クロちゃんが後悔するパチンコ中も号泣するほどの大失恋 - アエラドット 朝日新聞出版

クロちゃんが後悔するパチンコ中も号泣するほどの大失恋 - アエラドット 朝日新聞出版

09.44

当Webサイトの改善のための分析や広告配信・コンテンツ配信等のために、CookieやJavascript等を使用してアクセスデータを取得・利用しています。これ以降ページを遷移した場合、Cookie等の設定・使用に同意したことになります。

Cookie等の設定・使用の詳細やオプトアウトについては、朝日新聞出版公式サイトの「アクセス情報について」をご覧ください。

Let's block ads! (Why?)



"それが好き" - Google ニュース
March 26, 2020 at 09:30AM
https://ift.tt/2WIHSja

クロちゃんが後悔するパチンコ中も号泣するほどの大失恋 - アエラドット 朝日新聞出版
"それが好き" - Google ニュース
https://ift.tt/2uz367i
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
矢沢永吉、春ツアー全公演中止を発表 新型コロナ状況受け「ハッキリ決めました」 - 岩手日報

矢沢永吉、春ツアー全公演中止を発表 新型コロナ状況受け「ハッキリ決めました」 - 岩手日報

09.14

[unable to retrieve full-text content]

矢沢永吉、春ツアー全公演中止を発表 新型コロナ状況受け「ハッキリ決めました」  岩手日報

"一緒に来る" - Google ニュース
March 26, 2020 at 08:40AM
https://ift.tt/2xtFLVG

矢沢永吉、春ツアー全公演中止を発表 新型コロナ状況受け「ハッキリ決めました」 - 岩手日報
"一緒に来る" - Google ニュース
https://ift.tt/2tj0gCV
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
ロッテ種市篤暉が語る「海釣り」のロマン 「あのゾクゾク感が好きなんですよ」(Full-Count) - Yahoo!ニュース

ロッテ種市篤暉が語る「海釣り」のロマン 「あのゾクゾク感が好きなんですよ」(Full-Count) - Yahoo!ニュース

09.14

故郷は太平洋に面した青森県三沢市「暇があれば釣りに行きたいなって」

 野球選手には釣りを趣味とする人物が多い。ロッテの若き右腕、種市篤暉もその1人だ。生まれ育ったのは青森県東部、太平洋に面した三沢市。自転車で数分走れば、そこは海という環境で育った。野球が大好きで、食事に出掛けても「ずっと野球の話をしている」という21歳だが、唯一野球を忘れさせてくれるのが釣りをしている時間。「釣りはもう、めちゃくちゃ好きですね」と目を輝かせながら、釣りが持つロマンについて語ってくれた。

【動画】21歳と思えぬ落ち着いた口調も必見! ロッテ種市篤暉の素顔に迫る独占インタ【後編】

 釣りに出会ったのは、小学3年生の頃。父の知り合いでもある釣り好きが、海釣りに連れ出してくれたという。「その時、めちゃくちゃ小さい魚だったんですけど、すごく楽しくて」と、あっと言う間に魅せられてしまった。小学6年生、中学1年生と学年が上がっても、野球と同じくらい釣りが楽しい。時には、知り合いになった漁師が無料で船に乗せてくれ、沖に出て釣ることもあった。また、仲間が釣りに行けない時は、意外な人物を誘ってまで没頭したという。

「お母さんを無理矢理連れ出して、釣りに行っていました。本当に申し訳なかったなって、今考えたら(笑)。4、5時間とか、ずっと釣りをしていたんで、お母さんはむっちゃつまらなかっただろうと。お母さんは釣っているわけじゃなくて、餌とか買ってくれて、僕が1人で釣りをして(笑)。それが何回もあったんですよ。申し訳なかったなって思います」

