NPB2球団でそれぞれ150本以上のホームランは7人。そのうち2人は両球団とも200本塁打以上(宇根夏樹) - Yahoo!ニュース - Yahoo!ニュース

NPB2球団でそれぞれ150本以上のホームランは7人。そのうち2人は両球団とも200本塁打以上(宇根夏樹) - Yahoo!ニュース - Yahoo!ニュース

08.17

 通算300本塁打以上の42人中、3分の1に当たる14人は、NPBのキャリアを通して同じ球団でプレーした。中村剛也(415本)もその一人だ。これまでは、西武/埼玉西武ライオンズ一筋。現在も、埼玉西武に在籍している。

 14人を球団ごとに分けると、読売ジャイアンツが最も多く、王貞治(868本)、長嶋茂雄(444本)、阿部慎之助(406本)、原辰徳(382本)、松井秀喜(332本)、高橋由伸(321本)の6人を数える。松井はMLBでもプレーし、4球団で計175本塁打を記録したが、NPBでは読売以外に在籍していない。

 他に複数の選手がいる球団は、広島東洋カープだけだ。こちらは、536本の山本浩二と504本の衣笠祥雄。長年にわたってチームメイトだった2人が、どちらも500本以上のホームランを打った。

 一方、通算300本塁打以上の3分の2は、2球団以上でプレーした。その28人のうち、清原和博(525本)、落合博満(510本)、大杉勝男(486本)、金本知憲(476本)、田淵幸一(474本)、土井正博(465本)、山崎武司(403本/崎の右上は大ではなく立)の7人は、「2球団でそれぞれ150本以上」を記録した。なかでも、落合と金本は各150本以上にとどまらず、「2球団でそれぞれ200本以上」だ。大杉も、ほぼそれに近い。

筆者作成
筆者作成

 大杉と金本は「2球団でそれぞれ1000安打以上」でもある。なお、山崎が中日ドラゴンズで打ったホームランは、186本中185本が最初の在籍時。オリックス・ブルーウェーブと東北楽天ゴールデンイーグルスを経た後、中日に戻って最後の1本を放った。

「2球団でそれぞれ150本以上」に迫ったのは、アレックス・ラミレス(380本)と和田一浩(319本)だ。ラミレスは、ヤクルト/東京ヤクルトスワローズで211本、読売で148本(その後、横浜DeNAベイスターズで21本)。和田は、西武で177本、中日で142本だ。

 今のところ、「2球団でそれぞれ150本以上」が射程圏の現役選手はいない。

 通算100塁打以上の現役選手は、タンパベイ・レイズの筒香嘉智(205本)とシンシナティ・レッズの秋山翔吾(116本)を含めて30人。昨シーズンが終わった時点では、1球団でプレーしてきた選手が19人、2球団以上は11人だった。

筆者作成
筆者作成

 後者の11人中、阪神タイガースの福留孝介は「2球団でそれぞれ150本以上」に最も近いが、それには、阪神であと62本を要する。42歳の年齢――今月26日に43歳――と過去4シーズンに計53本ということからすると、ハードルはかなり高い。

Let's block ads! (Why?)



"以上" - Google ニュース
April 05, 2020 at 07:41AM
https://ift.tt/2xLaM83

NPB2球団でそれぞれ150本以上のホームランは7人。そのうち2人は両球団とも200本塁打以上(宇根夏樹) - Yahoo!ニュース - Yahoo!ニュース
"以上" - Google ニュース
https://ift.tt/2Oh2Twi
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Walkot Prabumulih Sebut Libur Tak Cegah Corona, Ini Respon Pemerintah

07.23
Beritaterheboh.com -  Pemerintah Pusat menanggapi pernyataan Wali Kota Prabumulih, Ridho Yahya yang menyebut tak akan meliburkan sekolah dan PNS di tengah wabah virus Corona. Pernyataan tersebut dinilai tidak sesuai arahan pemerintah pusat.
"Nggak, saya nggak comment itu, nggak jelas itu omongannya," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto saat dihubungi detikcom, Sabtu (4/4/2020).

