborghini di pasaran harganya di atas Rp 5 miliar. Tapi bisa didapat dengan top up Rp 100 juta saja.

Menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jatim Heru Cahyono, pihaknya telah mengeluarkan rilis tentang penutupan MeMiles.

"Sebetulnya MeMiles ini sudah ditutup ya berdasarkan press release bulan Agustus. Itu berarti kan tidak mempunyai izin. Jadi kepada masyarakat jika ada penawaran-penawaran tentunya harus dicek dulu," kata Heru akhir pekan lalu.


Kini, telah ada empat tersangka dalam kasus MeMiles. Keempatnya yakni Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai direktur, Suhanda sebagai manajer, Martini Luisa (ML) atau Dokter Eva sebagai motivator atau pencari member dan Prima Hendika (PH) sebagai ahli IT.(detik.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/36RXtiK
via IFTTT

Soal Kerajaan Baru di Purworejo Yang Klaim kuasai Dunia, Gubernur Ganjar Angkat Suara

10.08
Beritaterheboh.com - Hebohnya kemunculan Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, sampai ke telinga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Orang nomor satu di pemerintahan Provinsi Jawa Tengah ini lantas menyarankan agar Pemkab Purworejo melakukan komunikasi dengan inisiatornya. Apakah benar kerajaan itu tercatat dalam sejarah, maka bisa dikomunikasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

"Sebaiknya kalau ada (pihak Keraton Agung Sejagat), bicara dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar bisa diketahui. Syukur ada perguruan tinggi yang mendampingi, sehingga bisa didiskusikan biar bisa diuji secara ilmu pengetahuan," ujarnya Senin (13/1/2020).

Dia juga meminta agara Pemkab Purworejo bisa turun mengajak komunikasi dan mengetahui yang sebenarnya terjadi, termasuk apa tujuan sesuggguhnya. Sehingga persoalan ini menjadi jelas dan bisa diselesaikan dengan baik.

Sebagaimana diketahui Desa Pogung Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dalam beberapa hari ini menjadi perbincangan hangat warganet. Lantaran di wilayah ini muncul pernyataan adanya keraton atau kerajaan baru dengan nama Keraton Agung Sejagat.

Imperium di bawah kekuasaan Sunuhun Totok Santoso atau Kanjeng Sinuwun Rakai Mataram Agung Joyokusumo Wangsa Sanjaya, Sri Ratu Indratanaya Hayuningrat Wangsa Syailendra, ini mengklaim memiliki kekuasaan di seluruh dunia.

Rangga, warga Purworejo mengaku mengetahui berita itu dari media sosial, di mana kemunculan kerajaan itu setelah ada ritual oleh sekelompok orang pada Jumat (10/1/2020). Di kanal youtube Manja channel bahkan diunggah proses kirab ala zaman kerajaan lengkap dengan prajurit dan pasukan berkuda. Video berdurasi 2 menit itu diberi judul keraton agung sejajad kirab budaya dan diunggah 13 Januari 2020.

"Iya, dapat kabar pertama ya dari WA (WhatsApp), tapi saya sendiri tidak melihat secara langsung adanya ritual wilujengan keraton di kerajaan baru di Desa Pogung Juru Tengah, Kecamatan Bayan. Hanya saja memang sedang jadi perbincangan hangat warga,"ujarnya Senin (13/1/2020).

Lokasi kerajaan berupa bangunan keraton lengkap dengan pendapa namun tahap pembangunannya belum selesai dilakukan. Ada pula semacam kolam yang keberadaannya disakralkan dan ada sebuah batu prasasti bertuliskan huruf Jawa, yang disebut Prasasti I Bhumi Mataram.

Sinuwun Totok Santoso Hadiningrat sendiri mengklaim keberadaan kerajaannya untuk meneruskan janji Kerajaan Majapahit, sebagai imperium yang akan menyatukan dunia. Dikatakan, bahwa kekayaan alam tanah air ini berada di Eropa, maka jika Indonesia akan makmur maka kekayaan itu harus dikembalikan lagi.

