LIPI Tegaskan Bogor Bukan Penyebab Banjir Jakarta

17.44
Beritaterheboh.com -  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan faktor utama banjir di Jakarta bukan karena banjir kiriman dari Bogor yang berada di hulu. Penyebab banjir utama disebabkan oleh curah hujan ekstrem di Jakarta.

Peneliti Pusat Penelitian Limnologi LIPI, M. Fakhrudin menjelaskan hujan memang menjadi faktor utama banjir di hilir. Sementara aliran sungai di hulu meningkatkan besaran dan lamanya banjir.

"Hujan ekstrem di hilir merupakan faktor utama terjadinya banjir di Jakarta," kata Fakhrudin dalam jumpa pers di Gedung LIPI, Jakarta Selasa (7/1).


Fakhrudin mengatakan selama periode waktu 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020, curah hujan kategori ekstrim (>150 mm/hari) telah dominan terjadi di wilayah DKI Jakarta yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak tahun 1990-an.

Di sisi lain,  sebaran curah hujan di daerah penyangga seperti wilayah Bogor dan Depok didominasi dengan kategori hujan lebat.

Fakhrudin menjelaskan perubahan ahli fungsi lahan yang berlangsung cepat menyebabkan kemampuan daya resap sistem Daerah Aliran Sungai di Jabodetabek terhadap air hujan menjadi menurun.

"Hal ini menyebabkan proporsi jumlah air hujan yang dikonversi langsung menjadi aliran permukaan atau direct run-off akan cenderung terus meningkat," katanya.


Fakhrudin lebih lanjut menyarankan agar pemerintah bisa memperbaiki sistem peringatan dini agar tidak hanya berdasarkan tinggi muka air (water level) pada sungai-sungai di hulu. Menurutnya sistem peringatan dini juga harus dikombinasikan dengan curah hujan.

Data tinggi muka air dengan curah hujan juga bisa dijadikan referensi pemerintah untuk menyiapkan  sistem drainase air hujan lokal. Data-data tersebut juga harus bisa diakses masyarakat sebagai peringatan dini.

Sistem drainase perlu disesuaikan dengan besaran hujan ekstrem pada  awal tahun 2020 atau dampak perubahan iklim ke depan dan diintegrasikan dengan sungai-sungai utama.

Fakhrudin juga menyarankan agar pemerintah meningkatkan jumlah dan distribusi alat pemantauan real time.

"Tinjauan itu harus yang akurat. Sering melakukan kajian kurang akurat. Kadang-kadang masalah datanya, datanya kurang. Kita harus menambah banyak data, data curah hujan, data muka air," ujarnya.(Cnnindonesia.com)


from Berita Heboh https://ift.tt/2ZZvGKo
via IFTTT

Sempat Ditangkap Terkait Postingan Larangan Natal, Aktivis Sudarto Dilepaskan

17.14
Beritaterheboh.com - Polisi melepaskan aktivis Sudarto yang ditangkap terkait posting-an larangan Natal di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Direktur Pusaka (Pusat Studi Antar Komunitas) itu dilepaskan karena ada permohonan dari pihak keluarga.

"Tidak ditahan. Tadinya ditangkap, dilakukan pemeriksaan dan sudah dilepaskan, karena ada permintaan dari keluarganya," kata Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Stefanus Satake Bayu kepada detikcom, Rabu (8/1/2020).

Keputusan melepaskan Sudarto dituangkan dalam Surat Perintah Pelepasan Tersangka yang dikeluarkan Direktur Reskrimsus Polda Sumbar Kombes Juda Nusa Putra. Sudarto ditangkap sejak Selasa (7/1) siang.

Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran kabar tentang pelarangan perayaan Natal di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Sudarto diduga melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 UU ITE.


Nama Sudarto mencuat setelah menulis sejumlah posting-an yang menyebutkan adanya pelarangan perayaan Natal di dua daerah di Sumatera Barat, yakni Kabupaten Sijunjung dan Dharmasraya. Posting-an itu dinilai membuat resah dan mengganggu kerukunan hidup beragama yang selama ini terjaga dengan baik di kedua daerah.

"Sudah tersangka, sehingga yang bersangkutan kita tangkap. Penangkapan di kediamannya di Jalan Veteran Purus padang tadi siang," kata Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Stefanus Satake Bayu kepada detikcom, Selasa (7/1).(detik.com)



from Berita Heboh https://ift.tt/2QyohPj
via IFTTT
Top lawmakers call for prayer, unification in wake of Iran attack - ABC News

Top lawmakers call for prayer, unification in wake of Iran attack - ABC News

15.44
Top lawmakers call for prayer, unification in wake of Iran attack - ABC News

Iranian forces targeted U.S. bases in reaction to the death of Gen. Soleimani.

