Travel mugs, milk bottles recalled for safety hazards - Fox Business

Travel mugs, milk bottles recalled for safety hazards - Fox Business

17.47

Consumers are being warned about a couple of recalls involving travel mugs and milk bottles.

Continue Reading Below

The warning comes from the Consumer Product Safety Commission.

The Boston Warehouse Trading Corp. is recalling Holiday Travel mugs due to a fire hazard.

They have a decal with “Let it Snow” or “Merry and Bright” in gold metallic lettering.

Recalled Holiday Tall Travel Mug with Lid

“Microwave safe” is written on the backstamp under the glaze and on the wrap band, however the firm has received one report of sparks when a consumer used the mug in a microwave.  No injuries have been reported.

Consumers should immediately stop using the recalled mugs and return them to place of purchase for a full refund or contact Boston Warehouse Trading Corp.

The product was sold exclusively at Meijer stores nationwide from October  2019 through November  2019 for about $10.

Boston Warehouse Trading Corp.  can be reached online at www.bwtc.com. Click on recall at the top of the page for more information.

GET FOX BUSINESS ON THE GO BY CLICKING HERE

Another recall involves the Libbey Glass 33.5 oz. milk bottles due to a laceration hazard..

They are clear colorless glass bottles with no markings that measure about 8½ inches in height by 3¼ inches in width at the base.

Bottle cartons with item number 92129 and manufacturing dates of either August 15, 2019 or August 31, 2019.  If your establishment received these bottles after August 15, 2019, contact your distributor to determine if you received affected bottles.

Foodservice establishments and customers should immediately stop using the recalled milk bottles and contact the firm to receive a refund in the form of a credit voucher or a free replacement bottle

CLICK HERE TO READ MORE ON FOX BUSINESS

Libbey Glass can be reached online at www.libbey.com and click on “Product Recall” for more information.

Let's block ads! (Why?)



"mug" - Google News
January 10, 2020 at 03:17PM
https://ift.tt/2Ne5F4U

Travel mugs, milk bottles recalled for safety hazards - Fox Business
"mug" - Google News
https://ift.tt/2PkclyJ
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Diperiksa Polisi, Teddy Dicecar Beberapa Pertanyaan dan HP Dicek

16.33
Beritaterheboh.com - Suami Lina Jubaedah, Teddy Pardiana dimintai keterangan di Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (9/12) malam. Semua itu berkaitan dengan laporan Rizky Febian mengenai dugaan kematian Lina.

Dari pantauan, Teddy yang mengenakan jaket warna merah datang bersama Putri Delina, (anak Lina dari pernikahannya dengan Sule). Mereka memasuki gedung Satreskrim Polrestabes Bandung.

Setelah sekitar satu jam berada di dalam gedung Satreskrim, Teddy menjelaskan penyidik menanyakan beberapa hal terkait kematian Lina.

"Menanyakan beberapa pertanyaan. Sekarang hanya cek handphone oleh tim IT kepolisian. Besok dipanggil lagi, mungkin di-BAP. Pihak Kepolisian baik. Dari kemarin juga terlihat terus bekerja, mungkin agar masalah lainnya cepat selesai," kata dia.

Dia mengaku akan kooperatif dengan polisi agar simpang siur masalah ini cepat selesai. Alasannya, agar ia bisa fokus menjaga anaknya yang masih bayi.

Teddy menganggap wajar pelaporan yang dilayangkan oleh Rizky Febian berkaitan dengan dugaan kejanggalan penyebab meninggalnya Lina.

"A Iki (Rizky Febian) mungkin ingin memastikan apakah kematian Ibunya itu diakibatkan tindakan kriminal atau memang karena sakit. Semuanya saya serahkan kepada tim dokter dan pihak Kepolisian," terangnya.

"Saya tidak akan menempuh jalur hukum lagi. Saya kira hasilnya sudah cukup jelas. Saya mengerti, A Iki membawa ini sampai ke jalur hukum karena ada rasa penasaran dan ingin melakukan yang terbaik untuk ibunya," terangnya.

"Saya pun ingin kooperatif agar ini cepat selesai. Saya tidak akan menuntut balik. Saya pun tidak sakit hati. Saya harus menyayangi Iki sebagai anak sendiri, sebagaimana amanat Lina," pungkasnya.

Sementara itu, Putri Delina memilih untuk tidak memberikan pernyataan kepada wartawan.(Merdeka.com/Artikel Asli)

from Berita Heboh https://ift.tt/2t6D2jf
via IFTTT

Fakta Baru Kematian Mantan Istri Sule, Pengacara Beberkan Keterangan Rizky Soal Warna Ungu di Mulut Lina

16.03
Beritaterheboh.com - Kamis (9/1/2020), makam Lina Jubaedah, mantan istri komedian dan presenter Entis Sutisna atau Sule dibongkar.