Keraton Agung Sejagat ini akan memperbaiki kemerosotan sistem dunia, antara lain pada bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial, budaya, hukum dan militer. Sinuwun Totok juga mengklaim telah memiliki alat-alat kelengkapan yang dibangun dan dibentuk di Eropa, memiliki parlemen dunia yaitu united nation, serta memiliki International court of justice dan defense council. (ari/kumparan.com/artikel asli)

from Berita Heboh https://ift.tt/2smfdUh
via IFTTT

Rencana Aksi Dewi Tanjung-Abu Janda Dilawan Fahira. Ini Respon Polri

10.08
Beritaterheboh.com - Dua aksi rencananya berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta esok hari. Aksi pertama adalah demo yang memprotes Gubernur DKI Anies Baswedan, sedangkan aksi kedua adalah yang membela Anies.

Aksi pertama digawangi oleh Dewi Tanjung, Abu Janda, dkk. Mereka mengadakan aksi bertajuk 'Para Bunda Tangguh Pembela Rakyat' dan mempersoalkan cara Anies menangani banjir. Mereka menuntut Gubernur DKI Anies Baswedan mundur.

"Iya itu demo para bunda se-DKI yang jadi korban banjir, yang mereka menuntut tanggung jawab gubernur dan minta pertanggungjawaban gubernur. Kan selama ini Anies Baswedan terkenal cuci tangan dan melimpahkan kesalahannya kepada orang lain," kata politikus PDIP, Dewi Tanjung, kepada wartawan, Senin (13/1/2020).

Menurut Dewi, jangan sampai karena dendam, Anies tak mau melanjutkan program normalisasi yang telah dikerjakan di era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dewi meminta Anies tak banyak berkata-kata.

"Jangan hanya karena dia dendam dan tidak suka ke Ahok dia tidak mau meneruskan normalisasi di Ciliwung, ganti bahasa jadi naturalisasi sehingga kita ini nggak perlu lagi bahasa dendam nggak perlu lagi bahasa kompetitor, kita ini perlu kerja, kerja pemimpin. Jadi ini aspirasi masyarakat mengundang saya mengajak saya untuk turun bareng sama mereka," ujar dia.


Namun ternyata tuntutan aksi demo itu tak hanya terkait banjir. Dewi berkukuh meminta Anies mundur karena menurutnya ada banyak hal yang menjadi kekeliruan Anies selama memimpin di Ibu Kota.

"Tuntutan aksinya pertanggungjawaban kerja sang pemimpin seiman ini bapak gubernur yang terhormat Anies Baswedan action kami minta beliau mundur. Selain banjir, banyak hal yang menurut kami ini bukan seperti pemimpin yang kami harapkan, yang suka cuci tangan, lepas tangan, dan menyalahkan anak buah, begitu ada kesalahan ini sang pemimpin nggak mau mengambil alih tanggung jawab malah lempar ke anak buah, menyalahkan seolah-olah dia nggak tahu padahal dia, lama-lama masyarakat ini sebel," tuturnya.


Rencananya, ada aksi lain yang juga akan digelar besok di Balai Kota DKI. Bedanya, aksi ini digawangi Fahira Idris.

Aksi kedua ini digelar untuk merespons demonstrasi yang digagas Dewi Tanjung dkk. Anggota DPD dari DKI Jakarta, Fahira Idris, bersama ormas Bang Japar menyiapkan 'Aksi Jaga dan Kawal Anies'.

"Memberi dukungan kepada Pemprov dan Gubernur DKI untuk terus fokus kepada penanganan banjir dan terus melanjutkan program-program penanggulangan banjir. Jika mau kita sandingkan data-data banjir, dapat terlihat jelas kok sejauh mana program pencegahan yang telah dilakukan Pemprov DKI saat ini dibanding sebelumnya. Parameternya bisa dilihat dari kecamatan terdampak, kelurahan terdampak, warga terdampak, jumlah pengungsian, lama genangan, dan lainnya yang jauh berkurang," kata Fahira kepada wartawan, Senin (13/1).

Aksi Dewi Tanjung cs dan Fahira Idris akan digelar bersamaan di depan Balai Kota pada pukul 14.00 WIB. Fahira berencana turun langsung bila tidak ada bentrokan jadwal di DPD. Dia juga memastikan tak akan ada bentrokan massa dari dua aksi tersebut.