Top lawmakers called for unification and prayer on Tuesday as Iranian forces targeted U.S. military targets in Iraq with airstrikes in retaliation for the killing last week of Gen. Qassem Soleimani, the head of Iran's elite Quds Force.

"Closely monitoring the situation following bombings targeting U.S. troops in Iraq," House Speaker Nancy Pelosi, D-Calif., tweeted Tuesday. "We must ensure the safety of our servicemembers, including ending needless provocations from the Administration and demanding that Iran cease its violence. America & world cannot afford war."

Members of Congress, including 2020 presidential candidates Sen. Cory Booker and Rep. Tulsi Gabbard, signaled that they were praying for the U.S. troops in harms way as news broke that ballistic missiles had been fired from inside Iran.

"Praying for the safety of our troops and personnel in Iraq right now," Booker, D-N.J., said.

Gabbard, who was conducting a town hall at the time, urged her supporters to pause to acknowledge the "men and women from all across our country who made a choice to serve."

"My staff just sent me a note as I was walking in. The news is still developing, but there is a base in Iraq, Al Assad airbase," Gabbard, D-Hawaii, said. "[I'm] just asking everybody just to pause for a moment and send our good wishes and prayers to our men and women in uniform who are in harm's way today."

Sen. James Lankford, R-Okla., tweeted a similar statement, saying he was praying for American troops "who are defending our nation."

"Iran's aggression against the US clearly indicates that they continue to want to do harm to Americans & our nation," Lankford said. "I am monitoring the situation tonight & I pray for all the service women & men who are defending our nation."

Here's a look at how other lawmakers reacted:

Rep. Adam Schiff, D-Calif.

"With reports of missile strikes launched by Iran against U.S. bases in Iraq, my thoughts and prayers are with our service members, diplomats and other personnel at risk, and with their families."

Rep. Tim Ryan, D-Ohio

"We are holding the troops in our prayers tonight. We thank them for always putting their lives on the line to protect the United States. I pray cooler heads prevail before any of our soldiers or innocent civilians are killed."

Sen. Marco Rubio, R-Fla.

"#Iran is now openly calling for American’s to turn on each other. The time will come to debate U.S. policy. Tonight American & allied troops have come under direct attack by a nation-state & Americans must come together to support & protect them & respond appropriately."

Rep. Ted Lieu, D-Calif.

"As we pray for our troops & civilians, there is still no coherent strategy from @realDonaldTrump. The White House can't adequately answer simple questions like, what are our goals with Iran? Did a drone strike advance those goals? Does Iraq voting us out advance those goals?"

Rep. Warren Davidson, R-Ohio

"Iran is now attacking Americans with the same ballistic missile capabilities that demonstrate one of the glaring gaps in the JCPOA (Iran Deal). Please #pray for safety and success for our troops. Please #pray for a peaceful resolution to the decades of turmoil in the MidEast.

Rep. Kevin McCarthy R-Calif.

"Tonight we must be united in the fight against terrorism and those who would do our country harm. America’s full support is with our courageous service men and women standing the watch."

Sen. Tina Smith, D-Minn.

"Closely following what’s happening in Iraq. I’m thinking of our servicemembers, their families, and our allies, as I’m sure many Americans are doing right now."

Sen. Ed Markey, D-Mass.

"Trump’s disregard for the lives of our U.S. servicemembers, civilians, and allies with his dangerous escalation of conflict with Iran has put our people in the direct line of fire. I’m deeply concerned with reports of missile attacks in Iraq."

Let's block ads! (Why?)



2020-01-08 01:51:18Z
https://ift.tt/39KGoZL
52780536809258

Asal Muasal Kecurigaan Keluarga Soal Jenazah Lina, Hingga Putri Sule Justru Singgung Sosok yang Membahayakan

15.44
Beritaterheboh.com - Lebam di tubuh jenazah Lina kini menjadi teka-teki bagi Sule dan keempat anaknya. Rizky Febian dan Putri Delina ungkap fakta-fakta baru.

Merasa ada yang janggal dengan kematian sang ibunda, Rizky Febian putra sulung Sule putuskan untuk melapor ke polisi.

Laporan tersebut dibuat Rizky Febian ke Satreskrim Polrestabes Bandung pada Senin (6/1/2020).

