特措法対策本部設置へ議論 「まん延の恐れ」焦点に|全国のニュース|下野新聞 SOON(スーン) - 下野新聞

特措法対策本部設置へ議論 「まん延の恐れ」焦点に|全国のニュース|下野新聞 SOON(スーン) - 下野新聞

16.19

[unable to retrieve full-text content]

特措法対策本部設置へ議論 「まん延の恐れ」焦点に|全国のニュース|下野新聞 SOON(スーン)  下野新聞

"議論" - Google ニュース
March 21, 2020 at 02:59PM
https://ift.tt/2wi4Nat

特措法対策本部設置へ議論 「まん延の恐れ」焦点に|全国のニュース|下野新聞 SOON(スーン) - 下野新聞
"議論" - Google ニュース
https://ift.tt/2RYl2jG
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Di Tengah Wabah Corona, Anggota DPRD DKI Jakarta Kenneth Masih Layani Aduan Warga Ibu Kota

16.12

Beritaterheboh.com - Di tengah mewabahnya virus corona atau Covid-19 di Ibu kota, Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth masih menyempatkan diri untuk melayani aduan warga Kedoya Kebun Jeruk.

Hal itu lantaran tidak berfungsinya mesin pompa, mesin pemilah sampah beserta pintu air di Rumah Pompa Kedoya, Taman Ratu, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Pria yang akrab disapa Kent itu pun mengatakan, saat ini kota Jakarta sedang dilanda pandemi wabah virus Corona atau Covid-19 yang bisa menjangkiti siapa saja, dan penularannya sangat cepat.


Namun, ia tidak bisa hanya berdiam diri ketika mendapatkan laporan jika ada masyarakat yang membutuhkan bantuannya.

"Memang bisa menjadi suatu dilema, apakah saya harus melayani aduan warga atau saya hanya diam saja sampai wabah virus corona ini berlalu. Kan tidak boleh seperti itu seharusnya," kata Kent dalam keterangannya, Kamis (19/3/2020).


Anggota Komisi D dari Fraksi PDI Perjuangan hanya teringat ketika dirinya dilantik menjadi Anggota DPRD DKI Jakarta beberapa waktu lalu, hal tersebut membuat dirinya bersungguh-sungguh untuk melayani warga Jakarta.

"Kalau di tanya saya takut atau tidak di tengah mewabahnya virus corona atau Covid-19 dan dituntut untuk melayani aduan masyarakat? Pastinya ketakutan itu ada, tetapi kembali saya jadi ingat waktu saya pertama kali di ambil sumpahnya pada saat pelantikan saya jadi anggota DPRD DKI Jakarta sesuai dengan agama saya, saya harus amanah, bertanggung jawab dalam pekerjaan, melayani masyarakat dengan tulus dan ikhlas, karena saya percaya dan yakin Tuhan maha tau segalanya, mengiringi kemanapun kaki saya melangkah," sambung Kent.

Ia pun ikhlas dan berserah kepada Tuhan, jika disaat bertatap muka bersama warga ada resiko yang akan terjadi kepada dirinya, meskipun disaat merebaknya virus asal Kota Wuhan, China itu.

Ia pun mengaku punya kewajiban untuk menyelesaikan semua permasalahan yang diadukan oleh warga Jakarta, terutama masalah rumah pompa yang tidak berfungsi.

"Akhirnya saya memutuskan untuk datang dan mengeksekusi semua permasalahan yang ada. Karena beberapa hari ini di Jakarta Barat setiap malam selalu hujan lebat dan membuat resah, rumah pompa Kedoya Taman Ratu ini bersebelahan dengan gardu induk PLN dan rumah pompa tersebut tidak berfungsi sama sekali semua komponennya. Ini sangat berbahaya dan satu hal yang sangat saya khawatirkan yaitu terjadi musibah banjir lagi, bayangkan kalau Gardu Induk PLN tersebut terendam banjir bagaimana? saya yakin separuh pemukiman di kecamatan Kebon Jeruk dan sekitarnya pasti akan mengalami pemadaman listrik," kata Kent.

Ia pun tidak bisa membayangkan jika banjir kembali menerjang ibu kota seperti awal tahun 2020, dan hal tersebut akan memakan korban lebih banyak lagi.