"Insyaallah nggak akan ada bentroklah. Tujuan ormas Bang Japar untuk jaga dan kawal. Turut membantu mengamankan jalannya aksi," ujar dia.

"Antispasinya Bang Japar menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan dan UU yang berlaku. Jika ada pihak-pihak yang memprovokasi, kita akan serahkan penanganannya kepada pihak keamanan," sambung Fahira.


Fahira mengatakan demonstrasi merupakan hak warga negara yang dijamin undang-undang. Dia menilai bencana banjir telah dijadikan komoditas oleh pihak-pihak tertentu untuk menyudutkan Anies.

"Terkait banjir kita harus paham konstruksi penyebab banjir Jakarta. Kita semua sama-sama pahamlah, apapun yang dilakukan di Jakarta untuk menghalau banjir tidak akan bermanfaat banyak selama tidak ada pemulihan yang serius di kawasan hulu. Termasuk pembangunan Waduk Ciawi dan Sukamahi di Kabupaten Bogor yang jadi domain pemerintah pusat belum selesai hingga saat ini," ujar dia.


Respon Polisi

Dua kelompok massa akan menggelar demonstrasi di Balai Kota DKI Jakarta besok. Polisi akan memisahkan dua massa untuk mencegah terjadinya bentrokan.

"Yang jelas kita pisah dari mereka karena tidak bisa disatukan," kata Kapolres Jakarta Pusat (Jakpus) Kombes Heru Novianto saat dihubungi, Senin (13/1/2020).

Heru mengatakan pengamanan di lokasi dilakukan berdasarkan perkembangan situasi di lapangan. Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, tiap kelompok akan mengarahkan 100 orang dalam aksi tersebut.


"Belum kita pastikan pasang barier atau tidak. Kalau masih memungkinkan, nanti dijaga (dipisahkan) personel. Intinya dilakukan tergantung situasional," ujar dia.

Heru mengatakan Polres Jakpus masih berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Brimob untuk pengamanan demo besok. Demo akan digelar pada Selasa (14/1) siang.


"Berdasarkan pemberitahuan ke kita, kemungkinan bakda zuhur," ucapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pemberitahuan soal demo sudah disampaikan dua kelompok aksi kepada pihak kepolisian.

"Pemberitahuannya sudah ada. Dari Suara Rakyat Bersatu penanggung jawab Sisca Rumondor dan komando pusat Bang Japar (Lembaga Bantuan Hukum Kebangkitan Jawara & Pengacara) penanggung jawab Musa Marabessy," kata Yusri saat dikonfirmasi terpisah.


Diketahui, dua kelompok massa akan menggelar demo di depan Balai Kota DKI. Kelompok pertama akan diikuti korban banjir yang mendemo Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.


Kelompok ini akan menuntut Anies mundur. Politikus PDIP Dewi Tanjung dan aktivis Permadi Arya (Abu Janda) akan mendemo Anies bersama berbagai elemen lainnya.


Sementara itu, demo dari kelompok lainnya akan diikuti anggota DPD dari DKI Jakarta, Fahira Idris, bersama ormas Bang Japar. Mereka menyiapkan 'Aksi Jaga dan Kawal Anies'.
(detik.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/2RhrHou
via IFTTT

Langit Sumedang Berwarna Ungu, Warga Dua Kecamatan Heboh

08.38

Beritaterheboh.com - Warga di Kecamatan Tanjungsari dan Sukasari dihebohkan dengan penampakan langit berwarna ungu, Senin (13/1/2020) petang.

Fenomena alam langit ungu tersebut mulai terlihat pukul 18.32 WIB.

Meskipun matahari sudah terbenam pukul 18.56 WIB namun langit ungu tersebut masih terlihat menghiasi langit Sumedang.

Warga di dua kecamatan di Sukabumi pun dibuat heboh oleh fenomena anyar ini. 

Baca juga: Kisah Bayi Penyintas Hidrosefalus di Sukabumi, Sempat Berobat Alternatif karena BPJS Tak AKtif, Kini Dirawat di Rumah Sakit

Pertama kali terjadi
Warga Perum Green Alamanda Residence Blok E7, Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari, Iman Nurman (35) mengatakan, langit berwarna ungu ini baru kali pertama terjadi di Sumedang.