 思い返して“反省”するが、息子が趣味に打ち込む姿を間近で見た思い出は、今ではお母さんにとってかけがえのない宝物になっているのではないだろうか。

種市の釣り哲学「釣れないから楽しくない、じゃなくて、釣れない時間が楽しい」

 シーズン中はなかなか釣りに行けない。だが昨シーズン、ロッテは最終戦まで競りながらも、楽天との3位争いに敗れ、クライマックスシリーズ(CS)進出を逃した。少し早く訪れたオフシーズン。悔しい気持ちを抱えていた種市は、その気持ちを振り払うために、すぐさま故郷へ帰り、友達と釣りに向かった。

「最終戦の9月24日に西武に負けて、次の日から10日間オフだったんです。その次の日くらいには地元に帰って、友達と3日連続で釣りを1日中やっていました。餌じゃなくてジグ(ルアーの一種)で釣って、すっごく楽しかったです」

 何がそこまで楽しいのか。そう質問すると、少し背筋を伸ばしながら、釣りの楽しさを説いてくれた。

「釣れないから楽しくない、じゃなくて、釣れない時間が楽しいというか。(魚が)来るあのゾクゾク感が好きなんですよ、僕の中で。嫌いな人はそれが嫌いだと思うんですけど。デカイ魚が来た時の、あの振動がすごいんです。あの振動が好きな人が、すごい釣り好きになるんじゃないかと思っています」

 バス釣りではなく海釣りが好きなのは「自分で釣って捌くのも楽しいので」。料理人・種市の腕前はというと……。

「料理ががっつりできるわけではないですけど、捌く分にはできます。きれいに捌くとかはできないですけど、三枚下ろしくらいなら。手順を知っていれば。みんなできると思うんですけど(笑)」

 これまでの釣果で最も大きかったのは「アイナメっていう魚がいるんですけど、アブラメとも言います。それで50センチオーバーくらい」だという。しかも、初めて船で沖に出た時で「竿が折れるんじゃないかなってくらい曲がって。いや、本当に楽しかったですね」と満面の笑みだ。

【関連記事】

Let's block ads! (Why?)



"それが好き" - Google ニュース
March 25, 2020 at 10:49AM
https://ift.tt/2y4r5g8

ロッテ種市篤暉が語る「海釣り」のロマン 「あのゾクゾク感が好きなんですよ」(Full-Count) - Yahoo!ニュース
"それが好き" - Google ニュース
https://ift.tt/2uz367i
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Informasi dan Tata Cara Rapid Test di Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang

08.38
Beritaterheboh.com - Rapid test sudah mulai dilakukan di beberapa wilayah di Jabodetabek. Penyelenggaraan rapid test ini untuk mendeteksi masyarakat yang mengidap Covid 19.

Namun, pemerintah tidak menyarankan semua masyarakat mengikuti tes ini.
Tes ini hanya diperuntukan oleh para tenaga medis, orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pemantauan (PDP).



Pihak Dinas kesehatan di beberapa kota juga akan mendeteksi warga yang sebelumnya sempat berhubungan langsung dengan pasien positif Covid – 19.

Setelah itu pihak Dinas Kesehatan akan melakukan sistem jemput bola terhadap warga tersebut guna menjalanirapid test.

Kompas.com pun merangkum beberapa informasi dari tiap wilayah terkait penyelenggaraan rapid test tersebut.

1. Jakarta
Pemprov DKI Jakarta mulai melakukan rapid test menggunakan 100.000 alat pemberian Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, Dinas Kesehatan mengutamakan warga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 untuk menjalani rapid test tersebut.

Sebab, alat rapid test yang tersedia saat ini tak sebanding dengan jumlah penduduk Jakarta.
"Yang kami fokuskan adalah kasus kontak erat dengan kasus positif (Covid-19)," ujar Widyastuti di Balai Kota DKI Jakarta yang disiarkan akun YouTube Pemprov DKI, Selasa (24/3/2020).

Selain itu, alatrapid test itu akan dibagikan ke fasilitas kesehatan di Jakarta.

Faskes juga akan melakukan rapid test berdasarkancontact tracing, yakni memeriksa orang yang punya riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19.