"Saya yakin akan banyak lagi korban yang menderita apalagi di tengah mewabahnya virus corona, penyakit demam berdarah yang mengancam dan sebentar lagi akan masuk bulan ramadhan, warga pasti akan menderita sekali," katanya.



Oleh karena itu, ia pun harus berani mengambil resiko menjadi anggota dewan yang harus melayani warganya dimanapun, dan kapanpun.

Ia tak ingin warga Jakarta, khususnya warga yang memilihnya menderita.

"Sudah menjadi resiko saya sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dan pelayan masyarakat, terutama masyarakat Jakarta Barat. Saya tidak ingin masyarakat Jakarta Barat dan terutama warga yang kemarin memilih saya menderita," tuturnya.



Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Di Tengah Wabah Corona, Anggota DPRD DKI Jakarta Kenneth Masih Layani Aduan Warga Ibu Kota,

from Berita Heboh https://ift.tt/2QzwFxz
via IFTTT
石原あつ美、結婚と第1子妊娠を発表 お相手は一般男性「産まれて来る子と一緒に笑顔の絶えない、私達らしい家庭を」 - スポーツ報知

石原あつ美、結婚と第1子妊娠を発表 お相手は一般男性「産まれて来る子と一緒に笑顔の絶えない、私達らしい家庭を」 - スポーツ報知

14.29

 タレントの石原あつ美(34)が1月に一般男性と結婚していたことと、現在第1子を妊娠中であることが21日、わかった。自身のSNSで発表した。

 石原はブログに「ご報告」とエントリー。「いつも応援してくださる皆様へ」とし「まさかまさか…このようなご報告を皆さんにする日が来るとは…!!私事で大変恐縮ではございますが私、石原あつ美は、1月に入籍致しました」と結婚を報告。お相手については「一般の方で、理解力がありユーモアある素敵な方です」と明かした。

 「そして、現在は二人の間に新しい生命を授かりました」と第1子を妊娠中であることを発表し、「まだまだ未熟な2人ですが感謝の気持ちを忘れず、産まれて来る子と一緒に笑顔の絶えない、私達らしい家庭を築いて参りたいと思います」とつづった。

 今後については「お仕事も今は体調と相談しながら、無理のない範囲で続けております。出産後も今まで同様続けていく予定です」とし、「どうか温かく見守っていただけると幸いです」と結んだ。

Let's block ads! (Why?)



"一緒に来る" - Google ニュース
March 21, 2020 at 12:31PM
https://ift.tt/33y2En8

石原あつ美、結婚と第1子妊娠を発表 お相手は一般男性「産まれて来る子と一緒に笑顔の絶えない、私達らしい家庭を」 - スポーツ報知
"一緒に来る" - Google ニュース
https://ift.tt/2tj0gCV
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Pasien Corona Malah Ikut Rewang Hajatan, Kini Semua Tetangga Diisolasi

14.12

Beritaterheboh.com - Seorang ibu berusia 49 tahun dijemput petugas medis menggunakan pakaian alat pelindung diri lengkap pada Rabu (18/3/2020) malam.

Diketahui ibu yang merupakan warga di Solo tersebut dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo untuk menjalani isolasi intensif karena suspect Corona.

Berikut fakta-fakta yang dirangkum TribunSolo.com terkait penjemputan seorang warga Solo yang suspect Corona ini:

1. Sempat Jalani Karantina Mandiri



Lurah setempat Winarto menuturkan warga tersebut merupakan suspect Virus Corona. 

Winarto membantah jika sempat ada informasi 3 warganya positif Corona.


"Kami belum tahu hasilnya, dia itu merupakan seorang ibu berumur sekitar 49 tahun," tutur dia saat dipanggil ke Pemkot Solo bertemu Sekda Ahyani, Kamis (19/3/2020).

"Sebelum diambil, statusnya menjalani karantina mandiri di rumahnya," imbuhnya membeberkan. 

2. Dijemput Petugas Dibawa ke RS

Winarto menceritakan dirinya sempat didatangi beberapa petugas kesehatan beberapa hari sebelum penjemputan. 

"Petugasnya mengatakan kepada saya, 'pak warganya ini mau tidak mau harus kami jemput'," kata dia. 

"Ia juga mengatakan 'sudah kami siapkan mobil kesehatannya', saya hanya sebagai pemegang wilayah, ya siap, kemudian saya kondisikan,  jangan sampai mengumpulkan orang banyak," tambahnya. 