"Sepengetahuan saya ini baru pertama terjadi. Mungkin ini fenomena alam," ujar Iman kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin petang.

"Banyak warga juga yang dibuat heboh dan mengabadikan momen ini melalui ponsel mereka, termasuk saya," katanya. 

Warga Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari Asep Supian (40) mengaku baru kali pertama melihat langit berwarna ungu ini.

"Iya aneh juga, soalnya seumur hidup baru kali ini lihat langsung, di atas langit ini, di sini," tutur Asep melalui sambungan telepon.

Baca juga: Pasca-penusukan Driver Ojol, Titik-titik Rawan Kejahatan Jalanan di Sukabumi Dijaga Polisi

Diharapkan jadi pertanda baik
Asep menuturkan, fenomena alam ini diharapkan merupakan pertanda baik. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Iya warga juga banyak yang keluar rumah karena aneh. Mereka asyik mengabadikan langit ungu ini dengan foto selfie. Mudah-mudahan fenomena ini pertanda baik," sebut Asep.

Sementara itu, warga asal Perumahan Jatihurip, Kecamatan Sumedang Utara, Taufik Rochman (38) menyebutkan, di langit wilayah Sumedang kota tak melihat fenomena alam berupa langit ungu ini.

"Gak ada, di sini mah biasa saja. Gak ada yang aneh, saya juga denger kabar di Sukasari langit terlihat ungu, tapi di wilayah kota tak terlihat. Mungkin karena Tanjungsari dan Sukasari ada di daratan lebih tinggi, jadi di sini tak terlihat sama sekali," kata Taufik kepada Kompas.com di wilayah Sumedang kota. (kompas.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/2TiIFFI
via IFTTT

Geger Keraton Agung Sejagat di Purworejo Klaim Wilayah Kekuasaan Seluruh Dunia

08.08

Beritaterheboh.com - Jagat maya dihebohkan dengan keraton baru yang mendadak berdiri di Purworejo, Jawa Tengah. Terlebih kerajaan dengan nama Keraton Agung Sejagat itu memiliki daerah kekuasaan seluruh negara di dunia.

Keraton yang berdiri di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo itu dipimpin oleh seorang raja bergelar Rangkai Mataram Agung. Sebagai pendamping adalah istrinya yang biasa dipanggil Kanjeng Ratu.

Santernya kabar keraton baru itu kemudian direspons oleh Sang Raja untuk mengumpulkan awak media. Dalam jumpa pers di ruang sidang keraton, tampak Sang Raja yang biasa dipanggil Sinuhun dan bernama asli Totok Santosa Hadiningrat. Ada pula istrinya Kanjeng Ratu yang memiliki nama asli Dyah Gitarja.

"Keberadaan kami ini untuk menunaikan janji 500 tahun sejak runtuhnya Kerajaan Majapahit, yaitu pada 1518," jelas Totok kepada awak media.

Menurutnya, Keraton Agung Sejagat itu untuk menyambut kehadiran Sri Maharatu (Maharaja) Jawa kembali ke Tanah Jawa. Dia pun mengklaim memiliki wilayah kekuasaan seluruh negara di dunia.

Bahkan, dia menyebut United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan bagian dari kerajaannya. Selain itu, dia mengaku memiliki tugas mengubah semua sistem negara di dunia, baik dalam bidang keuangan, politik, pemerintahan, dan sebagainya.

"Keraton Agung Sejagat (KAS) memiliki alat-alat kelengkapan yang dibangun dan dibentuk di Eropa. Memiliki parlemen dunia yaitu United Nation (UN). Keraton Agung Sejagat juga memiliki International Court of Justice dan Defense Council. Pentagon ini Dewan Keamanan KAS, bukan milik Amerika," tandasnya.

Keraton Agung Sejagat kini memiliki 425 pengikut setia. Mereka juga mengenakan pakaian kebesaran masing-masing berupa setelan warna hitam, lengkap dengan topi dan selempang kuning yang melilit dari pundak ke pinggang.(sindonews.com/Artikel Asli )

from Berita Heboh https://ift.tt/2Nrapo6
via IFTTT