Cerita Marzuki Alie Ditawari Ponsel oleh Orang Ngaku Diperintah Jokowi, Kaesang Beri Klarifikasi

14.08
Beritaterheboh.com - Mantan Ketua DPR Marzuki Alie mendapat tawaran penjualan ponsel genggam. Si penjual itu mengaku diperintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Belakangan, dapat dipastikan, aksi orang yang mengontak Marzuki ini hanya upaya pencatutan nama Jokowi semata.

Si penjual mengaku bernama Putri dari PT Choirunshop Celulur milik putra Jokowi, Kaesang Pangarep. Tangkapan layar percakapan WhatsApp (WA) itu sempat diunggah Marzuki ke akun Twitter-nya, Rabu (15/1/2020).

Kaesang membalas tweet Marzuki dan mengatakan tidak memiliki perusahaan tersebut. Selain itu, Marzuki mengatakan Kaesang juga memberikan klarifikasi lewat chat WA. Setelah dapat klarifikasi, Marzuki menghapus cuitannya tersebut.


"Ya karena sudah diklarifikasi sama Mas Kaesang ya saya hapus aja, agar jangan bikin polemik lagi, artinya dengan begitu bisa kesimpulan bahwa orang ini nggak bener. Langsung saya mention ke Divisi Humas Polri supaya orang ini yang jual nama presiden ditindaklah," kata Marzuki saat dihubungi.


Marzuki mengatakan biasanya tidak merespons tawaran-tawaran produk yang masuk baik melalui pesan singkat maupun e-mail. Tawaran kali ini diresponsnya karena membawa-bawa nama Presiden Jokowi.

"Dia jual HP, data HP-nya lengkap, kemudian dia tunjukkan siapa-siapa yang beli, dia tunjukkan bukti kirim ke Tjahjo (Kumolo) beli tiga, ada bukti transfer, dia tunjukkan juga ada menteri-menteri lain beli, dia bilang ini perintah, perintah siapa saya bilang, 'perintah Pak Jokowi', Pak jokowi mana saya khawatir nanti Jokowi mana, 'Pak Jokowi presiden'," ujarnya.

Marzuki menuturkan orang yang menawarkan HP itu juga mempersilakan untuk mengecek kebenaran penawaran HP itu.

"Biasanya saya lewatkan saja, WA, SMS, e-mail yang nipu kan banyak, tapi karena jual nama presiden nggak mungkin saya biarain aja, makanya saya respons, saya ajak bicara, clear, 'saya tunggu, Pak, silakan cek katanya, bapak bisa cek ke Tjahjo ini nomornya katanya, dikasih pula nomor Pak Tjahjo, bener nomornya, saya sudah WA ke Pak Tjahjo tapi belum dibaca. Tapi ke presiden saya mention aja," tuturnya.

Marzuki lalu mendapat konfirmasi dari Kaesang. Marzuki mengaku heran dengan keberanian si penjual itu mencatut nama Jokowi.

"Mas Kaesang WA, katanya dia nggak punya perusahaan itu, nah ini kan berarti Jokowi dijual namanya, dicatut, dan beraninya orang itu. ini kan harusnya ada tindakan langsung dari polisi. makanya saya tadi mention aja ke Divisi Humas Polri, saya kasih nomornya, saya kasih namanya," ujarnya.

Menurut si penjual, kata Marzuki, orang-orang yang ditawarkan merupakan orang terpilih. Sampai kini, penjual tersebut masih terus menawarkan produknya. Marzuki semakin tidak percaya, sebab si penjual menyebut bebas pajak.


"Harganya memang relatif murah. Dia bilang nggak bayar pajak, loh kok Presiden merekomendasikan produk nggak bayar pajak? sudah itu presiden kok mempromosikan barang-barang impor, kan aneh. Otak saya sudah bilang bahwa ini nggak bener, tetapi berani orang ini, berani sekali," ujarnya.


Marzuki mengunggah percakapan itu ke linimasa juga guna mencari tahu. Dia meminta polisi menindak orang yang mencatut nama presiden tersebut.

"Karena kan menyangkut nama presiden, presiden kan pencemaran nama baik lah, kita tahu kan sekarang ini ada pasal-pasalnya, orang yang mencemarkan nama baik presiden kan bisa diangkut itu," tuturnya.(detik.com)








from Berita Heboh https://ift.tt/30orwfC
via IFTTT

Polisi Beberkan Modus Setoran Anggota untuk Keraton Agung Sejagat Mencapai Rp 30 Juta

13.08
Beritaterheboh.com - Raja' Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jateng, menjanjikan jabatan dan gaji kepada pengikutnya. Namun para anggotanya terlebih dulu menyetor uang pendaftaran. Besarannya Rp 3 juta hingga Rp 30 juta.