Pasien suspect tersebut dijemput petugas kesehatan di rumahnya. 

Adapun sebanyak kurang lebih empat orang yang mendiami rumah tersebut, termasuk pasien. 



3. Dijemput Menggunakan Mobil Khusus

Kejadian 'penjemputan' pasien tersebut disaksikan langsung lurah dan camat setempat dari jarak aman yang telah ditentukan. 

"Kemarin ada mobil khusus, dan petugas yang memakai alat pelindung diri lengkap langsung masuk ke rumah warganya," tutur Winarto. 

"Setelah itu memasukan ibu ke mobil dan langsung meninggalkan lokasi, dibawa ke RSUD Dr Moewardi," tandasnya. 

4. Pasien Mengaku Sehat

Lurah setempat di Kota Solo, Winarto sempat membentuk satuan tugas (satgas) mandiri untuk memantau aktivitas seorang pasien suspect Virus Corona di wilayahnya. 

Pembentukan itu dilakukan sebelum pasien dijemput tim kesehatan berpakaian alat pelindung diri dan dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo.

"Satgasnya itu berasal dari tetangga sekitar rumah pasien, mereka ikut mengawasi aktivitasnya," tutur dia usai menghadap Sekda Ahyani di Pemkot Solo, Kamis (19/3/2020).

Meski begitu, Winarto mengaku dirinya juga tetap memantau aktivitas pasien suspect virus bernama ilmiah SARS-CoV-2 itu melalui sambungan telepon.

"Contohnya saya selalu menelpon pasien bertanya ibu ada di rumah? Ada di rumah, kondisinya sehat? 'tenang pak Lurah kondisi saya sehat'," katanya. 



5. Bukan Karantina Mandiri Malah Rewang

Namun, pemantauan tersebut nampaknya kurang efektif pasalnya apa yang diutarakan pasien tidak sesuai dengan kenyataannya.

"Kemarin pernah disidak Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, diperiksa ke rumahnya ternyata rewang di acara kumbokarnan," terang Winarto. 

"Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Solo ikut memeriksa ke rumah terus saya ditelepon, katanya pasien di rumah, ini infonya malah dia di pasar," imbuhnya membeberkan.

6. Lurah Kena Tegur

Akibatnya, Winarto kena teguran Dinas Kesehatan Kota (DKK) solo dan Provinsi Jawa Tengah.  

"Ya, saya dimarahi," ucapnya.

itu yang memiliki porsinya, misalnya keamanan ya TNI, kalau kesehatan, ya Dinas Kesehatan Kota," kata dia. 

"Saya mengusulkan bentuk satgas yang melibatkan dinas terkait, kalau membentuk satgas mandiri nanti akan disepelekan," tandasnya. 



7. Lurah Lakukan Isolasi 17 Rumah Warga

Lurah setempat Winarto memutuskan mengisolasi semua rumah yang berada di sekitar tempat tinggal kediaman pasien suspect Virus Corona.

Apalagi, pasien tersebut telah dijemput petugas kesehatan di rumahnya dan dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo.

Isolasi dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona yang saat ini telah menjadi pandemi.

"Saya awalnya mendapat laporan dari pihak puskesmas kalau ada penambahan terus, awalnya dua terus jadi lima rumah," terang Winarto saat berada di Pemkot Solo, Kamis (17/3/2020).

"Daripada tersebut bertambah, saya mengajukan semua rumah yang berada di wilayah itu diisolasi," imbuhnya membeberkan.

Winarto menyampaikan sebanyak 17 rumah diisolasi untuk menekan penyebaran virus bernama ilmiah SARS-CoV-2 itu.

"Itu inisiatif saya untuk mengisolasi 17 rumah, apalagi akses masuk-keluarnya cuma satu," katanya.



Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Pasien Corona Malah Ikut Rewang Hajatan, Kini Semua Tetangga Diisolasi

from Berita Heboh https://ift.tt/2UqXgOw
via IFTTT
石原あつ美、結婚と第1子妊娠を発表 お相手は一般男性「産まれて来る子と一緒に笑顔の絶えない、私達らしい家庭を」 (2020年3月21日) - エキサイトニュース - エキサイトニュース

石原あつ美、結婚と第1子妊娠を発表 お相手は一般男性「産まれて来る子と一緒に笑顔の絶えない、私達らしい家庭を」 (2020年3月21日) - エキサイトニュース - エキサイトニュース

13.59

 タレントの石原あつ美(34)が1月に一般男性と結婚していたことと、現在第1子を妊娠中であることが21日、わかった。自身のSNSで発表した。

 石原はブログに「ご報告」とエントリー。「いつも応援してくださる皆様へ」とし「まさかまさか…このようなご報告を皆さんにする日が来るとは…!!私事で大変恐縮ではございますが私、石原あつ美は、1月に入籍致しました」と結婚を報告。お相手については「一般の方で、理解力がありユーモアある素敵な方です」と明かした。

 「そして、現在は二人の間に新しい生命を授かりました」と第1子を妊娠中であることを発表し、「まだまだ未熟な2人ですが感謝の気持ちを忘れず、産まれて来る子と一緒に笑顔の絶えない、私達らしい家庭を築いて参りたいと思います」とつづった。

 今後については「お仕事も今は体調と相談しながら、無理のない範囲で続けております。出産後も今まで同様続けていく予定です」とし、「どうか温かく見守っていただけると幸いです」と結んだ。

Let's block ads! (Why?)



"一緒に来る" - Google ニュース
March 21, 2020 at 12:31PM
https://ift.tt/3biwD5g

石原あつ美、結婚と第1子妊娠を発表 お相手は一般男性「産まれて来る子と一緒に笑顔の絶えない、私達らしい家庭を」 (2020年3月21日) - エキサイトニュース - エキサイトニュース
"一緒に来る" - Google ニュース
https://ift.tt/2tj0gCV
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Ogah Dicek Kesehatan usai Kunker, Anggota DPRD Blora Beri Klarifikasi

13.42

Beritaterheboh.com - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Jawa Tengah Siswanto buka suara terkait video viral anggotanya yang menolak untuk menjalani pemeriksaan kesehatan setelah kunjungan kerja dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Video tersebut belum lama menjadi perbincangan hangat di media sosial. Terkait insiden itu, Siswanto justru mempertanyakan klaim yang menyebut anggota DPRD Blora enggan menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Justru saya bertanya, informasi dari mana kalau anggota DPRD menolak dites dan diperiksa kesehatannya?," ucapnya.

Siswanto menjelaskan, pada saat itu anggota DPRD justru mendatangi petugas medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora yang sudah berjaga di Terminal Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (19/3/2020).

Bahkan, ia menyebut banyak anggota DPRD yang sudah melakukan pemeriksaan kesehatan.

"Kita sengaja mendatangi tempat atau posnya tim kesehatan Pemkab Blora di terminal Padangan, kita berinisiatif ke sana, dan kita datang saya termasuk orang yang ke-14, yang sudah dicek kesehatannya. Ada videonya, ada rekamannya, di situ malah kita sambil tertawa-tertawa, dicek suhu badannya berapa, kemudian disemprot, semuanya kemarin sudah.," tambahnya.

Ia menampik tudingan yang menyebut anggota DPRD menolak untuk menjalani tes kesehatan. Kendati begitu, ia mengatakan sejumlah anggotanya memang ingin menjalani tes kesehatan di rumah sakit bukan terminal.


"Nggak ada yang menolak, memang ada yang ingin pemeriksaannya di RSUD Cepu, karena kita memang punya RS Cepu, itu memang ada. Tapi bukan menolak," kata Siswanto.

Pun demikian dengan anggota DPRD WR yang semula disebut memarahi seorang petugas staf medis. Siswanto mengatakan memang gaya bicara WR tinggi, namun tidak bermaksud menolak anjuran tes kesehatan.

"Itu bagian dari intonasi yang berbeda, artinya orang punya style yang berbeda-beda. Mungkin ada yang bisa dengan bahasa agak halus, agak keras, tapi itu bagian dari permintaan artinya Pak WR itu minta diperiksa tapi di RSU bukan di terminal," ucapnya.

Ia melanjutkan, "Beliau kan nyuwun sewu, habis dari perjalanan jauh, kemudian suasana hujan, kemudian juga malam hari. Orang kan beda-beda, ada yang ingin ke rumah sakit, kan boleh gitu,".


Siswanto pun kembali menegaskan, bila semua anggota DPRD Kabupaten Blora berkenan menjalani tes kesehatan meski di tempat yang berbeda.