Bebearpa pihak akan melakukan sistem jemput bola kepada warga yang diketahui pernah berkontak dengan pasian Covid 19.
Namun ada pula fasilitas kesehatan yang yang membuka tenda khusus untuk penyelenggaraan rapid test. 
Salah satu tempat diselenggarakannya rapid test yakni di halaman RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Baca juga: Pemprov DKI Dapat Bantuan 100.000 Alat Rapid Test Covid-19
Seorang warga yang menjalani rapid test berinsial AN mengatakan penyelenggaraan uji cepat ini  dibuka sejak Selasa (24/3/2020) pukul 07.45.

Pihak penyelenggara pun membatasi jumlah warga yang ingin menjalani rapid test.

Seperti pada Selasa (24/3/2020), pihak penyelenggara hanya memperbolehkan 200 orang yang melakukan rapid test.
AN menceritakan gejala–gejala yang dia alami kepada dokter yang melayani rapid test. Namun, AN pada akhirnya hanya disuruh pulang dan mengisolasi diri selama 14 hari.
Namun warga yang mengalami gejala cukup serius, pihak dokter langsung menganjurkan warga tersebut untuk tes darah di laboratorium RSUD Pasar Minggu.
Terlepas dari itu, AN mengaku tidak mengeluarkan dana sepeserpun ketika mengikuti rapid test.

2. Depok
Sementara di Depok, rapid test juga diselenggarakan di rumah sakit dan puskesmas.

Rapid test di rumah sakit dikhususkan bagi para staf medis serta pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, rapid test di puskesmas dibatasi untuk mereka yang berstatus ODP.

“Untuk di puskesmas hanya untuk orang dalam pemantauan (ODP). Nanti ODP itu dihubungi satu per satu," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita kepada wartawan pada Selasa (24/3/2020).


"Sementara di rumah sakit itu bagi rumah sakit yang merawat pasien dalam pengawasan (PDP),” imbuh dia.

ODP yang dimaksud adalah warga yang sempat berhubungan atau bersentuhan langsung pasien positif Covid – 19.

“Jadi enggak ada orang yang datang-datang minta (rapid test). Kalau enggak ada keterkaitan sama orang yang terindikasi Covid 19,” ucap dia.


Nantinya pasien ODP dan PDP akan dihubungi puskesmas setempat sebelum menjalani rapid test.

Saat ini, Pemkot Depok sudah menerima 2.400 alat rapid test. Rencananya, uji cepat ini akan dilakukan mulai besok, Kamis (26/3/2020).

3. Bekasi

Pemerintah Kota Bekasi akan menyelenggarakan pemeriksaan cepat ataurapid test Covid-19 pada Rabu (25/3/2020) besok dan Kamis (26/3/2020).

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan rapid test dilakukan di tiga titik. Ketiga titik itu yakni RSUD dr Chasbullah Abdul Majid, Polres Metro Bekasi Kota, dan Kodim 0507 Bekasi.

“Sementara bagi petugas kesehatan di Puskesmas, camat, lurah, tokoh agama, dan tokoh pemuda bisa melakukan rapid test di Puskesmas sesuai dengan kelurahan di Kota Bekasi,” ujar pria yang akrab disapa Pepen itu dalam akun media sosial pribadinya, Selasa (23/3/2020).



Pepen mengatakan ada sejumlah kriteria masyarakat yang bisa melakukanrapid test ini.

Ia mengatakan, mereka yang bisa ikuti rapid test adalah ODP, PDP, dan petugas puskesmas.

“Camat, lurah, aparatur Pemkot Bekasi, Forum Komunikasi Pimpinan Kota Bekasi, ulama, pendeta, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan wartawan,” ucap Pepen. Ia juga mengatakan, alasan camat, lurah, dan aparatur diwajibkan mengikuti rapid test.

“Beriteraksi dengan warga juga bisa menjadikan mereka harus segara diperiksa,” ucap dia.

4. Tangerang

Sedangkan Pemerinta Kota Tangerang hingga kini masih belum menyusun jadwal pelaksanaan rapid test.

Meski demikian, Pemkot Tangerang mengaku sudah mendapat informasi wilayahnya akan mendapat alat rapid test.

