想いを形に、あの人と。大人かわいい「マグカップ」と「ハート・プレート」登場 - PR TIMES

想いを形に、あの人と。大人かわいい「マグカップ」と「ハート・プレート」登場 - PR TIMES

10.31
「友チョコ」や「自分にごほうびチョコ」が主流となりつつある、最近のバレンタイン。今年はチョコレートやスイーツと一緒に、とっておきのプレゼントを用意して、家族や友だちと贈り合ってみませんか?バレンタイン&ホワイトデーの新製品は、大人っぽいパステルカラーとコロンとした丸いフォルムが特長的なラインナップ。豊富なカラー展開とかわいらしいデザインが、ギフトに最適です。女性好みのカラーは、ホワイトデーにプレゼントとしてもらう「おねだりアイテム」にもぴったり。

かわいらしさと実用性を兼ね備えたストーンウェアから、「スフィア・マグ(S)」と「スフィア・ハート・プレート 17cm」が新登場。コロンとした形がかわいらしいマグは、ドリンクはもちろん、スープやプリン、焼き菓子の容器としてもお使いいただけます。ハートモチーフのプレートは、スイーツや料理を美しく演出し、マグのソーサーにもなるサイズです。カラーはチェリーブロッサム、コットン、へンプ、シュガーミントに、オンラインショップ限定のシュガーブルーが加わった全5色。同色どうしはもちろん、組み合わせても素敵です。コーディネート次第でクールにもキュートにも印象が変わります。マットな質感と、優しい曲線を描くデザインが人気の「スフィア」シリーズの、新たな魅力をお楽しみください。

「スフィア・マグ(S)」または「スフィア・ハート・プレート 17cm」を2点以上お買い上げいただくと、ル・クルーゼ オリジナル「スフィア・ミニ・ハート・ミルク・ジャグ」を1つプレゼントいたします。ハート型のミルクジャグはチョコレートや砂糖を入れて、ハート・プレートやマグとセットでお使いいただけます。

バレンタイン&ホワイトデーは、おいしいスイーツと上質なプレゼントが笑顔を運んでくれる日。大好きな仲間や友だちとの楽しい時間を、ぜひル・クルーゼの新製品と一緒にお過ごしください。


◆発売日    1月15日(水)
◆取り扱い店舗 ル・クルーゼ ショップ、公式オンラインショップ、全国のお取り扱い百貨店・専門店
◆製品
・スフィア・マグ (S) (5色展開) ¥2,500
・スフィア・ハート・プレート 17cm (5色展開)  ¥2,000
(全て税抜き価格)
 
スフィア・マグ (S)
ドリンクはもちろん、スープやプリン、焼き菓子の容器としても活躍します。外側はマット、内側はツヤのある仕上がりです。


スフィア・ハート・プレート 17cm
チョコレートやケーキ、フルーツを盛るのに適したサイズのプレート。縁に立ち上がりがあるので、生クリームやソースを添えることもできます。「スフィア・マグ」のソーサーとしてもお使いいただけるデザインです。


非売品 スフィア・ミニ・ハート・ミルク・ジャグ プレゼント
「スフィア・マグ(S)」または「スフィア・ハート・プレート 17cm」を2点以上お買い上げの方に、ル・クルーゼ オリジナル「スフィア・ミニ・ハート・ミルク・ジャグ」を1つプレゼントいたします。無くなり次第終了いたします。※一部対象外の店舗あり。

Let's block ads! (Why?)



"マグ" - Google ニュース
January 15, 2020 at 08:00AM
https://ift.tt/30jjLaG

想いを形に、あの人と。大人かわいい「マグカップ」と「ハート・プレート」登場 - PR TIMES
"マグ" - Google ニュース
https://ift.tt/2LzJR2R
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
ストラップ付きでポップなデザインが人気のガールズマグ『サーモス真空断熱ケータイマグ(JNT-551)』に3種の新デザインが登場! - アットプレス(プレスリリース)

ストラップ付きでポップなデザインが人気のガールズマグ『サーモス真空断熱ケータイマグ(JNT-551)』に3種の新デザインが登場! - アットプレス(プレスリリース)

10.31

魔法びんのグローバル企業として、人と社会に快適で環境にもやさしいライフスタイルを提案するサーモス株式会社(本社:東京都港区、社長:中條 啓一郎)は、ストラップ付きでポップなデザインが人気の“ガールズマグ”『サーモス 真空断熱ケータイマグ(JNT-551)』を、2019年12月1日(日)より発売しております。