Yuri juga meminta masyarakat tidak mendengarkan omongan Wali Kota Prabumulih tersebut. Dia juga enggan membicarakan lebih jauh terkait pernyataan Ridho Yahya.


"Sudahlah tidak usah didengarkan itu, ngapain kita bicara satu orang di antara sekian banyak kota dan kabupaten," ucap Yuri.


Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Donny Gahral Adian menyebut pernyataan Ridho Yahya tidak sesuai arahan yang ada selama ini. Menurutnya semua daerah seharunya mengacu kepada kebijakan pemeritah pusat.

"Ya harus sesuai arahan pemerintah pusat, semua harus mengacu kepada kebijakan negara, tidak sendiri-sendiri," ujarnya.

Seperti diketahui media sosial dihebohkan oleh video viral Wali Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Ridho Yahya yang mengatakan tak akan meliburkan sekolah dan PNS di masa wabah COVID-19.

Dalam video viral berdurasi 2,33 menit itu terlihat Ridho diwawancarai oleh wartawan. Saat disinggung rencana meliburkan anak sekolah dan PNS, Ridho memberi jawaban cukup mencengangkan.

"Aku tanya sekarang, dengan libur, apakah libur sekolah penyakit tidak ada? Penyakit Corona tak ada? Coba apa ada penelitian, libur anak sekolah penyakit ini berkurang, Corona berkurang," kata Ridho.

Menurut Ridho, manusia tidak perlu takut terhadap penyakit, melainkan harus menghadapinya. Sebab, penyakit atau wabah COVID-19, walaupun dihindari, akan tetap terjadi.

"Penyakit bukan untuk ditakuti, penyakit itu untuk dihadapi. Karena itu akan terjadi, ya hadapi. Kenapa kita takut menghadapinya?" kata Ridho.(detik.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/3dWT6qA
via IFTTT

Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh

07.23

Beritaterheboh.com - Arief Rahman Hakim, penyintas kasus Covid-19 pertama di Bekasi sudah dapat menghirup udara segar di rumahnya usai 20 hari diisolasi di Rumah Sakit Mitra Keluarga. Ia melewati banyak hal selama dirawat.


Rasa Sakit

Arief bercerita, awalnya ia datang ke rumah sakit karena batuknya tak kunjung sembuh. Beberapa kali ia sesak nafas dan demam tinggi.

Ia kemudian berkonsultasi dengan dokter langganannya. Ia menceritakan perjalanan bisnisnya yang kerap mengelilingi beberapa kota belakangan ini.

Sebelum mengetahui hasil swab, ia dibawa ke satu ruangan isolasi ICU. 

Di ruangan itu ia hanya seorang diri dengan bantuan alat pernafasan. Meski telah dibantu alat pernafasan, paru-parunya terus menerus sakit seperti tertusuk paku. 

Ia harus tidur telungkup untuk mengurangi rasa sakit. 

Dokter dan perawat terus bolak balik memberikan obat pereda sakit dan mengecek keadaannya. Awalnya, Arief sempat bingung semua yang datang mulai dari dokter, perawat hingga cleaning service di rumah sakit mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Dia hanya bisa melihat mata masing-masing orang yang datang ke ruangannya. 

“Saya bingung kok semua yang masuk ruangan saya hanya kelihatan mata. Lalu saya berpikir apakah sehina itu saya sampai semuanya ditutupi saat bertemu saya,” ujar Arief dalam benaknya saat itu. Belakangan, ia mulai mengerti bahwa virus Corona yang ada di tubuhnya bisa berbahaya untuk orang lain.

Motivasi dari dokter dan perawat

Arief mengakui, saat itu memang merasa sangat lemah. Buang air kecil dan besar harus dibantu oleh perawat. Ia bersyukur pihak rumah sakit mengurusnya dengan baik. 