"Mendaftar itu menyerahkan uang. Ada Rp 3 juta, Rp 20 juta, bahkan Rp 30 juta," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes (Pol) Iskandar Fitriana Sutisna, di Mapolda Semarang, Rabu (15/1/2020).


Setelah itu, kata Iskandar, sang 'raja' Toto Santoso (42) menjanjikan jabatan dan gaji besar kepada para anggota 'kerajaan'-nya itu.


"Mereka diiming-imingi jabatan tinggi dan gaji besar dalam dolar. Ini penipuan publik," pungkasnya.


Toto yang berperan sebagai raja dan Fanni yang menjadi permaisurinya kini dijerat pelanggaran Pasal 14 UU RI No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, 'barang siapa menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat' dan/atau Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

Saat ini keduanya sudah berada di Mapolda Jawa Tengah untuk dimintai keterangan. Hari ini rencananya Polda Jateng akan menggelar konferensi pers terkait hal tersebut. (alg/mbr/detik.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/3ab7dql
via IFTTT

VIRAL VIDEO Siswa SMA Tawur Masuk Mall di Depok, Sampai Curi Alat Pel, Polisi Bakal Razia Sekolahan

12.38

Beritataerheboh.com - Viral video Siswa SMA tawur sampai masuk mall di Depok, sampai curi peralatan pel. Polisi bakal razia sekolahan.

Beredar di sosial media sebuah video dari yang memperlihatkan beberapa siswa SMA berlarian memasuki mall di Depok.

Video tersebut diunggah oleh salah satu akun Instagram @depok24jam yang memperlihatkan video yang diduga tawuran tersebut.

Di dalam video tersebut juga terlihat satpam mall yang segera mengusir siswa SMA tersebut keluar dari mall.

Akun tersebut menuliskan dalam unggahannya:

"Min td ada yg tawur antar pelajar di depan plaza depok."

"Sempat lari masuk ke dalam mall tapi berhasil diusir."

"Lap pel OB diambil. Karna tadi OB mall lg ngepel."

Polisi razia sekolahan

Kepolisian Metro Kota Depok telah mengerahkan Satuan Sabhara dan Tim Jaguar untuk merazia sekolah yang siswanya diduga terkait dalam aksi tawuran pada Senin (13/1/2020).

Dilansir dari Kompas.com, Kasubag Humas Polres Metro Kota Depok AKP Firdaus mengatakan terdapat delapan siswa di sekolah yang mengaku terlibat dalam aksi tawuran tersebut.

Para siswa itu diketahui merupakan siswa dari SMK M dan SMK G di Kota Depok.

"Kami telah melakukan razia di dua sekolah yang diduga terlibat dalam aksi tawuran dan berhasil mengamankan sebanyak tujuh pelajar dari SMK M dan satu pelajar dari SMK G yang terlibat dalam tawuran," ujar Firdaus, Selasa (14/1/2020).

Firdaus mengatakan delapan pelajar tersebut saat ini berada di Polres Metro Depok untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Saat ini para pelaku sudah dibawa ke Polres Metro Depok guna dimintai keterangan lebih lanjut," ujar Firdaus.

Tawuran antarpelajar terjadi di Jalan Margonda Raya, Kota Depok pada Senin (13/1/2020) malam.

Pelajar yang melakukan tawuran tersebut bahkan sampai masuk ke Plaza Depok.

Video yang viral di sosial media ini pun menarik perhatian warganet.

Selain itu terlihat juga alat pel yang digunakan oleh petugas kebersihan turut diambil sebagai senjata dalam tawuran.

Aksi perkelahian itu sempat dibubarkan oleh petugas keamanan mal dan para pelajar terlihat lari berhamburan keluar. (Tribunstyle/Dhimas Yanuar).

from Berita Heboh https://ift.tt/3aab9Yn
via IFTTT

Telak! Istri Yama Carlos Minta Siwi Sidi Jelaskan Sumber Kekayaan

12.08
Beritaterheboh.com - Istri aktor Yama Carlos, Arfita Dwi Putri, ikut mengomentari rumor pramugari Siwi Widi Purwanti atau Siwi Sidi jadi simpanan petinggi Garuda Indonesia.

Lantaran sama-sama berprofesi sebagai pramugari, Arfita meminta agar Siwi Sidi membuktikan jika tuduhan miring itu tak benar. Salah satu contohnya, Siwi diminta agar jelaskan darimana sumber kemewahan yang didapat selama ini.


"Buktikan kalo anda wanita baik-baik dan mendapatkan semua fasilitas maupun kemewahan tersebut dengan cara yang benar dan halal," tulis Arfita di Instagram Stories yang sudah diunggah kembali oleh akun gosip di media sosial.