サーモス 真空断熱ケータイマグ(JNT-551)<イメージ>

本製品はボトル本体にカラフルな柄やキュートなイラストをデザインしたケータイマグです。「ハンドストラップ付きで持ち運びやすい」「デザインがかわいい」「スリムなのでランドセルにいれやすい」と、女の子のお子さまに人気の製品です。

このたび、新たに3つのデザインを発売します。ブラックベースに赤いハートを散らし、弓矢が刺さったハートがワンポイントの「ブラックレッド」。ネイビーベースにピンクのチェック柄をいれた大人かわいい「ネイビーピンク」。ミント×パープルのかわいい配色に手書きのタイポグラフィを配置した「ミントパープル」をご用意しました。また、ストラップもラメが入ったキュートなデザインにリニューアル。素材もやわらかくなり、手に馴染みやすくなりました。

デザイン性にこだわったJNTシリーズは、ファッションにこだわりたい女の子のお子さまのデイリーユースはもちろん、誕生日や記念日のプレゼントとしてもおすすめできる製品です。いつもは大容量のボトルを使用しているお子さまも、涼しい季節や習い事などのちょっとした水分補給用のボトルとしてご活用いただけます。

【RENEWAL サーモス 真空断熱ケータイマグ(JNT-551)】

サーモス 真空断熱ケータイマグ(JNT-551)

<デザイン・ストラップ>

◆製品特長

●飲み口は、はずして洗える

 お手入れカンタン

●ステンレス製魔法びん構造だから高い保温・保冷力

●便利なストラップ付き

●丸洗いOK(本体は水中に放置しないでください)

●スポーツ飲料OK

●ワンタッチ・オープン(ロックリング付き)

●軽量・コンパクト

 ランドセルにも入れやすい!

<お手入れカンタン>

<ワンタッチ・オープン>

<ランドセル>

【『サーモス 真空断熱ケータイマグ(JNT-551)』 仕様一覧】

品番             :JNT-551

色              :BKR/ブラックレッド、NV-P/ネイビーピンク、

                MP/ミントパープル

希望小売価格(税抜)      :6,000円

容量(L)            :0.55

保温効力(6時間)        :71℃以上

保冷効力(6時間)        :10℃以下

口径(約cm)          :4.0

本体寸法/幅×奥行×高さ(約cm):7.5×7.5×24

本体重量(約kg)        :0.2

■製品に関するお問い合わせ先

サーモスお客様相談室

TEL(ナビダイヤル):0570-066966

https://www.thermos.jp/

Let's block ads! (Why?)



"マグ" - Google ニュース
January 15, 2020 at 08:15AM
https://ift.tt/2Tr7D5U

ストラップ付きでポップなデザインが人気のガールズマグ『サーモス真空断熱ケータイマグ(JNT-551)』に3種の新デザインが登場! - アットプレス(プレスリリース)
"マグ" - Google ニュース
https://ift.tt/2LzJR2R
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Ini Pengakuan Pembina Pramuka Yang Bawakan Yel Berbau SARA pada Siswa SD

09.38

Beritaterheboh.com - Kwarcab Pramuka Kota Yogyakarta memanggil peserta kursus mahir lanjutan (KLM) yang gunakan tepuk atau yel-yel berbau SARA.

Peserta dipanggil untuk dimintai klarifikasi terkait kejadian di SD Negeri Timuran, Kota Yogyakarta.

Wakil Ketua Kwarcab Pramuka Kota Yogyakarta Suraji Widarta mengatakan sudah memanggil peserta KML berinisial E tersebut.

"Sudah saya panggil kemarin," ujar Wakil Ketua Kwarcab Pramuka Kota Yogyakarta Suraji Widarta saat dihubungi, Kompas.com, Selasa (14/1/2020).

Baca juga: Pembina Pramuka Ajarkan Siswa SD Yogyakarta Yel Berbau SARA, Sri Sultan: Di Indonesia Tak Ada Kafir

Suraji menyampaikan, pihaknya sudah memanggil peserta KML asal Gunungkidul berinisal E untuk dimintai klarifikasi terkait kejadian saat praktik di SD Negeri Timuran.

Proses klarifikasi dimulai dari sore hari hingga malam hari.