"Sudah, sudah ada (informasi mengenai rapid test)," ujar Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/3/2020).

Meskipun sudah mendapat informasi akan dilangsungkannya rapid test Covid-19 secara massal, Arief mengaku belum mendapat jadwal dan teknis terkait pelaksanaan.

Baca juga: Belum Ada Kelanjutan Informasi Waktu Pelaksanaan Rapid Test di Kota Tangerang



"Cuma belum tahu kapan nih, kami masih menunggu," kata dia.

Arief mengatakan, sembari menunggu, Pemkot Tangerang berusaha untuk menambah fasilitas kesehatan dan daya tampung rumah sakit, khususnya RSUD Kota Tangerang.

"Maka dari itu kami sudah siapkan fasilitas tambahan layanan, takutnya banyak yang kena yang ketahuan (setelah rapid test)," kata dia.
Dia juga meminta masyarakat agar tak panik apabila hasil dari rapid test tersebut akhirnya diketahui banyak warga yang dinyatakan positif terinfeksi virus SARS-CoV-2.(Kompas.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/3al0x8M
via IFTTT

Kisah Dokter di Surabaya Tertular Corona karena Hal Sepele, Tak Disengaja Pasien Covid-19

07.39
Beritaterheboh.com - Ada pemandangan berbeda dalam jumpa pers update perkembangan kasus Covid-19 di Jawa Timur digelar di Gedung Negara Grahadi, Selasa (24/3/2020) petang.

Yakni, curhat memilukan dokter RSUD dr Soetomo sembuh dari Corona .

Meski jumlah kasus positif Virus Corona ( Covid-19 ) di Jawa Timur bertambah menjadi 51 orang, dan dua orang meninggal dunia.


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga menyampaikan kabar baik, bahwa sebanyak 5 orang dari yang sudah terkonfirmasi positif Virus Corona berhasil sembuh.

“Dari 51 pasien yang sudah positif, alhamdulillah ada lima dari mereka sudah terkonversi negarif artinya sudah mereka berlima sudah sembuh. Satu di Malang, dan 4 orang di Surabaya,” kata Khofifah.

Saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi Surabaya petang ini, Khofifah menampilkan video testimoni dari salah satu pasien positif Covid-19 yang sudah dipastikan sembuh oleh tim dokter tempatnya dirawat, di RSUD dr Soetomo Surabaya 

Dia adalah dr Markus PPDS Anastesi, dokter anastesi RSUD dr Soetomo tersebut dikonfirmasi sebagai positif Covid-19 setelah sempat berinteraksi dengan orang yang sebelumnya sudah positif Covid-19.

Interaksinya sangat sederhana. Ia tak sengaja lewat di hadapan pasien positif Corona tersebut saat keluar dari kamar mandi, saat kebetulan pasien tersebut batuk dan dengan kondisi tanpa mengenakan masker.

“Saya dr Markus, saya PPDS anestesi RSUD dr Soetomo. Saya merupakan salah satu pasien Covid yang sudah dinyatakan sembuh. Untuk itu saya ingin berterima kasih pada Gubernur Jatim beserta jajaranya melalui satgas Covid-19 Jatim.

Juga pada guru-guru saya dari departemen anestesi RSUD dr Soetomo, juga kepeda tim PINERE dan juga kepada dirut Soetomo yang telah membantu saya dan telah merawat saya dengan luar biasa sehingga saat ini saya boleh keluar rumah sakit. Saya dinyatakan sembuh dari virus Covid-19,” kata dr Markus dalam video yang ditayangkan di kesempatan jumpa pers tersebut.

Ia mengatakan bahwa besar harapannya agar apa yang diupayakan bersama dalam Gugus Tugas tersebut bisa terlaksana seperti mengaktifkan RS Menur sebagai rumah sakit khusus untuk menangani Covid-19 di Surabaya.

“Juga besar harapan saya segera dilakukan tes massal sehingga masyarakat boleh tahu boleh mempunyai tanggung jawab lebih jika dikatakan positif yaitu mereka akan isolasi diri di rumah dan tak menularkan ke orang lain,” tegasnya.