"Secara institusi DPRD, kami pimpinan dan anggoat DPRD sebagian besar sudah diperiksa di terminal. Kemudian sudah ada yang diperiksa di dalam bus, apabila ada anggota kami yang belum kami sudah perintahkan hari ini untuk datang ke RSU Cepu, DKK Blora atau Puskesmas terdekat atau RSUD Blora. Jadi semua nanti akan clear," kata Siswanto, memungkasi.



Video mengenai ulah anggota DPRD tersebut kini viral di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook Opini Blora.

Tampak dari rekaman amatir berdurasi 2 menit 28 detik tersebut, sejumlah anggota DPRD tengah berhadapan dengan tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora.

Terlihat anggota DPRD, WR, meradang terhadap seorang petugas medis yang berdiri di hadapannya. Ia mempertanyakan surat tugas terkait cek kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat.

"Kamu pejabat nggak? SOP-nya mana? Surat tugasnya mana? Ini DPR bukan anak gembala. Pakai aturan sesuai undang-undang. Ada aturannya. Kita tugas dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, bukan TKW kita," ucap WR dengan nada tinggi.

Masih menunjukkan kekesalannya, WR mengatakan, "Mana surat tugasnya, kamu anak gembala atau petugas? Kita DPR baru kunjungan, kita ada perintah sesuai undang-undang. Bukan teroris bukan nganu, kita baik".

Mendapat respons sedemikiran rupa, petugas kesehatan hanya terdiam dan sesekali menjawab dengan pelan.

Sementara,W R justru kian menunjukkan penolakannya. Ia mengaku siap diperiksa namun bila ada SOP yang jelas. Bahkan, ia menyinggung soal kondisi warga Lombok di tengah pandemi virus corona.


"Coba kamu lihat di Lombok, kemarin semua turis nggak ada. Marah masyarakat sana, nangis, kita dalam negara kesatuan gitu," ucapnya.

Tak lama, pejabat tersebut meminta petugas untuk melakukan cek kesehatan di rumah sakit. Namun anggota DPRD lainnya justru menimpali.

"Njajal Bupatine sesuk diprikso (Coba besok Bupatinya diperiksa --Red)," katanya.

WR yang semula hendak meninggalkan tempat pun, tiba-tiba berbalik badan dan kembali meradang. Ia lagi-lagi memarahi petugas medis.

"Kan dianggap masyarakat baru dari luar kota diperiksa, lha itu setiap malam ada bus dari luar kota. Dicek nggak? Beneran nggak? Saya pengawas lho," tegasnya.

"Iya Pak," jawab staf medis.

Tak cukup sampai di situ, WR bahkan mengungkit perlakuan tersebut apakah juga diterapkan kepada Bupati Blora dan jajarannya.


"Bupati sekeluarga kemarin dari Jogja diperiksa nggak? Kami setingkat Bupati. Wakil Bupati sama anak istrinya dari Jakarta diperiksa nggak?" ujarnya.

Protes tersebut kembali disambut medis dengan lunak tanpa perlawanan.(suara.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/2UuzT6u
via IFTTT

Anggota DPRD Blora Emoh Cek Kesehatan, TKW Hong Kong Kirim Surat Terbuka

13.42

Beritaterheboh.com - Seorang pekerja migran Indonesia atau tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia di Hong Kong menyampaikan surat terbuka kepada anggota DPRD Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Surat terbuka itu menanggapi polemik anggota DPRD Blora yang emoh dicek kesehatan terkait virus Corona (COVID-19) sepulang kunjungan kerja (kunker).

Surat terbuka disampaikan oleh Koordinator Forum Komunitas Warga Cilacap di Hong Kong, Sri Martuti, melalui akun Facebooknya.

Saat dimintai konfirmasi, perempuan yang akrab disapa Judy itu membenarkan jika dirinya yang membuat surat terbuka tersebut. Saat ini posisinya berada di Hong Kong.


"Iya saya yang upload di medsos. Alasannya saya sebetulnya karena ramai teman-teman TKW terkait video anggota DPRD Blora itu di medsos," kata Judy saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/3/2020).


"Saya coba dengarkan video itu karena banyak teman-teman TKI yang sekarang namanya Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu marah," jelasnya.