Dalam laporannya, kakak dari Putri Delina ini mengaku menaruh curiga pada beberapa luka lebam di tubuh mendiang sang ibunda.

"Iya, putranya atas nama Rizky Febian melaporkan itu ke Polrestabes Bandung pada Senin (6/1/2020)," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga via ponselnya, Selasa (7/1/2020).

Sebelum Rizky Febian membuat laporan ke polisi ini, Sule pun sempat mengemukakan kejanggalan yang ditemukannya di tubuh sang mantan istri.

Hal tersebut karena Lina disebut meninggal dunia setelah pingsan akibat penyakit asam lambung.

Padahal diakui Sule, ibunda dari rizky Febian, Putri Delina, Rizwan dan Ferdy ini tidak memiliki riwayat penyakit apapun.

Tak hanya itu, Sule pun mencurigai tubuh Lina sang mantan istri yang membiru.

Alhasil Sule juga mendesak untuk melakukan visum luar memeriksa kondisi tubuh Lina


"Kata Putri Delina 'Mamah lagi divisum'. Mungkin bukan Visum kali ya, cuma mungkin memeriksa keseluruhannya.

Karena kan udah keliatan biru-biru," ujar Sule sambil memutar tangannya ke wajah menunjukkan bagian tubuh Lina yang membiru, dilansir dari Youtube Mantul Infotainment.

Setelah itu, Sule berharap bahwa kebenaran atas kejanggalan kematian Lina pun bisa terungkap

"Maka dari itu, kita akan tanyakan kebenaran atau tidaknya. Semoga kebenaran akan terkuak," pungkas Sule.

Bahkan selama masa Visum, Teddy selaku suami Lina buru-buru untuk mengeluarkan Lina dari Rumah Sakit ke rumah duka.

Hal tersbeut membuat Sule pun menaruh curiga kepada Teddy.

"Dan di rumah sakit pun, dari keluarga enggak ditungguin, langsung dibawa ke rumah duka. Kayak yang buru-buru gitu," imbuhnya.

Rizky Febian pun tak diberi izin untuk melihat kondisi jenazah ibundanya di Rumah Sakit.

"Iki juga ketinggalan, sudah di rumah sakit sudah enggak ada di sana," ujar Sule.

"Sayang sekali, kenapa mesti seperti itu? Kok banyak yang janggal ya" ucap Sule heran.

Rupanya doa Sule agar kebenaran perihal keganjilan kematian Lina ini dikabulkan.

Hal tersebut terkuak ketika Rizky Febian diberi kesempatan untuk memandikan jenazah sang ibunda.

"Aku yang mandiin, sempat aku cium-cium dulu," ujar Rizky Febian.

Ketika proses memandikan, Rizky Febian pada awalnya mengaku semua proses meninggalnya sang ibunda ini diberi kelancaran

"Ya Allah, alhamdulillahnya proses meninggalnya mama pun luar biasa bagus. Semuanya diberikan kelancaran. Semuanya alhamdulillah sama Allah tidak diribetkan," ujar Rizky Febian.


Bahkan Rizky Febian mengaku tak ada hal yang aneh yang ada di tubuh Lina.

"Sama Allah tidak diperlihatkan hal-hal yang aneh, justru diperlihatkan hal-hal yang bagus," ungkap Rizky Febian.

Akan tetapi, kini Rizky Febian baru sadar bahwa dirinya menemukan ada luka lebam di leher sang ibunda.

"Laporannya terkait kejanggalan dalam kematiannya. Seperti ada lebam di leher dan tubuhnya," Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga.

Adapun laporan ke Polrestabes Bandung, belum disertai hasil visum luar karena hasilnya belum keluar hingga kini

Hingga laporan tersebut dibuat pun belum ada sosok terlapor atau pihak yang dilaporkan oleh Rizky Febian.

"Jadi belum ada pihak yang dilaporkan," imbuh Erlangga.

Rizky Febian pun menangis ungkap penyesalannya yang mungkin bisa jadi menyesal karena terlambat mengetahui semua penderitaan yang dialami Lina.

Hal tersebut terlihat dari akun Instagram anak Sule, Rizky Febian.

Anak Sule ini menyanyikan sebuah lagu yang mengungkapkan penyesalan dan minta maafnya kepada sang ibunda, Lina.