Dari pengakuan E, tepuk atau yel-yel tersebut dilakukan tanpa direncanakan.

"Kemarin sore kita panggil. Saya klarifikasi kembali dan pengakuannya spontan, tidak direncanakan," ucapnya.

Saat dimintai klarifikasi, E juga mengaku jika dirinya tidak mengajarkan tepuk atau yel-yel tersebut kepada para siswa atau peserta didik golongan siaga putri yang diajar oleh peserta kursus.

Namun, peserta KML asal Gunungkidul ini hanya mengajak tepuk atau yel-yel anak soleh.

"Jadi tidak mengajarkan tetapi langsung masuk lingkaran itu, langsung mari tepuk itu dan Itu hanya sekali saja. Kalau mengajarkan kan, mari kita tepuk anak soleh itu begini caranya, itu tidak," urainya.


"Saya juga sudah klarifikasi orang yang menunggu waktu itu, ya seperti itu (tidak mengajarkan)," katanya.

Suraji juga menyampaikan permintaan maaf terkait peristiwa di SD Timuran saat praktik Kursus Mahir Lanjutan (KML).

"Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya karena kejadian yang sudah viral di media massa," tutur Suraji.

Menurutnya, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan dari orang tua siswa SD Negeri Timuran terkait dengan yel-yel salah satu peserta Kursus Mahir Lanjutan (KML) pembina Pramuka.

Tindak lanjut yang diambil saat itu adalah dengan menegur peserta kursus tersebut saat itu juga.

Pihaknya juga langsung meluruskan kepada peserta didik golongan siaga putri yang diajar oleh peserta kursus.

"Kita tidak menunggu waktu, sehingga langsung klarifikasi, langsung menegur dan langsung meluruskan bahwa yang disampaikan (seorang peserta kursus) tidak benar," ucap Suraji.

Dia menambahkan, selaku Pinsus KML dirinya juga saat itu langsung membetulkan jika tepuk atau yel-yel seperti itu tidak benar. Tepuk tersebut tidak boleh digunakan.

"Waktu itu yang membetulkan adalah saya, tepuk tadi adalah tidak benar, karena kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak membeda-bedakan agama satu dengan yang lainya. Saya sampaikan tepuk itu jangan digunakan lagi," ujarnya.(kompas.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/30kSG6Z
via IFTTT

Curhat Pengikut Keraton Agung Sejagat Tak Masalah Dicibir dan Disebut Gila Lantaran....

09.08
Beritaterheboh.com - Kemunculan Keraton Agung Sejagat mengundang banyak reaksi. Selain Bupati Purworejo yang berterima kasih karena membuat daerahnya jadi terkenal, mayoritas warga mempertanyakan eksistensi keraton tersebut.

Warga Desa Pogung, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tempat keraton tersebut berada, justru banyak yang mencibir. Mereka menyebut, terkadang Totok dan para pengikutnya menyanyikan lagu hingga malam dan membuat warga terganggu.



Pak Puji, penjaga Keraton Agung Sejagad di Purworejo, Jawa Tengah. Foto: Dok. Hiya Fadhilatul Ulya

Meski demikian, mereka tetap mendatangi keraton tersebut untuk melihat-lihat. Tak sedikit juga warga yang memanfaatkan keramaian itu untuk berjualan hingga mengutip biaya parkir.

"Halah, raja opo. Paling gurkoyongono, malah gaweresah. (Raja apa, paling cuma begitu saja, malah membuat resah," kata salah seorang warga di lokasi, Selasa (14/1).

Salah seorang penjaga keraton, Puji, menyebut Keraton Agung Sejagat memiliki pengikut sekitar 400-an orang. Namun warga Desa Pogung hanya sekitar 4 orang, sedangkan warga Purworejo hanya 80-an orang. Sisanya diklaim dari berbagai daerah di Indonesia.

"Dulu di Purworejo ada 4.000-an, tapi sekarang mengerucut jadi 80," kata Puji.

Puji mengaku telah mengenal Totok sejak tahun 2015 saat pria itu tinggal di Yogyakarta. Dia menyebut Totok awalnya tinggal di luar negeri, namun tak bisa menyebutkan di mana pastinya.

"Setelah ada wangsit dari eyangnya, 2011 kembali ke tanah Jawa, tinggal di Jakarta. Di Jakarta enggak tenteram lalu mulai 2014 tinggal di Yogya," katanya.

