Beritaterheboh.com - Putra Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono dan keluarga menjalani pemeriksaan virus corona. Aksi tersebut menuai kecaman keras dari warganet. Ibas, panggilan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono, mengunggah momen saat ia menjalani pemeriksaan virus corona dengan cara swab atau usap. Seluruh anggota keluarganya juga menjalani tes tersebut. "Sangat tidak mudah dan menyenangkan #diWaktuItu, walaupun dinyatakan negatif dari corona virus alhamdulillah," kata @ibadsyudhoyono seperti dikutip Suara.com, Senin (13/4/2020). Dalam beberapa foto yang diunggah, tampak Ibas menjalani tes swab dan darah. Tak hanya Ibas, sang istri Aliya Rajasa dan anak-anaknya juga menjalani pemeriksaan. Menurut Ibas, pemeriksaan tersebut harus dilakukan untuk memastikan agar tubuh benar-benar terbebas dari virus corona. Ibas mengajak seluruh warga agar mematuhi anjuran dari pemerintah untuk tetap berada di rumah selama pandemi virus corona. "Disiplinkan diri kita, isolasi mandiri dengan hidup bersih dan sehat untuk memastikan wabah Covid-19 hilang," ungkapnya.
Meski demikian, unggahan Ibas tersebut menuai kecaman dari warganet. Pasalnya, tidak semua warga bisa melakukan tes swab atau usap seperti Ibas dan keluarga. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk melakukan tes tersebut. Terlebih warga harus mengantre di rumah sakit agar bisa melakukan tes. "Kalau orang biasa kayak kita kalau mau rapid test harus antre dulu," ujar @ade_ude. "Swab test berkala pak? Bukannya ada prosedur yang harus dijalankan bagi kami rakyat biasa untuk bisa swab test?" ujar @rolex_.passion. "Andaikan juga bisa begitu," ungkap @aurora_febrianda.(suara.com)
from Berita Heboh https://ift.tt/2Vsq4qe
via IFTTT
Beritaterheboh.com - Warganet mengritisi tindakan Kepolisian Resor Banjar, Jawa Barat, yang menjadikan buku Tere Liye sebagai barang bukti aksi vandalisme tiga pemuda di kota tersebut. Buku yang dimaksud bertajuk "Negeri Para Bedebah" karya Tere Liye. Dalam unggahan di akun Instagram resmi Humas Polda di @humaspoldajabar, menunjukkan sebuah foto polisi yang tengah melakukan konferensi pers penangkapan kelompok pemuda yang malakukan vandalistis. Dalam foto itu tiga orang polisi tengah menenteng beberapa buku yang salah satunya buku Tere Liye. Di depan ketiga polisi tersebut ada meja yang diatasnya bertuliskan "Barang Bukti". Di bingkai foto itu, akun resmi Humas Polda Jawa Barat menuliskan "Polres Banjar Bekuk Empat Pelaku Vandalisme". Posting-an yang diunggah pada Minggu (12/4/2020) itu sontak mendapatkan kritik pedas warganet. Akun @rafiansyahpratma menuliskan, "Anarko mana yang baca bukunya tere liye pak? anarko mana yang ngerasain kesenjangan rindu sampai serapuh itu?". Sementara akun @zeinrasyid menuliskan, "Lucu banget buku jadi barang bukti". Hal yang sama juga dijumpai dalam Twitter. Aksi polisi ini tersebut dikecam oleh warganet. Seperti halnya yang ditularkan akun @mengampus yang menuliskan, "Bener bener masa Buku sejenis Tere Liye, Sebuah Seni untuk Bersikap Bodoamat, Syeikh Siti Jenar, dijadikan barang bukti?? jelas jelas isi bukunya jauh berbeda dari judul. Gini nih cuma baca dari cover doang, gimana minat baca indonesia mau maju". Unggahan tersebut juga ramai dikomentari. Akun @Cherryybombbs misalnya menuliskan, "Aku punya buku tere liye dan sebuah seni untuk bersikap bodo amat, apakah aku dianggap barudak anarko juga pak pulisi?:(". Begitu pun dengan akun @hiyundaw yang membubuhkan komentar dalam unggah itu, "Rajin membaca jadi pandai, malas membaca jadi polis. Menohok sekali". Akun Twitter @mas__piyuuu juga turut menarasikan, "Netizen HEBOH.. Ada Buku Tere Liye Yang Jadi Barbuk Pelaku Vandalisme "Anarko" di Kota Banjar". Sementara itu, Kadivhumas Polda Jawa Barat Kombes Sapto Erlangga mengatakan bahwa buku-buku tersebut bukan dijadikan barang bukti. Melainkan hanya barang-barang yang diamankan dari ketiga tersangka. "Ya itu kan yang diamankan. Barang buktinya itu kan yang ditembok itu vandalisme," kata Erlangga kala dikonfirmasi Liputan6.com, Senin (13/4/2020). Erlangga menuturkan bahwa tak ada kaitannya isi buku tersebut dengan tindakan vandalisme yang dilakukan ketiga tersangka. "Yak gak ada, hanya barang yang diamankan," ungkapnya. Dihapus Warganet mengritisi tindakan Kepolisian Resor Banjar, Jawa Barat, yang menjadikan buku Tere Liye sebagai barang bukti aksi vandalisme tiga pemuda di kota tersebut. (dok. Polda Jabar) Namun unggahan @humaspoldajabar itu saat Liputan6.com kembali mengaksesnya pukul 9.25 WIB sudah tak bisa. Kemungkinan posting telah dihapuskan oleh pemilik akun. Selain memampangkan buku Tere Liye, dalam gambar tersebut polisi juga menunjukkan buku Coret-coret Di Toilet karya Eka Kurniawan. Di samping juga bukan fenomenal "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat" tulisan Mark Manson. Buku dengan tajuk "Syekh Siti Jenar Sang Kontroversial" karya Susatyo B. Wibowo juga turut dipamerkan dalam kesempatan tersebut.(liputan6.com/artikel asli)
Buku bestseller Tere Liye dijadiin barang bukti kejahatan.
Ga sekalian gramedia di grebek pak...