"Kau tetap tersenyum padaku
Ku menyesal selalu melanggar kata-katamu
Kusadari kau begitu sangat berarti.
Ibu mohon maaf atas perbuatan dan kelakuan diriku
Ibu kusadar, kau berikan ketulusan yang berarti
Oh ibuuu,…" ucap Rizky Febian sambil bernyanyi terlihat hampir menangis.

Dalam captionnya, Rizky Febian melampirkan emoji nangis dan emoji love

Tak hanya Rizky Febian, Putri Delina anak kedua Sule dan Lina pun mengungkapkan kesedihannya.

Dalam tulisannya, Putri Delina bahkan menyinggung soal sosok orang yang sudah membahayakan ibunya.

"Terlalu baik pada semua orang itu bisa membahayakan dirimu.

Kadang, memang harus memfilter mana yang harus dibaiki,dan amna yang harus ditolak dengan baik," tulis Putri Delina.

Siapa sosok yang dimaksud Putri Delina?



Tribunstyle.com

from Berita Heboh https://ift.tt/2Fsj2KA
via IFTTT

VIDEO: Rumah Teddy Digeledah, Ini yang Diamankan Polisi

15.44

Beritaterheboh.com -  Rabu (8/1/2020) sekitar pukul 12.00W WIB polisi dari Polrestabes Bandung mendatangi rumah Teddy, istri almarhum Lina Junaedi, yang merupakan mantan istri Sule. Kedatangan polisi ke rumah Teddy terkait dengan laporan yang dibuat anak Lina, Rizky Febian pada 6 Januari kemarin.

Rizky Febian melapor ke polisi kalau ada sejumlah kejanggalan di tubuh jenazah almarhum ibunya. Salahnya, ada luka lebam di beberapa bagian tubuh.

Ada sekitar empat orang anggota polisi mengenakan kemeja putih. Sementara polisi dari tim Inafis ada sekitar empat orang.

Saat rumah digeledah, Teddy terlihat menggendong anaknya yang masih bayi. Teddy terlihat membantu polisi mencari dokumen-dokumen yang diperlukan.

Tim Inafis kemudian membawa barang bukti dari rumah Teddy seperti komputer PC dan satu kantong plastik berwarna hitam yang berisi kertas dokumen.

Ketika diwawancara Teddy mengakui kalau polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari rumahnya. Barang bukti yang diambil polisi adalah CCTV, komputer PC, dan ponsel milik almarhumah istri.

"Bukan diamankan, buat jadi biar tahu. Jadi dari CCTV diambil semua, sama komputer, HP bunda diperiksa. Saya kasih biar semua nemu titik terang nggak ada yang disembunyikan kalau kematiannya memang wajar, normal," kata Teddy.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri mengatakan olah TKP di kediaman Lina Jubaedah merupakan tindak lanjut atas laporan Rizky Febian kepada Polrestabes Bandung, Senin (6/1/2020).

baca juga:

Asal Muasal Kecurigaan Keluarga Soal Jenazah Lina, Hingga Putri Sule Justru Singgung Sosok yang Membahayakan


"Ini tindak lanjut dari laporan Rizky Febian. Nanti Kabid Humas yang sampaikan," ujarnya kepada awak media usai olah TKP, Rabu (8/1/2020).

Sebelumnya, Menurut keterangan petugas keamanan kompleks, Uung (47), mobil Inafis datang sekira pukul 10.00 WIB. Dia juga mengatakan, suami almarhum Lina, Teddy, ada di dalam rumahnya.

"Datang tadi sekitar pukul 10.00 WIB. Terus langsung ke dalam (rumah). Pak Teddy ada tadi di dalam rumahnya," katanya.

Petugas Inafis keluar dari kediaman Lina Jubaedah sekira pukul 13.27 WIB. Mereka terlihat membawa satu unit CPU komputer. Selain itu sejumlah barang lain yang dimasukkan ke dalam dua bungkus plastik bening.

Petugas kemudian memasukkan barang-barang tersebut ke dalam mobil Inafis Polrestabes Bandung. Selain itu, terlihat sejumlah petugas polisi masih berjaga di sekitar lokasi.

Sebelumnya, Rizky Febian membuat laporan kepada Polrestabes Bandung karena menduga ada kejanggalan atas kematian ibunya, Lina Jubaidah, Sabtu (4/1/2020).(suara.com)

 

from Berita Heboh https://ift.tt/39SWOQ6
via IFTTT

Nomor Telepon Hanung Bramantyo Diretas, Kerugian Capai Rp4 Juta

13.14

Beritaterheboh.com - Sutradara kondang Hanung Bramantyo diketahui tengah tertimpa musibah. Nomor ponsel berikut WhatsApp pribadi sang sutradara dikabarkan telah diretas oknum tak bertanggung jawab.