“Mereka baik banget, sangat telaten mengurus saya. Saya senang kenalan dengan mereka,” kata Arief. Arief mengaku sudah menganggap dokter maupun perawat di rumah sakit itu sebagai sahabat.

Mereka terus menanyakan kabar dan memantau setiap perkembangan dirinya. 

“Saya selalu ditanya ‘gimana hari ini pak keadaannya? Yuk pak semangat terus ya, jangan stres’. 

Itu yang selalu dilontarkan ke saya hingga saya tuh oh ya bangkit, saya masih punya keluarga, karyawan, dan semua orang pasti doa untuk kesembuhan saya,” ujar dia. 

Hari demi hari ia lewati semakin mudah. Keadaannya semakin membaik dengan berbagai motiviasi. “Saya selalu berdoa dan syukur banget sama Allah, saya dipertemukan dengan orang baik. Dokter, perawat baik, saya juga tiap ketemu mereka selalu senyum,” katanya.

Memotivasi Diri

Setelah 10 hari dirawat di ruang isolasi ICU, kondisi Arief membaik. Ia kemudian dipindahkan di satu ruang rawat isolasi. Hanya ada meja kecil, dan toilet di dalam ruangan sekitar 3 X 4.

Melihat ruangan tersebut, ia terus membayangkan kamarnya yang jauh lebih nyaman. 

“Saya ingin cepat pulang saat itu dan berpikir saya harus sembuh untuk ketemu lagi dengan istri, anak saya yang udah nunggu di rumah,” kata dia. 

Arief bertekad untuk melawan sakitnya saat itu. Tak pernah ia mengeluhkan sakit meski beberapa kali masih batuk. Ia terus mengukuti prosedur dan obat yang diberikan dokter. 

Arief tak pernah bosan di ruangan isolasi sendirian meski ruangannya tampak begitu sepi. 

Ia mengisi kekosongannya dengan membaca buku yang didapatkan dari istrinya lewat perawat. “Selain baca buku motivasi, saya juga terus berzikir, membaca Al- Qur’an,” ucap Arief. 

“Saya tidak lihat gadget dan media sosial karena saya tahu malah membuat saya semakin stres. Bahkan saya tidak tahu jam berapa di ruangan itu. Jadi supaya enggak kerasa saya baca buku motivasi, dzikir dan baca Al-Quran,” kata Arief. 

Selama ia dirawat, ia terus berdoa dan mengevaluasi dirinya. Ia merasa, sehat adalah anugerah terbesar yang Tuhan berikan kepada setiap manusia. 

“Di situ pengajarannya yang saya ambil banyak sekali. Setiap bangun tidur saya selalu bersyukur. Karena memang selama ini di rumah kurang bersyukur,” ucapnya. 

“Di ruang isolasi itu kamarnya kecil, sendirian lagi. Tapi kalau sehat itu luar biasa nikmatnya. Allah selalu menjadi penyemangat saya setiap hari,” tambah dia.

Sembuh

Setelah kondisinya jauh lebih baik, ia kembali melakukan tes cepat Covid-19. Tes pertama, ia sudah dinyatakan negatif dari virus Corona. 

Ia diberi tahu oleh dokter yang saat itu merawatnya. 

“Saat itu dokternya berkaca-kaca memberi tahu hasil saya udah negatif. Suster dan dokter ikutan haru bahagia bersama saya, saya sangat senang saat itu,” ucap dia. 

Kemudian beberapa hari kemudian, Arief jalani tes kedua. Ia diperiksa kembali paru-parunya dan rapid test.

 Hasilnya, kondisi paru-paru sudah membaik dan hasil untuk kedua kalinya dinyatakan negatif. Ia tak kuasa menahan tangis saat itu. Dokter dan perawat memanjatkan syukur pada Allah karena telah memakainya untuk menyembuhkan Arief kala itu. 