Arfita juga mengaku sudah mendengar jika Siwi Sidi pernah bilang jika kemewahan yang dimiliki didapat dari pacarnya. Agar semuanya terang benderang, Arfita minta Siwi untuk membongkar identitas pacar yang dimaksud.


"Kan dia sudah bilang kalo itu dapat dari pacarnya, coba dijelaskan, pacarnya siapa, profesinya apa, dan diperkenalkan ke publik, karena dia juga sudah go public, lalu pastikan kalau pacarnya bukan suami orang atau sudah berkeluarga," ujarnya di dalam video.

Menurut Arfita, siapa lelaki yang memberikan kemewahan pada Siwi Sidi jadi inti dari persoalan. Sehingga kalau itu dibongkar bisa menjawab apakah rumor yang dititup oleh akun Twitter @digeeembok benar atau tidak.

Diberitakan sebelumnya, Siwi Sidi melaporkan akun Twitter @digeeembok lantaran tak terima dituduh jadi simpanan salah satu petinggi maskapai berplat merah. Namun, saat dipanggil polisi untuk dimintai keterangan, Siwi Sidi malah berhalangan hadir.(suara.com)


from Berita Heboh https://ift.tt/2TqLvZE
via IFTTT

Ini Penampakan 'Raja dan Ratu' Keraton Agung Sejagat Usai Ditangkap

11.38

Beritaterheboh.com - - Polisi menangkap Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41), yang mengaku sebagai raja dan ratu Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Keduanya kini ditahan di Polda Jawa Tengah (Jateng) untuk dimintai keterangan. Begini penampakan kedua 'raja dan ratu' itu usai ditangkap.

Dari foto yang diterima detikcom, Rabu (15/1/2020), Toto terlihat memakai kemeja putih. Ada pin berwarna keemasan yang dia sematkan di dada kirinya. Dia duduk menghadap ke meja.


Di sisi lain, Fanni terlihat memakai kebaya lengan panjang warna hitam dan berkain dengan rambut digerai. Fanni juga tampak memakai pin berwarna keemasan di dada sebelah kanannya.


Dari informasi yang dihimpun dari sumber detikcom, keduanya bukan merupakan pasangan suami istri. Toto ber-KTP Jakarta dengan alamat di Jl Mangga Dua, Ancol, Jakarta Utara. Sedangkan Fanni juga ber-KTP Jakarta dengan alamat Jl Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.


Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iskandar Fitriana Sutisna menjelaskan Toto dan Fanni ditangkap sekitar pukul 18.00 WIB, Selasa (14/1). Keduanya dijerat pasal tentang penipuan dan keonaran. Sebelum menangkap keduanya, polisi sudah memeriksa 10 saksi terdiri dari warga sekitar lokasi Keraton Agung Sejagat itu.


Rumah yang selama ini ditinggali si Raja Keraton Agung Sejagat Toto di Godean, Sleman, DIY juga sudah telah digeledah polisi. Penggeledahan itu dilakukan polisi pada malam hingga subuh tadi. Namun, belum ada keterangan lebih lanjut soal hasil penggeledahan itu.

"Benar, ada penggeledahan (di Godean, rumah Toto)," ujar Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Rudy Prabowo kepada detikcom, Rabu (15/1/2020).(detik.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/2tmAUEj
via IFTTT

Pendukung Anies Baswedan Pertimbangkan Gugat Jokowi Soal Banjir Lantaran...........

11.08
Beritaterheboh.com - Massa pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan akan mempertimbangkan melakukan gugatan terhadap Presiden Jokowi terkait banjir yang melanda ibu kota pada awal tahun ini. Wakil Ketua Gerakan Pemuda Muslim Indonesia Novel Bamukmin menilai Jokowi lebih bertanggung jawab terhadap penanganan banjir tersebut.

"Nanti kalau kami gugat, kami sudah siapkan tim hukum untuk class action yang langsung menggugat Jokowi," ujar Novel saat demonstrasi di Balai Kota DKI, Selasa 14 Januari 2020.

Novel menyatakan Jokowi lebih bertanggung jawab karena pernah menyatakan akan lebih mudah menangani banjir Jakarta jika menjadi presiden. Namun meskipun sudah tujuh tahun menjabat sebagai presiden, Jokowi dinilai gagal menangani banjir.

"Presiden Jokowi sudah tujuh tahun (janji tanggulangi banjir). Anies baru dua tahun," kata Novel.

Selain itu, menurut dia, dampak terbesar banjir yang terjadi pada awal tahun ini bukan di DKI Jakarta, melainkan Jawa Barat dan Banten. Karena itu, Jokowi dinilai lebih bertanggung jawab.