Kabar itu diumumkan Hanung Bramantyo lewat unggahannya di Instagram, pada 7 Januari 2020. Dia memberitahukan bahwa nomor ponselnya sudah tidak lagi dipakai. Bapak lima anak itu juga meminta rekan-rekannya untuk mengabaikan segala pesan yang terkirim melalui nomor tersebut.

“Dear friend, no hp saya 08111551100 sudah tidak dipakai lagi. Tolong, kalau ada yang WhatsApp dari nomor itu diabaikan. Salam,” tulis Hanung Bramantyo dalam unggahannya di InstaStory.

Sebagai istri, Zaskia Adya Mecca juga turut andil membantu Hanung untuk mengabarkan hal tersebut lewat unggahannya. “WhatsApp mas @hanungbramantyo DIHACK. Jangan ada yang meminjamkan uang!!” tulis bintang Ayat Ayat Cinta tersebut.

Akibat peretas tersebut, nomor telepon sutradara Bumi Manusia tersebut sudah melakukan penipuan terhadap beberapa orang dengan total kerugian mencapai Rp4 juta. Modus yang digunakan untuk mendapatkan dana tersebut dengan melakukan transfer pulsa sebesar Rp100 ribu.

"Hati-hati ya sudah ada yang kena total Rp4juta. 08111551100 nomornya diambil alih hacker #mashanungmintapulsa,” tulis Zaskia Mecca.*(okezone.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/37RqZoZ
via IFTTT

Keluarga Minta Autopsi, Rumah Sakit Buka Suara soal Pemeriksaan Lina Jubaedah

13.14

Beritaterheboh.com - Pihak RS Al Islam Bandung turut berbicara terkait polemik dari meninggalnya mantan istri Sule, Lina Jubaedah pada 4 Januari 2020.

Apalagi, setelah ramai diberitakan putra sulung almarhumah, Rizky Febian melaporkan kejanggalan dari kematian ibunya ke Polrestabes Bandung pada 6 Januari 2020.

Dirangkum Kompas.com, berikut penjelasan RS Al Islam Bandung terkait kondisi mendiang Lina yang sempat dibawa ke rumah sakit untuk ditangani.

1. Dibawa pagi dan sudah meninggal setibanya di rumah sakit

Kepala Bidang Informasi dan Pemasaran RS Al Islam Bandung, dr. Guntur Septapati, MMRS mengatakan, Lina sudah dalam keadaan meninggal dunia saat tiba di instalansi gawat darurat (IGD).

"Ke IGD saat itu sekitar jam 04.00 pagi, pukul 04.15 dinyatakan meninggal dunia, ke sini sudah tak bernafas. Kami yakinkan standar rumah sakit dan lain-lain, (Pada) pukul 04.15 pasien sudah meninggal dunia," ujar Guntur seperti dilansir dari Tribun Jabar, Selasa (7/1/2020).

2. Tak sempat didiagnosa dan perlu otopsi

Pihak rumah sakit tidak bisa menentukan diagnosa secara pasti soal kematian Lina. Sebab, pasien sudah meninggal dunia.

Guntur menuturkan, pihak rumah sakit tidak bisa memastikan penyebab meninggal dunia atas nama pasien Lina Jubaedah kecuali dilakukan otopsi.

"Saat itu dianggap normal, minta langsung dibawa pulang. Enggak ada mengarah dan melihat ke arah lebam-lebam," katanya.

Berdasarkan standar pelayanan rumah sakit, apabila ada pasien yang meninggal dunia dan pihak keluarga ragu-ragu soal penyebab kematian, perlu dilakukan otopsi.

"Karena secara medis, bisa diketahui semua. Misalnya, perkiraan kematian berapa lama, soalnya datang ke sini sudah meninggal," kata Guntur.

Diberitakan sebelumnya, Rizky Febian membuat laporan atas temuan kejanggalan kematian Lina Jubaedah kepada polisi pada 6 Januari 2020, tanpa adanya pihak terlapor.

Sebelumnya, Sule sempat mengungkapkan rencananya memeriksa ke rumah sakit guna menanyakan hasil visum terhadap jenazah Lina.

Niat Sule tersebut karena mendengar kabar bahwa sempat dilakukan pemeriksaan terhadap Lina dan mendapati jenazah mantan istrinya tersebut membiru.(Kompas.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/2QU0pV7
via IFTTT