“Perjuangan dokter dan perawat saat itu benar-benar saya rasakan. Saya bangga banget, saya syukur kepada Allah,” kata dia. Usai dinyatakan negatif, beberapa hari kemudian ia diperbolehkan pulang ke rumah. 

Meski demikian, ia saat ini masih melakukan isolasi mandiri. 

“Saya masih isolasi mandiri tidur di kamar tamu, istri anak saya di lantai tiga. Kami juga tetap jaga jarak di rumah untuk sementara waktu,” ucap dia. 

“Saya berjemur itu jam 07.00 WIB. Terus berjemur lagi jam 10.00 WIB. Rame-rame kita sekeluarga dengan tetap jaga jarak,” tambah dia. 

Kini, ia senang bisa berkumpul dengan keluarga besarnya setelah berjuang selama 20 hari di rumah sakit. 

“Senang banget, saya aja yang sakitnya lumayan berat bisa melawatinya. Saya yakin setiap orang pasti bisa berjuang melawan virus corona, gimana yang lainnya,” kata dia. 

Ia juga berpesan untuk para pejuang Covid-19 saat ini agar tetap optimistis sembuh. Dengan keyakinan penuh sembuh, imun di dalam tubuh akan kuat melawan virus corona.

 “Virus ini enggak ada obatnya kecuali memotivasi diri, berpikir ketakutan menjadi sebuah optimisme gitu. Sehingga apa kalau saya tidak salah hormon endorfin kita naik. Dengan naiknya hormon kita kekebalan kita semakin kuat. Percaya Allah akan angkat penyakit kita,” pungkas dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Pasien Covid-19 Pertama di Bekasi Berjuang 20 Hari hingga Sembuh",

from Berita Heboh https://ift.tt/2UXUzUO
via IFTTT

Najwa Shihab Skakmat Yasonna Laoly soal Napi Koruptor Bebas Dampak Virus Corona: Cek Setya Novanto!!

15.23

Beritaterheboh.com - Najwa Shihab skakmat wacana kebijakan Menkumham, Yasonna Laoly untuk membebaskan napi koruptor yang di atas 60 tahun untuk mencegah penularan virus corona.

Hal itu disampaikan Najwa Shihab di akun Instagram pribadinya @najwashihab pada Kamis (4/4/20).

Mulanya, Najwa Shihab memaklumi kebijakan untuk pembebasan napi yang berusia lebih dari 60 tahun agar tidak terinfeksi virus corona.

Najwa Shihab lalu membeberkan data bahwa jumlah napi sudah berada di angka lebih dari 250 ribu jiwa.


Najwa Shihab lalu mengatakan ada lapas napi yang sangat tidak manusiawi.

Satu lapas bisa dihuni sekitar 40 orang, sehingga mereka tidur harus bergantian seperti pindang.

"Secara prinsip alasan ini sangat bisa diterima. Kondisi lapas kita memang tidak manusiawi, orang bertumpuk seperti pindang, bahkan tidur bergantian," ungkap Najwa Shihab

Namun, Najwa Shihab tidak sepakat jika yang dibebaskan adalah napi koruptor.

Pasalnya, napi koruptor jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan napi kasus pidana lain.

Bahkan Najwa Shihab keraop menemukan penjara para koruptor sangat bagus dan sesuai dengan standar sosial distancing.

Lantaran hak itu, Najwa Shihab menyebut alasan Yasonna Laoly seperti mengada-ada.

"Tapi alasan ini menjadi mengada-ada ketika kita bicara soal napi koruptor. Sel bagi koruptor berbeda dengan tahanan lain," ujar Najwa Shihab.

Najwa Shihab lantas membeberkan fasilitas lapas para napi dari fasilitas olahraga sendiri, hingga kamar mandi yang menyediakan air panas bak di hotel.