Ia juga meminta agar alat alat medis segera disiapkan untuk menghadapi infeksi yang mengarah ke gejala yang berat. 

Juga yang tak kalah penting ia meminta masyarakat untuk bersama sama meningkatkan kesadaran untuk melakukan social distancing, yang menjaga diri dengan tidak ikut melakukan perkumpulan. 

Dan menjaga diri melalui isolasi diri di rumah sehingga tidak menyebarkan virus yang potensial berbahaya bagi orang tua atau orang memiliki banyak penyakit.

“Saya juga berharap kepada gubernur Jatim, juga satgas Covid-19 untuk tidak lupa menyediakan rumah singgah buat kami, para tenaga medis supaya kami tidak khawatir ketika bekerja pulang dan membawa virus itu kemudian menulari keluarga kami,” pungkasnya.

51 Positif Virus Corona di Jatim

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah juga menyampaikan, bahwa kasus Covid-19 di Jawa Timur kembali bertambah.

Per hari ini, Selasa (24/3/2020), total ada sebanyak 10 kasus tambahan untuk Covid-19 positif.

Sehingga sampai malam ini ada sebanyak 51 kasus positif Covid-19 di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut dua orang diantaranya meninggal.

“Sesuai dengan pengumuman pemerintah pusat, Jatim hari ini ini terkonfirmasi ada tambahan 10 positif Covid-19,” ucapnya.

“Dari tambahan sepuluh kasus positif Corona tersebut tersebar di 5 Magetan, 2 di Surabaya, 2 di Sidoarjo, 1 Kota Malang. Dengan tambahan 10 positif ini total di Jatim ada sejumlah 51,” imbuh Khofifah.

Selain tambahan kasus positif Covid-19, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada tambahan menjadi 142 orang dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) bertambah menjadi 2003 orang.

Data tersebut merupakan data update yang dilakukan hingga sore ini pukul 16.00 WIB.

“Berikutnya saya ingin sampaikan juga dari data ini ada dua pasien yang meninggal. Satu di Malang satu di Surabaya,” kata Khofifah. 

Lebih lanjut disampaikan Khofifah bahwa ada peningkatan jumlah ODP dan PDP hal tersebut karena adanya penamambahan kasus dari tracing yang dilakukan secara cepat oleh Gugus Tugas Jatim. 

Dikatakan Khofifah bahwa tidak semua ODP Covid-19 tidak dirawat di rumah sakit. Melainkan ada yang melakukan isolasi secara mandiri.

Sedangkan yang PDP mereka sebagian besar dirawat di rumah sakit yang tersebar di Jawa Timur.

Terkait orang terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia, dikatakan Ketua Gugus Tugas Kuratif Jatim Joni Wahyuhadi bahwa semuanya di atas 50 tahun.

“Kasus orang yang positif Covid-19 dan meninggal dunia biasanya cepat meninggalnya karena ada sesuatu yang mendasari,” kata Joni.(Tribunwow.com/Artikel Asli)

from Berita Heboh https://ift.tt/2QLIIIm
via IFTTT

Tak Perlu Panik, Begini Pola Penanganan Pemerintah Tangani Corona Covid-19

07.39
Beritaterheboh.com - Pemerintah sedang melakukan skrining kesehatan dengan metode rapid test atau tes cepat untuk mendeteksi penyebaran virus corona atau coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Masyarakat yang dinyatakan positif terjangkit virus corona Covid-19 akan mendapatkan penanganan sesuai tingkat keparahannya.

Demikian yang disampaikan Juru bicara pemerintah untuk penanggulangan Virus Corona atau Covid-19, Achmad Yurianto saat konferensi Pers di Gedung BNPB, Rabu (25/3/2020).

"Tidak semua orang sakit berbondong-bodong menuju rumah sakit dan tidak semua kasus isolasi harus di Rumah sakit," kata dia.