Hal tersebut dilakukan setelah sang anak, Rizky Febian melapor ke polisi terkait kejanggalan kematian sang ibunda.

Pembongkaran makam Lina Jubaedah rencananya dijadwalkan pada pukul 08.00 WIB pada Kamis (9/1/2020).

Namun jadwal pembongkaran makam tertunda karena hujan turun di sekitar TPU Jalan Sekelimus, Bandung tempat Lina dimakamkan.


Di lokasi pemakaman dipasang tirai berrwana merah di salah satu sisi makam Lina. Pembongkaran dan otopsi dilakukan secara tertutup.

Dilansir dari Antaranews.com, kuasa hukum Rizky Febian, Bahyuni Zaili mengatakan dalam keterangan laporan kepada pihak kepolisian, Rizky melihat ada warna ungu yang diduga lebam di sekitar mulut mendiang Lina Jubaedah.

"Kalau dilihat (dari keterangan Rizky) di bibirnya tuh ada kayak warna ungu ya dari sini (menunjukkan mulut ke dagu)" kata Bahyuni di lokasi pengmbongkaran makam Lina untuk otopsi, Kamis.


Bahyuni mengatakan Rizky hanya melihat lebam di sekitar mulut karena bagian tubuh Lina yang lain telah tertutup dengan kain kafan.

"Kan sudah terbungkus (kain kafan). Iky tidak melihat (lebam) yang lain," jelasnya.

Lebam tersebut yang membuat anak pertama mendiang Lina merasa ada kejanggalan atas kematian ibunya hingga melapor ke Polrestabes Bandung pada Senin (6/1/2020).

"Kita itu gak tahu karena apa yaa (lebam), makanya kita minta bantuan kepolisian, kemudian dilakukan otopsi, jelasnya.


Sementara itu Dokter Rumah Sakit Bhayangkata Sartika Asih, Robert Tanjung mengatakan hasil dari proses otopsi bisa diketahui paling lama lama dalam dua pekan.

Menurutnya, saampel otopsi akan dibawa untuk dianalisis di Puslabfor Polri. Ia sendiri tidak menjelaskan secara rindi apakah terdapat kejanggalan pada tubuh mendiang Lina.

"Nanti setelah hasil ada kita serahkan ke penyidik. Nanti penyidiklah yang akan memutuskan," jelas Robert.

Anak perempuan Lina dipeiksa lima jam
Di hari yang sama dengan pembongkaran makam Lina Jubaedah, Putri Delina putri komedian Sule dan mendingan Lina Jubaedah diperiksa Penyidik Polrestabes Bandung.

Putri datang memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 18.30 WIB dan terlihat keluar dari gedung Gedung Satreskrim Polrestabes Bandung pukul 23.40 WIB.

Penyidikan dilakukan sekitar lima jam.

Putri Delina ditemani dua orang perempuan berkerudung dan dua orang pria. Putri tidak memberikan pernyataan terkait proses pemeriksaan.

Terlihat lelah, Putri hanya melemparkan senyuman saat ditanya seputar pemeriksaan oleh awak media.


“Nanti saja ya, kasihan sudah kecapean dari tadi pagi belum istirahat,” kata salah satu rekan Putri, Aris.

Salah satu penyidik mengatakan Putri ditanyai banyak pertanyaan seputar kematian Lina Jubaedah.

"Yang ditanyakan banyak lah. Terkait saat kematian dia ada di rumahnya itu," ujar seorang penyidik.


Pemeriksaan Putri adalah kelanjutan dari upaya kepolisian mencari kebenaran dari peristiwa kematian Lina Jubaedah.

Selain Putri, suami sah mendiang Lina juga terlihat menjalani pemeriksaan di Polrestabes Bandung.

“Mohon maaf ya, kasihan juga Putri-nya kecapekan,” kata Teddy.(kompas.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/39Y6IQo
via IFTTT
India's top court orders review of all curbs in Kashmir - The Associated Press

India's top court orders review of all curbs in Kashmir - The Associated Press

15.46
India's top court orders review of all curbs in Kashmir - The Associated Press

NEW DELHI (AP) — India’s top court on Friday ordered the government to review all restrictions, including suspension of internet service, in Indian-controlled Kashmir within a week, saying the measure amounted to abuse of power.

Defense attorney Vrinda Grover said the Supreme Court also directed the government to make public all orders imposing a lockdown in Kashmir in August after Prime Minister Narendra Modi’s Hindu nationalist government revoked the Muslim-majority region’s semi-autonomous status.