Menurut Judy, anggota DPRD Blora yang tidak ingin dicek kesehatannya tersebut sangat terlihat arogansinya. Bahkan sampai menyinggung tidak ingin disamakan dengan TKW.


"Dia marah-marah sampai kemudian kelihatan arogansinya, sampai dia mengatakan tentang TKW. Konteks yang beliau tekankan dimana bahwa dia anggota DPRD yang setara bupati dan mendiskreditkan TKW, dia tidak setara dengan kami," ujar Judy.

Surat terbuka yang ditulis Judy diunggah di akun Facebooknya, Judy Houyai Judy Houyai pada Jumat (20/3) kemarin. Saat dilihat detikcom pukul 11.20 WIB hari ini, surat terbuka Judy mendapatkan lebih dari 5 ribu like, 298 komentar dan dibagikan 1,7 ribu kali.


SURAT TERBUKA UNTUK Bapak HM WARSIT ANGGOTA DPRD BLORA.

Kepada Yang Terhormat Bapak HM Warsit...semoga Bapak senantiasa dalam keadaan sehat wal afiat.


Perkenalkan saya Judy, Pekerja Migran Indonesia (PMI) Hong Kong asal Cilacap ingin mengucap salam perkenalan sekaligus ucapan bela sungkawa atas matinya rasa simpati dan empati Bapak terhadap bencana nasional Covid 19.

Bapak yang terhormat, saya ingin mengomentari luapan emosi Bapak terhadap para petugas DKK yang mencoba melakukan prosedur pencegahan Covid 19 kepada Bapak dan rombongan.

Secara pemahaman saya yang "hanya" seorang TKW (istilah yang Bapak gunakan meski menurut UU Perburuhan telah berganti nama menjadi PMI, dalam hal ini mungkin Bapak kurang update, saya maklumkan), mungkin Bapak merasa "tidak layak" mendapat perlakuan seperti itu karena Bapak adalah seorang Pejabat Negara setara dengan Bupati ( seperti yang Bapak teriakkan) sehingga Bapak "pantas" untuk mendapatkan "perlakuan istimewa".

Begini Bapak, penanganan Covid 19 sejauh yang saya ketahui adalah SAMA. Baik di Indonesia maupun negara manapun yaitu TIDAK MEMANDANG STATUS, JABATAN DAN KASTA...!!! Sampai disini saya berharap Bapak sudah paham.

Yang ingin saya soroti adalah statement Bapak yang mengatakan bahwa BUKAN TKW... BUKAN TERORIS... Jujur Bapak, kalimat Bapak sangat tidak enak kami dengarkan.

Apabila Bapak merasa bahwa SOP yang dilakukan oleh DKK tidak tepat, saya rasa Bapak bisa mengatakannya dengan baik tanpa harus teriak teriak dan tanpa harus menyebut profesi kami.

Apa yang salah dengan TKW??? Begitu burukkah TKW dimata Bapak? Sehingga Bapak telah mendeskreditkan dan mendiskriminasikan TKW sedemikian rupa? Bahkan Bapak samakan kami dengan TERORIS...!!! Sehingga menurut Bapak, yang wajib dicek hanya TKI dan Teroris saja sedangkan Bapak tidak perlu...!!!

Bapak yang terhormat, mungkin Bapak lupa kalau Bapak dipilih oleh rakyat, dan bekerja untuk rakyat bahkan digaji oleh rakyat. Dan diantara rakyat yang memilih Bapak kemungkinan ada yang berprofesi sebagai TKW. Setega itukah Bapak kepada kami????

TKW yang mungkin dalam mind set Bapak begitu rendah, yang Bapak identikkan dengan kaum sudra, orang tak berpendidikan, kaum gembala dan smua konotasi buruk lainnya...tapi Bapak lupa bahwa kami adalah PAHLAWAN DEVISA...penghasil devisa terbesar kedua setelah migas...

Bapak mungkin juga lupa bahwa dari devisa kami, mungkin disana ada anggaran untuk gaji Bapak sehingga Bapak bisa menafkahi keluarga Bapak dengan layak bahkan mungkin mewah. Hal yang bertolak belakang dengan kondisi kami sendiri. Tapi kami tak mengeluh pak karena kami sadar bahwa Tuhan berikan rejeki tidak pernah tertukar.