Puji tak terima Keraton Agung Sejagat disebut sebagai kerajaan yang muncul dadakan. Menurutnya, Totok dan para pengikutnya telah berjuang mengenalkan keraton tersebut sejak lama. Puji menyebut, Keraton Agung Sejagat pertama kali menggelar deklarasi di Candi Borobudur, Magelang, pada 14 Agustus 2018.

"Sebetulnya kita belum menginginkan viral seperti ini, kita belum siap karena keadaan masih begini. Karena ini sudah alam yang menunjukkan. Kalau kita mendeklarasikan bukan hanya di Indonesia, kita kirim ke dunia termasuk ke PBB, termasuk ke Mahkamah Internasional," sebutnya.


Menurutnya, keberadaan kerajaan ini untuk memakmurkan kembali tanah Jawa. Namun dia tak dapat menjelaskan detailnya. Puji juga tak mampu menjawab saat ditanya apakah pengikut Keraton Agung Sejagat masih meyakini keberadaan NKRI atau tidak.

"Itu Sinuhun yang mampu menjawab (soal NKRI)," katanya.

Saat ini belum ada aktivitas berarti di Keraton Agung Sejagat, selain kirab alias wilujeng-an, beberapa waktu lalu. Menurutnya akan ada sidang kerajaan, sidang departemen, dan sidang parlemen, namun waktunya belum ditentukan.


Puji meyakini Totok benar-benar keturunan Majapahit dan layak menjabat sebagai raja, alias Sinuhun. Dia tak ambil pusing meski mengaku banyak dicibir warga.

"Setiap orang punya penilaiannya sendiri-sendiri. Kalau mengatakan, keratone wong edan, monggo. Mungkin pakaian kami saat kirab kemarin dikatakan seperti seragam karnaval, monggo silakan," kata Puji.

"Tapi nanti kalau benar-benar terjadi ya monggo (mari) sama-sama kita rasakan," imbuhnya.

Pensiunan penyuluh kehutanan wilayah Purworejo ini bertekad membaktikan diri untuk Keraton Agung Sejagat. Meski demikian, Puji dan istri tetap memiliki aktivitas lain untuk menunjang perekonomian keluarga mereka. Begitu juga dengan para pengikut Keraton Agung Sejagat yang lain.

"Sesuai latar belakang kita masing-masing. Di sini sama-sama berjuang mendirikan keraton. Karena berjuang, untuk berjualan perlu peluru atau senjata. Nah senjata, nek kita tidak makarya (bekerja), itu kan kita tidak ada. makanya dipersilakan (bekerja)," ujar Puji.(Kumparan.com)


from Berita Heboh https://ift.tt/2RhK0dp
via IFTTT

Nyesek! Pengakuan Anggota Kerajaan Agung Sejagat Purworejo: Semua, Termasuk Biaya Seragam Pakai Uang Sendiri

08.08

Beritaterheboh.com - Seorang anggota Kerajaan Agung Sejagat berbagi kisahnya menjadi bagian dari keraton.

Lokasi Kerajaan Agung Sejagat ini terletak di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Anggota kerajaan bernama Puji ini mengaku bergabung dengan Kerajaan Agung Sejagat sejak 2015.

Awalnya, Puji diajak oleh Sinuhun atau Totok Santoso Hadiningrat.

Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat menurutnya adalah trah Eyang Hanyokrokusumo.

Tak sendiri, sang suami juga diajak bergabung oleh Sinuhun Totok Santoso.

Puji menjelaskan, tugasnya di Kerajaan Agung Sejagat itu sebagai penerima tamu di depan pintu masuk keraton.

Sementara, tugas dari suami Puji yaitu mencatat daftar hadir para pengunjung.

Puji menuturkan, Kerajaan Agung Sejagat ini memiliki anggota yang berasal dari berbagai daerah.


Menurutnya, anggota keraton di antaranya berasal dari Purbalingga dan Wonosobo.

Namun, ia mengatakan, anggota Kerajaan Agung Sejagat kebanyakan merupakan warga asli Purworejo.

Ia mengatakan, Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat sering kali menjelaskan sejarah dari Kerajaan Agung Sejagat.