Hal itu dibeberkan Najwa Shihab lantaran dirinya pernah mengunjungi langsung ke lapas Sukamiskin.


"Di Lapas Sukamiskin misalnya, satu napi satu kamar. Lengkap dengan fasilitas pula. Alih-alih berdesak-desakan dengan napi lain sehingga bisa tertular corona, para koruptor di Sukamiskin bahkan ada yg bisa mandi air panas di kamar mandi pribadi dan olahraga dgn alat khusus di dalam sel eksklusif mereka," tulisnya.

Najwa Shihab lalu menekankan bahwa jumlah napi koruptor lebih sedikit dibandingkan napi yang lain.

Sehingga pembebasan napi koruptor tidak relevan dengan alasan yang diungkap Yasonna Laoly.


"Dari hampir 250 ribu napi di seluruh negeri, napi korupsi jumlahnya 4500-an. Jadi sekitar 1,8 persen dari total napi. Pembebasan napi koruptor dgn tujuan menghambat penyebaran covid 19 di Lapas menjadi tidak relevan, krn angkanya sangat kecil dibanding napi lain," pungkas Najwa Shihab.

Atas pemaparannya itu, Najwa Shihab mengaku wajar jika publik khususnya pegiat antikorupsi jadi curiga dengan wacana Yasonna Laoly.

Diingatkan pula oleh Najwa Shihab, bahwa Kemenkumham beberapa kali sudah berupaya untuk meringankan hukuman koruptor.

Yakni lewat revisi peraturan perundangan.

"Menjadi wajar jika sejumlah pegiat antikorupsi curiga kebijakan membebaskan napi koruptor ini hanyalah akal2an saja. Sdh beberapa kali Kementerian Hukum dan HAM berupaya utk meringankan hukuman koruptor lewat revisi peraturan perundangan," papar Najwa Shihab.

Najwa Shihab langtas mendesak Yasonna Laoly untuk menunjukkan siapa napi koruptor yang menempati sel berdesak-desakan dengan napi lain.

Tak cuma itu, Najwa Shihab juga tampak satire bertanya soal Setya Novanto dan koruptor lainnya di penjara.


Najwa Shihab lalu membandingkan lapas koruptor dengan lapas pencuri ayam.

"Jadi Pak Menteri yang terhormat, supaya kita tidak curiga macam-macam, coba dibuka dulu ke publik, narapidana kasus korupsi apa dan di mana yang menempati sel berdesak-desakan seperti napi umum pencuri ayam yang bahkan tidurnya harus bergantian?" ujarnya.

Tak hanya itu, Najwa Shihab juga menyinggung keberadaan Setya Novanto yang sempat terekam keluar lapas untuk menikmati nasi padang.


"Oh ya, sekalian kalau memang mau cek lapas koruptor, titip cek lagi sel Papa Setya Novanto dan kawan-kawannya di Sukamiskin, masih di sel lagi nonton Netflix atau lagi plesiran makan di warung Padang?" sindir Najwa Shihab.



Diketahui, Kementerian Hukum dan HAM telah menerbitkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 untuk membebaskan 30.000 napi dewasa dan anak.

Namun, narapidana khusus kasus korupsi dan narkotika tibak bisa ikut dibebaskan karena terganjal PP tersebut.

Itulah mengapa Yasonna mengusulkan untuk merevisi PP Nomor 99 Tahun 2012 tersebut.

"Perkiraan kami bagaimana merevisi PP 99/2012 tentu dengan kriteria ketat sementara ini," kata Yasonna dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR yang digelar virtual, Rabu (1/4/2020).

Kriteria ketat yang dimaksud Yasonna antara lain, pemberian asimilasi bagi napi narkotika dengan masa pidana 5-10 tahun dan telah menjalani 2/3 masa pidananya.

Ia memperkirakan ada 15.422 napi narkotika yang memenuhi syarat tersebut untuk diberikan asimilasi.