Pria yang akrab disapa Yuri ini menjelaskan, rapid test yang dilakukan pemerintah tidak diarahkan untuk menegakkan diagnosa. Sehingga ketika hasil rapid test menunjukkan positif corona Covid-19, yang bersangkutan akan dikarantina selama tujuh hari sambil menunggu tes lanjutan.

"Setelah 7 hari, kita tes lagi. Manakala ditemukan positif ini adalah tuntutan bagi kita untuk melakukan pemeriksaan antigen dengan metode Real Time PCR. Ini yang kemudian dipakai dasar dalam rangka menegakkan diagnosa," papar dia.



3 Kategori Pasien Covid-19

Yuri menyebut, terdapat tiga jenis pola karantina yang diatur oleh pemerintah. Pertama, pasien positif Covid-19 yang tidak merasakan keluhan diminta melakukan karantina di rumah. Tentunya selama 14 hari kesehatan terus dimonitor. Pihaknya bakal menyampaikan hal ini kepada Dinas Kesehatan di wilayah.

"Bahwa dia harus menggunakan masker terus-menerus selama 14 hari, menjaga jarak semua anggota di rumah, kemudian makan dan minum menggunakan alat sendiri yang tidak berganti-ganti dengan anggota keluarga lain," ujar dia.

"Rajin cuci tangan menggunakan sabun, menjaga kesehatan diri dengan pola hidup bersih dan sehat, asupan gizi cukup, banyak makan vitamin, istirahat, dan aktivitas yang cukup," sambung dia.

Yuri berharap, dengan cara seperti itu, pasien akan cepat pulih. "Kita harapkan lebih baik lagi dan sembuh total," ucap dia.

Sementara itu, pasien positif dengan gejala panas, batuk, sesak nafas atau penyakit penyerta (komorbid). Misalnya penderita hipertensi diabetes, kelainan jantung, gagal ginjal kronis, maka pasien itu harus diisolasi di rumah sakit.

"Pemerintah telah menyiapkan rumah sakit isolasi tambahan yang cukup besar. Kita tahu bersama beberapa hotel, wisma atlet digunakan untuk kepentingan ini. Inilah yang kemudian akan kita pakai untuk melakukan isolasi di rumah sakit dengan kasus-kasus yang sedang," papar dia.

Yuri menjelaskan, ketiga yaitu pasien yang dikategorikan tergolong berat dengan penyulit. Pasien inilah yang dirujuk ke rumah sakit rujukan.

"Di RS rujukan akan lebih intensifkan perawatannya," ucap dia.

Yuri mengatakan, pola ini yang dibangun di Jakarta. Tentunya pemerintah daerah akan mengaplikasikan di daerah masing-masing dengan pola yang sama.

"Sehingga tidak perlu lagi ada kepanikan di masyarakat di dalam penanganan kasus ini. Kalau cara berifikir ini bisa kita tata kembali tentu dengan kerja sama, sinergi saling mengingatkan InsyaAllah akan tertangani dengan baik," tandas dia.(liputan6.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/2UiYrAJ
via IFTTT

Potret Suasana Rumah Duka Ibunda Presiden Jokowi

07.39

Beritaterheboh.com -  Ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninggal dunia hari ini. Jokowi menyampaikan kabar meninggalnya sang ibunda didampingi putra sulungnya, Gibran Rakabuming.




Jokowi memandangi jenazah Sudjiatmi Notomiharjo yang wafat di usia 77 tahun ( foto: Sok Biro Pers Setpres)



Jokowi mengatakan Sudjiatmi sudah 4 tahun mengidap kanker Tenggorokan ( Foto: Antarafoto/Maulana Surya )




Foto: Mensesneg Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Seskab Pramono Anung tiba di rumah duka ibunda Jokowi, Solo ( 25/3/2020) detikcom



Foto: Gubernur Ganjar melayat ke rumah duka Ibunda Jokowi




Foto: Aparat kepolisian berjaga di sekitar rumah duka Ibunda Jokowi(detik.com)



from Berita Heboh https://ift.tt/3akmaWL
via IFTTT