"Nenek moyang saya menceritakan jika akan ada istilahnya 'pasar ilang kumandange'

dan percaya akan kedatangan Kaisar Sinuhun yang merupakan titisan keturunan eyang Majapahit," kata Puji, dikutip dari TribunJateng.com, Selasa (14/1/2020).

Para punggawa termasuk juga Puji percaya jika dulunya daerah Pogung yang saat ini dijadikan keraton tersebut dilewati sebuah kereta kencana dan merupakan bekas keraton.

"Makanya dipilih di sini karena ada kisah seperti itu. Bahasanya adalah ndililah atau kebetulan dan membuat para pengikut  percaya dengan panggilan alam," ungkap Puji.



Keramaian warga saat mengunjungi Kerajaan Keraton Agung Sejagat, pada Selasa (14/1/2020). (Permata Putra Sejati/Tribun Jateng)


Biaya Sendiri

Selanjutnya, Puji mengaku selama menjadi punggawa tidak ada iuran atau dana yang keluar selama masuk Kerajaan Agung Sejagat.

Menurutnya, uang yang ia keluarkan hanya uang bensin untuk perjalanan berangkat dan pulangnya.

"Paling kalau keluar uang kalau kita berangkat ke sini naik motor, bensinnya sendiri," jelas Puji.

Ketika ditanya terkait pembiayaan dalam sistem kerajaan, termasuk seragam, menurut Puji, semuanya menggunakan biaya sendiri.

"Tidak ada janji-janji, paling adalah wejangan seperti menceritakan sejarah Jawa, dan misinya adalah menyejahterakan masyarakat dalam hal sandang, pangan, papan," lanjut dia.

Warga foto bersama dengan punggawa Kerajaan Keraton Agung Sejagat (KAS) Purworejo pada Selasa (14/1/2020). (Permata Putra Sejati/Tribun Jateng)


Penolakan Warga

Mengutip TribunJateng.com, kehadiran Kerajaan Agung Sejagat ini telah membuat segenap perangkat desa mengambil sikap.

Ketua RT 3 RW 1, Dedi Mulyadi mengatakan, seluruh warga, tokoh, dan perangkat desa telah mengambil sikap menolak segala kegiatan yang mengganggu warga.

Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Para tokoh bertemu di Masjid Pandansari, mencari solusi atas ramai keberadaan keraton agung sejahat di lingkungan mereka.

"Awalnya adalah kedatangan batu cukup mengherankan warga. Lalu melakukan kegiatan tidak lazim dan sesaji yang begitu banyak," ujar Dedi kepada Tribunjateng.com, Senin (13/1/2020).

Dedi mengatakan, puncak dari itu semua adalah ketika momen peresmian kerajaan.

"Dari situ kami mulai menggeliat dan resah. Intinya resah, kegiatan yang amat sangat tidak paham," jelasnya.


Dedi mengatakan, dia sudah beberapa kali datang dan memperingatkan, namun pesan dan peringatan tersebut tidak berpengaruh apapun.

"Jujur saja kami takut, lalu apa yang sudah kami omongkan tidak mempan," ungkap dia.

Pihaknya setuju bahwa kasus ini menjadikan warga tidak kondusif, dan merugikan warga desa sendiri.

Untuk selanjutnya kebijakannya adalah menyerahkan kepada pemerintah daerah Kabupaten Purworejo.

"Pemda tidak akan ambil tindakan selama masyarakat masih tenang saja dan adem ayem. Oleh karena itu kita mengambil sikap menolak," tambah Dedi.(Tribunnews.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/36Qhlme
via IFTTT

Polisi Cari Pemilik Akun Twitter @digeeembok

07.38
Beritataerheboh.com - Polisi kini sedang mencari pemilik akun Twitter @digeeembok terkait laporan dugaan pencemaran nama baik yang dibuat oleh pramugari Garuda Indonesia Siwi Widi Purwanti.

"Pemilik akunnya masih dalam penyelidikan, nanti akan kita lakukan pemeriksaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa (14/1/2020).

Meski demikian fokus pihak kepolisian saat ini adalah pemeriksaan terhadap Siwi terkait laporan dugaan pencemaran nama baik yang dibuatnya. Selain Siwi, kepolisian juga akan memanggil rekan kerja Siwi yang juga seorang pramugari untuk dimintai keterangan.