Meskipun demikian, Novel menyatakan masih menghormati Presiden Jokowi dan belum tahu kapan akan melakukan gugatan tersebut. Pihaknya, menurut dia, masih fokus pada pemberian bantuan kepada para korban bencana khususnya di Lebak, Banten; dan Jasinga, Bogor, Jawa Barat.

Sebelumnya, tim advokasi banjir Jakarta telah mengajukan gugatan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin kemarin. Tim menyebutkan terdapat 243 warga Jakarta yang ikut dalam gugatan Class Action tersebut. Mereka meminta Pemrov DKI Jakarta memberikan ganti rugi atau kompensasi sebesar Rp 42,33 miliar karena banjir awal tahun ini. (Tempo.co

from Berita Heboh https://ift.tt/2u3EByt
via IFTTT

Akhiri Polemik, Ini Hukuman Pembina Pengajar Tepuk 'No Kafir'

11.08

Beritaterheboh.com - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta akhirnya memutuskan tak meluluskan E. Adapun E ialah pembina asal Kabupaten Gunungkidul yang mengikuti kursus mahir lanjutan (KML) pembina pramuka di Yogyakarta.

Saat melangsungkan praktik KML di Gugus Depan 12.017-12.018, SD N Timuran Yogyakarta, Jumat (10/1) lalu, tiba-tiba E mengajarkan tepuk dengan yel-yel 'Islam Yes, Kafir No' ke kelompok siaga putri. Tepuk yang diajarkannya itu akhirnya menjadi polemik.

"Iya (E tidak diluluskan)," tegas Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarcab Kota Yogyakarta, Suraji Widarta, kepada wartawan usai rapat kerja dengan Komisi D dan Dispora, di Ruang Rapat Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Selasa (14/1) kemarin.


Suraji mewakili Kwarcab Kota Yogyakarta juga menyampaikan maaf secara terbuka ke publik atas kegaduhan yang terjadi. Pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki pelaksanaan KML agar kejadian serupa tak terulang.

"Saya Suraji (yang juga) selaku Pimsus (pimpinan khusus) kursus mahir lanjutan Kwarcab Kota Yogyakarta. Pertama menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya pada kejadian yang sudah viral di media massa," tuturnya.

Kwarcab Kota Yogyakarta, lanjut Suraji, juga telah mengambil tindakan tegas dengan memberikan teguran kepada E. Teguran itu disampaikan Kwarcab secara lisan dan akan ditindaklanjuti dengan tidak dikeluarkannya ijazah KML untuk E.

"Kemudian untuk tindak lanjut kami sudah memberikan teguran secara lisan, dan ini pun kita juga akan menindaklanjutinya dengan apa yang menjadi arahan dari Komisi D (DPRD Kota Yogyakarta) tentang ijazah (tidak diberikan ke E)," sebutnya.


Keputusan Kwarcab Kota Yogyakarta ini sesuai dengan tuntutan Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, Dwi Saryono. Ada tiga tuntutan yang dilayangkan Dwi, yakni tak meluluskan E, Kwarcab meminta maaf secara terbuka, dan membenahi pelaksanaan KML.

"Intinya (Komisi D meminta Kwarcab) mem-backlist si pelaku itu sampai tingkat nasional, agar jangan sampai kejadian itu berulang kembali," pintanya. "Kita inginkan (pelaku) tidak diluluskan) KML)," sambungnya.

Kepala Dispora Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana, mendukung keputusan Kwarcab tersebut. Menurutnya, pembina E memang pantas tidak diluluskan dalam praktik KML karena telah mengajarkan tepuk dengan yel-yel 'Islam Yes, Kafir No'.

"Kalau kemudian ada isu sara seperti itu dimunculkan di pramuka yang bukan menjadi materi (KML), itu artinya (E) tidak memahami materi itu. Satu saja dia menyampaikan itu, berarti dia tidak memahami konsep nasionalisme," ungkap Edy.

"Maka selayaknyalah kalau dia (E) dinyatakan tidak lulus," tegasnya.

Sementara Kwarda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga telah membahas masalah ini. Pihak Kwarda memutuskan untuk menunggu keputusan Dewan Kehormatan Kwarcab Gunungkidul mengenai sanksi yang akan diberikan untuk E.

"Nanti rekomendasi dari dewan kehormatan di sana (Kwarcab Gunungkidul) seperti apa, kita akan kaji," terang Edy yang juga tercatat sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi, Manajemen dan Hukum Kwarda DIY tersebut.

"Pun kalau kasus ini kami (Kwarda) tidak mengambil langkah, pasti nanti diambil langkah di (Kwartir) Nasional," tutup Edy.(detik.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/388Igdq
via IFTTT