Mungkin Bapak juga lupa bahwa devisa kami mungkin saja digunakan oleh negara melalui APBDnya untuk pembangunan infrastruktur yang mungkin juga setiap hari Bapak gunakan, inftrastruktur yang kami sendiri hampir tak pernah menikmatinya. Tapi sekali lagi kami tak berkecil hati pak.

Bapak yang terhormat, cobalah Bapak buka sedikit saja naluri Bapak, apa yang salah dengan TKW??? Kami disini bekerja dengan penuh was was memikirkan kondisi keluarga kami di kampung, mengingat Covid 19 sudah mulai masuk ke kampung kampung. Sementara kami sendiri juga berjibaku dengan virus yang sama.

Bapak yang terhormat... Covid 19 tidak memilih pada siapa dia akan menyerang. Tak peduli TKW, Teroris, rakyat jelata, bahkan WaliKota dan Menteri pun bisa terinfeksi. Marilah Pak, buang pemikiran "kolot" Bapak bahwa Bapak bisa "kebal" terhadap Covid 19.

Bapak adalah panutan masyarakat, cobalah berikan contoh yang baik kepada warga Bapak. Apa yang akan terjadi pada keluarga Bapak, sanak saudara Bapak, tetangga Bapak, warga Blora dan warga Indonesia apabila salah satu dari rombongan Bapak atau mungkin anak istri dan keluarga yang "ikut" dalam rombongan kunjungan kerja tersebut (saya disini tidak paham apakah ada SOP yang menyatakan bahwa KunKer boleh diikuti oleh keluarga) ternyata terinfeksi?????

Cobalah sesekali Bapak belajar pada kami para PMI, dimana kami meski jauh dari Indonesia tapi simpati dan empati kami tak pernah padam. Kami akan bergerak bersama sama ketika negara kami tertimpa musibah TANPA kami diminta. Ini bukti bahwa jiwa nasionalisme, toleransi, solidaritas, simpati dan empati tak memandang PROFESI..!!

Covid 19 hanya bisa dikalahkan apabila kita BERSATU... Mari Pak bersama sama kita lawan virus ini dengan mematuhi anjuran yang diberikan oleh PRESIDEN.

Terakhir Bapak.... Mohon Bapak dan rombongan segera memeriksakan diri ke RSUD Cepu (karena semalam Bapak dan rombongan mangkir datang)....

Mohon maaf atas kelancangan saya yang "hanya" seorang TKW yang merasa kecil hati atas statement Bapak DPRD yang terhormat.

Doa saya semoga Bapak sehat selalu dan cobalah untuk sering sering membaca informasi penanganan Covid 19 di berbagai negara sebagai referensi bahwa penanganan Covid 19 TIDAK MEMANDANG KASTA DAN JABATAN..!!!

Salam Sehat dan Salam Santun,

Judy Houyai (Pekerja Migran Indonesia di HK)



Diberitakan sebelumnya, anggota DPRD Blora yang baru saja pulang kunker dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menolak diperiksa kesehatan terkait virus Corona (COVID-19) ramai dibahas. Anggota DPRD Blora menyebut pihaknya paranoid (parno) dibius lalu dirampok hingga berdalih punya privasi.

Dalam video yang beredar viral itu terlihat seorang anggota DPRD Blora yang memakai kemeja biru dan bertopi hitam. Pria itu berdebat dengan seorang petugas kesehatan yang memakai kemeja hitam dengan motif bunga warna kuning.


Anggota DPRD Blora yang berdebat itu bernama Warsit dari fraksi Hanura. Kemudian petugas medis dari Dinas Kesehatan Blora yang 'dimarahi' anggota DPRD Blora itu bernama Edi Sucipto. Sucipto merupakan Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan dan Permukiman (P3PLP).


Dalam video adu mulut Warsit dengan Sucipto itu terdengar pertanyaan soal surat tugas untuk mengecek kesehatan. Selain itu juga menyandingkan anggota DPRD dengan bupati.

"Kita keberatan diperiksa di sini. Kita ini DPRD setingkat bupati, bukan anak gembala. Bagaimana ini SOP-nya? Harus jelas. Jangan seperti ini. Kita ke Lombok juga menjalankan tugas negara," kata Warsit dalam video itu.(detik.com)


from Berita Heboh https://ift.tt/2Wvpp9B
via IFTTT