Pemeriksaan terhadap Pramugari Garuda Indonesia, Siwi Widi Purwanti yang pada awalnya akan digelar pada Senin (13/1/2020), batal dilakukan karena pelapor sedang berada di luar negeri. Polisi menjadwalkan ulang pemeriksaan Siwi Widi pada Jumat, 17 Januari 2020.

Yusri mengatakan pihak penyidik sudah berkoordinasi dengan tim kuasa hukum Siwi dan kuasa hukum telah menyampaikan bahwa kliennya akan memenuhi panggilan kedua ini.

Pramugari Garuda Indonesia Siwi Widi Purwanti melaporkan akun Twitter @digeeembok ke Polda Metro Jaya pada 28 Desember 2019 atas dugaan pencemaran nama baik. Laporannya terdaftar dengan nomor LP/8420/XII/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Pelaporan oleh Siwi Widi dipicu oleh cuitan yang diunggah oleh akun Twitter @digeeembok yang menyebut Siwi Widi memiliki hubungan spesial dengan salah satu mantan direksi PT Garuda Indonesia. [Antara]

from Berita Heboh https://ift.tt/2FNsmc8
via IFTTT

Pengacara Lina Sebut Teddy Masih Tinggal di Kontrakan Hingga Bicara Soal Pekerjaan

20.38

Beritaterheboh.com - Teddy, suami almarhumah Lina Jubaedah, menjadi sorotan sejak Rizky Febian dan keluarga menilai kematian Lina tidak wajar. Sampai sekarang, banyak yang tidak mengetahui latar belakang Teddy. Termasuk Abdurrahman, pengacara Lina.


"Jadi pekerjaannya (Teddy) apa saya juga kurang tahu persis," kata Abdurrahman kepada wartawan lewat telepon, Senin (13/1).


Abdurrahman membeberkan, rumah yang ditempati Teddy dan Lina di jalan Neptunus, Bandung, Jawa Barat, bukanlah rumah Teddy. Melainkan rumah kontrakan.



"Yah tinggal itu kan baru ketahuan belakangan karna perkawinannya saya nggak tahu. Ternyata tinggal di jalan Neptunus itu juga bukan rumah pribadi tapi ngontrak bersama Lina," pungkas Abdurrahman.


Lina Jubaedah, ibu kandung Rizky Febian, meninggal dunia pada Sabtu (4/1) pagi. Beberapa hari seteleah dimakamkan, Rizky melapor ke Polresta Bandung meminta otopsi jenazah Lina karena diduga ada memar dan lebam di tubuh ibunya.



Awal Kenal dari Sumule


Hingga kematian mantan istri Sule, kisah asmara Lina dan Teddy masih menjadi misteri.


Tak banyak yang diketahui dari kisah cinta yang terjalin antara Lina dan Teddy hingga akhirnya menikah.


Namun, mantan istri Teddy, Icha pernah mengatakan jika eks suaminya dan Lina mulai saling dekat setelah sering duet melalui aplikasi Smule.


Teddy pun sempat membenarkan perkataan mantan istrinya dan mengatakan jika kenal Lina melalui aplikasi tersebut.


"Awal mulanya ya saya pertamanya kenalnya dari aplikasi siaran langsung itu," ujar Teddy, dikutip TribunJabar.id dari wawancara eksklusif di Insert Story, Jum'at (10/1/2020).


Pernyataan Teddy ternyata senada dengan keterangan Icha pada September 2018.


Icha adalah seorang perempuan yang mengaku merupakan mantan istri Teddy.


"Betul pertama saya berteman dengan Lina karena gara-gara suami saya bermain Smule," kata Icha, dikutip dari tayangan Pagi Pagi Pasti Happy, di channel YouTube Trans TV Official, Sabtu (11/1/2020).


Video saat Lina dan Teddy menyanyi di Smule pun kini sudah tersebar di YouTube.


Satu di antaranya, video tersebut diunggah di channel Sinta Saba.


Dalam video tersebut, Lina dan Teddy menyanyikan lagu India berjudul Tum Hi Ho.


Lina mengenakan kerudung merah, sementara Teddy mengenakan topi.


Lina terlihat merekam video tersebut di rumahnya.



"Istri Sule dan Tedi awal perkenalan di SMULE (Suara emas lina TUMHIHO)," tulis channel YouTube Sinta Baba.(Tribunnews/tabloidbintangcom)




from Berita Heboh https://ift.tt/2FKxfmm
via IFTTT