The court held that the internet shutdown impacted the freedom of press, which is part of freedom of speech and expression.

Ghulam Nabi Azad, an opposition Congress party leader, and Anuradha Bhasin, editor of The Kashmir Times, were the main petitioners in the case.

The Congress party said the court delivered the “first big jolt of 2020 to illegal activities of Modi’s government by stating the importance of the internet as a fundamental right.”

The people of Kashmir were waiting for this judgement, said Azad.

The decision to abolish Kashmir’s special status was accompanied by a harsh crackdown, with New Delhi sending tens of thousands of additional troops to the already heavily militarized region, imposing a sweeping curfew, arresting thousands and cutting virtually all communications.

Authorities have since eased several restrictions, lifted roadblocks and restored landlines and cellphone services. The internet, however, remains cut off.

Officials also have encouraged students to return to school and businesses to reopen, but top political leaders from the region continue to be under arrest or detention.

Bhasin said the restrictions had crippled media outlets, essential services and even communications between families, bringing untold miseries to people.

Solicitor-General Tushar Mehta, who argued the government’s case, said authorities acted based on evidence from intelligence and the military that inflammatory material and speeches, and faked stories, photos and videos were being spread on social media.

Mehta had argued in the court that “modern terrorism relies heavily on the internet” and considers social media as its most effective weapon.

Let's block ads! (Why?)



2020-01-10 06:47:01Z
https://ift.tt/2t6zJbP
CAIiEBvXUuh7ongjECjNuW5SSEEqGAgEKg8IACoHCAowhO7OATDh9CgwvaadAg
Minnesota’s Road Warriors Face Another Huge Test Against Top-Seeded Niners - Forbes

Minnesota’s Road Warriors Face Another Huge Test Against Top-Seeded Niners - Forbes

15.16
Minnesota’s Road Warriors Face Another Huge Test Against Top-Seeded Niners - Forbes

Minnesota’s Road Warriors Face Another Huge Test Against Top-Seeded Niners - Forbes

15.16

Anies Sebut Tak Ada Mal yang Tutup karena Banjir, Ini Faktanya

15.03
Beritaterheboh.com -  Bencana banjir awal tahun 2020 yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Tidak hanya berdampak bagi rusaknya permukiman dan fasilitas umum, tetapi juga bagi aktivitas bisnis, salah satunya bagi pusat perbelanjaan.

Adapun mal yang terdampak banjir paling parah di Jakarta di antaranya Mal Cipinang Indah, Mal Taman Anggrek, serta beberapa mal di kawasan Daan Mogot.

Akan tetapi, Mal Cipinang Indah dan Mal Taman Anggrek dikabarkan masih belum juga bisa beroperasi seperti semula bahkan setelah lewat H+9 insiden banjir.


"Yang masih tutup Mal Cipinang Indah dan Mal Taman Anggrek," ujar Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah.

Dampak banjir kali ini adalah dampak banjir terparah yang dialami oleh pusat-pusat perbelanjaan tersebut.

"Jelas ini yang terparah, karena sebelumnya tidak sampai masuk ke dalam mal banjirnya," katanya.


Menurut Budiharjo, pihak yang paling dirugikan atas insiden ini adalah para tenant-tenant kecil.

"Kalau mal tutup artinya tenant-tenant kecil ini tidak bisa beraktivitas seperti biasanya, selain dirugikan barang-barang dagangannya rusak kena banjir, pendapatan mereka juga berhenti, karyawannya pun demikian," tuturnya.

Mal-mal terdampak banjir lainnya dipastikan sudah beroperasi seperti semula.

"Kalau Puri sudah beroperasi yang lainnya juga sudah," tutupnya.

detikcom juga mengecek kondisi di mal Cipinang. Mal Cipinang memang tidak beroperasi karena imbas banjir. Salah seorang petugas keamanan, Riky mengatakan mal tutup sejak awal tahun karena dampak banjir.


Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, efek banjir di Jakarta tidak parah seperti di beberapa daerah lain. Namun, wilayah yang memiliki dampak malah tidak diperbincangkan.

"Coba dicek, berapa jembatan yang hilang di banyak tempat. Di Jakarta ini alhamdulillah, gedung hilang tidak ada, rumah longsor tidak ada, jalan rusak tidak ada, betul ya?" ucap Anies.

"Kantor tutup tidak ada, mal tutup tidak ada, Bundaran HI ketutup tidak ada. Itu semua tidak ada, tapi pembicaraannya tinggi. Tapi di tempat yang ada itu semua, malah tidak jadi pembicaraan," katanya.(detik.com)



from Berita Heboh https://ift.tt/30eDhFi
via IFTTT