"Kami perkirakan 15.442 per hari ini datanya. Mungkin akan bertambah per hari," kata Yasonna.

Lalu, pemberian asimilasi diberikan kepada napi korupsi berusia di atas 60 tahun dan telah menjalani 2/3 masa pidana.

"Ada sebanyak 300 orang," sebutnya.


Selanjutnya, pemberian asimilasi terhadap napi tindak pidana khusus (tipidsus) yang dinyatakan sakit kronis oleh dokter pemerintah dan telah menjalani 2/3 masa pidana.

Disebutkan Yasonna, ada 1.457 orang.

Terakhir, yaitu pemberian asimilasi terhadap napi asing yang berjumlah sebanyak 53 orang.

"Jadi kami akan laporkan ini di ratas (rapat terbatas) dan minta persetujuan presiden agar kebijakan revisi ini sebagai suatu tindakan emergency dapat kami lakukan," katanya. (Tribunnews.com)


View this post on Instagram

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly berencana membebaskan napi termasuk napi koruptor karena corona. Alasan utamanya, lapas yang kelebihan kapasitas akan membuat penyebaran virus ini tidak terkendali dan jika satu tertular akan membahayakan semua. Secara prinsip alasan ini sangat bisa diterima. Kondisi lapas kita memang tidak manusiawi, orang bertumpuk seperti pindang, bahkan tidur bergantian. Tapi alasan ini menjadi mengada-ada ketika kita bicara soal napi koruptor. Sel bagi koruptor berbeda dengan tahanan lain. Di Lapas Sukamiskin misalnya, satu napi satu kamar. Lengkap dengan fasilitas pula. Alih-alih berdesak-desakan dengan napi lain sehingga bisa tertular corona, para koruptor di Sukamiskin bahkan ada yg bisa mandi air panas di kamar mandi pribadi dan olahraga dgn alat khusus di dalam sel eksklusif mereka. Dari hampir 250 ribu napi di seluruh negeri, napi korupsi jumlahnya 4500-an. Jadi sekitar 1, 8 persen dari total napi. Pembebasan napi koruptor dgn tujuan menghambat penyebaran covid 19 di Lapas menjadi tidak relevan, krn angkanya sangat kecil dibanding napi lain. Menjadi wajar jika sejumlah pegiat antikorupsi curiga kebijakan membebaskan napi koruptor ini hanyalah akal2an saja. Sdh beberapa kali Kementerian Hukum dan HAM berupaya utk meringankan hukuman koruptor lewat revisi peraturan perundangan. Jadi Pak Menteri yang terhormat, supaya kita tidak curiga macam-macam, coba dibuka dulu ke publik, narapidana kasus korupsi apa dan di mana yang menempati sel berdesak-desakan seperti napi umum pencuri ayam yang bahkan tidurnya harus bergantian? Oh ya, sekalian kalau memang mau cek lapas koruptor, titip cek lagi sel Papa Setya Novanto dan kawan-kawannya di Sukamiskin, masih di sel lagi nonton Netflix atau lagi plesiran makan di warung Padang? #CatatanNajwa
A post shared by Najwa Shihab (@najwashihab) on


from Berita Heboh https://ift.tt/2UFUMgj
via IFTTT
「学校再開?休校延長?」急展開の現場、当事者たちの叫び(なかのかおり) - Yahoo!ニュース - Yahoo!ニュース

「学校再開?休校延長?」急展開の現場、当事者たちの叫び(なかのかおり) - Yahoo!ニュース - Yahoo!ニュース

15.19

新型コロナウイルス感染拡大防止のため、休校になって1か月、「新学期はみんなで迎えられるだろう」との期待もあった。だが、患者が増える現状を見て、休校延長を決めた自治体も多い。一方で4月4日正午現在、学校再開や分散登校(実質的な学校再開)、入学式の実施を決めている自治体は各地にある。東京都世田谷区や千葉市は、いったん再開を発表したものの、住民の声と現状を受けて撤回し、休校を延長した。6日以降の新学期に向け、どのような対応になるか。子どもや保護者も、揺れている。当事者の声を聞いた。

〇3日に1回分散登校、給食も

3月末から、都立学校の休校延長が報道されていた東京都。世田谷区は4月1日、区立小中学校の分散登校スケジュールを発表した。中止とした後は削除されたようだが、「3日ごとに設定」「登校時間は半日」「登校日や登校時間を変え、同時に滞在する人数を最小にする」「一つのクラスを複数の教室に分ける、面積の広い教室を利用など工夫する」「給食はあり」「休んでも欠席にはしない」といった詳細なプランだった。

筆者は、世田谷区の保坂展人区長に何度か取材したことがある。子どもの福祉に積極的な区長なので、今回も「学習のサポートだけでなく、居場所の確保、子どもが食事に困らないようにという目的もあるのでは」と受け止めた。

ところが、区民らから「密閉した教室で、密集して、密接にかかわる学校はリスクが高い」との声が相次いだ。3月31日までの累計で、世田谷区は44人と東京都内で一番患者数が多かったこともある。3日には、これらの分散登校を取りやめ、5月1日まで休校を延長すること、6日の入学式延期、医療関係者・やむを得ない家庭以外の学童保育の休止も発表された。区民からは「急すぎて、仕事の引継ぎが間に合わない」との悲鳴が上がっている。

〇「休校延長、支援できるように」

こうした急展開の経緯について、以下、保坂区長のツイート(4月4日)を一部、引用する。

昨日は、区立小中学校の新学期以降の「分散登校」の中止、「入学式」「始業式」の延期について、4月1日の方針を改めました。区内での新型コロナウィルスの陽性となった人がさらに増えたことで、見直しをしました。

世田谷区の公立小中学校の児童・生徒数は4万8000人います。新学期をどうするか、当初は文部科学大臣は「再開」を呼びかけ、都立高校も「分散登校」を打ち出していました。詳細に議論を積み上げ、検討した結果、通常通りの再開はありえず、原則休校・週に1回か2回、1学年だけ分散登校が4月1日の方針に。

都知事の会見で「都立高校GW明けまで休校」と発表されたのは、4月1日でした。世田谷区は同日、PCR検査の陽性者数の発表も行いました。東京の自治体で最多でした。それ以降、検討作業を重ねて、4月3日「12人」が確認されて方針転換を決めました。

子どもたちにも、保護者の皆さんにも、各学校にも、急な方針転換となってしまったことをお詫びします。何とか、先生方と子どもたちが新学期の関係をつくり、互いに理解して、休校中もつながり、学習支援が出来るように、ネット配信なども加速して準備するように教育委員会に指示しました。

〇「現場で働く人は揺れている」

千葉県は4月2日、県立学校について一部地域を除いて6日から再開すると発表していた。その中で、千葉市は入学式も開催し、市立小・中・高の学校を再開する予定だった。だが3日、市内の感染状況を見て、12日まで春休みを延長すると決めた。

子どもたちの現状や、親としての本音を、2児を持つ千葉県在住の幼稚園教諭に聞いた。

学校が再開して、密集したところに通わせるのは心配ではない?

「心配だけれど、仕事を休めず、自宅で留守番させて、震災のような災害が起きたらと思うともっと心配です。在宅ワークを推進と言われても、在宅でできる仕事ばかりではない。私のように、現場に行かないと仕事にならない職種の人は、揺れているんじゃないかな」

マスクをちゃんとつけられない子もいて、学校では濃厚接触になりそう…。

「休校中、外で遊んでいいよとアナウンスがされ、友達と遊んでいる時点で、濃厚接触しているわけです。登校するのと、友達同士で過ごすのと、どちらがいいのかは、わからないのが本音。子どもをわけて、半分ずつ登校ができないかとか、やり方がないのかなとは思っています」

「どんどん周りの子どもたちが、乱暴というか、行動が極端になっていると感じます。マンション内のいろいろなものが壊れてたり、友達同士で激しい戦いごっこをしたり。親も学年が上がってくると、子どもたちを見きれていないと思います」

〇医師の推計とアドバイス

これは千葉県だけの状況ではなく、休校が長期化し、自粛のため習い事や外出も制限される中、子どもたちのストレスと保護者の心配も膨れ上がっている。学習の遅れ、栄養の偏り、運動不足、居場所がない、子どもだけで過ごすリスク…挙げればきりがない。新学期なので、友達や先生と関係が築けない、帰属意識が持てない、入学という区切りが見えないという声もある。仕事への影響を訴え合う保護者もいる。

6日以降、分散登校をすることになっている自治体に住む医師は、学校再開について、こう訴える。

現状を知ってほしいので、あえて厳しく言います。4月1日のデータを見ると、この自治体の人口当たりの罹患率は少なくない。ざっくり計算すると、小学校1校で1人は診断が出る。さらに、診断されてない患者は少なく見積もって診断数と同じ数はいるから、隠れた患者が1人。つまり小学校の児童と職員の中に2人いる計算です。

医療従事者レベルの対策が、先生や子どもにできるとは思えません。感染力は同じ。発症率・重症率は低めですがゼロじゃない。患者数が増えれば、それなりの数の、子どもの重症患者が出てしまいます。

こういう時に、仕事がとかストレスが…とか聞くと、厳しい医療の現場を体験してきた私は、大げさでなく死にたいのかなと思ってしまいます。しなやかに、生活の価値観を変えないといけないんです。

この機会に、オンライン授業の導入が期待されるが、公立の学校で導入するには、学校側にも家庭側にも環境の整備が必要だ。もちろん、現場の先生たちも上の指示に従って、再開なら受け入れ準備をしたり、休校するならその間のケアを考えたり、イレギュラーな対応に奔走している。

学校が再開するとの連絡に、「感染のリスクがあるから、登校させない」という親もいれば、「方針が決まってよかった」という親もいる。子どもにも、「学校に行きたい」「怖いから行きたくない」とそれぞれに気持ちがあり、緊張した空気を感じている。筆者も含め、「学校生活を大事にしたいけれど、安全第一なのも事実…」と揺れ動き、選択に苦悩する当事者も少なくないだろう。

Let's block ads! (Why?)



"滞在する" - Google ニュース
April 04, 2020 at 02:00PM
https://ift.tt/3bPzMJN

「学校再開?休校延長?」急展開の現場、当事者たちの叫び(なかのかおり) - Yahoo!ニュース - Yahoo!ニュース
"滞在する" - Google ニュース
https://ift.tt/3aPvtP9
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
本好きでない子供を本好きにするにはどうするか…水島醉<7> - 読売新聞

本好きでない子供を本好きにするにはどうするか…水島醉<7> - 読売新聞

15.17

 前回までに「10回音読」および「(かっこ)要約」の効用について述べました。

 国語力の向上について「大切なのは読書ですよ」と、私は常にお話をしています。「三度のご飯より読書が好きな子供さんであれば、半年だけ時間をください。半年で、どんな難関校でも国語の入試で合格点(65パーセント)は取れるようにします。もし取れなければ私は切腹しますよ」とまで豪語していますが、私はいまだに傷一つなく、ピンピンしています。

 冗談はさておき、読書が十分できていれば、難関校の問題であれ合格点を取るのはそんなに難しいことではありません(もちろんプラスαは必要です)。反対に読書が十分にできなければ、どんな方法を取っても、テクニックを教えても、本質的な国語力はどうにもなりません。一時的に上がったように見えても、いつかどこかで必ず頭打ちがきます。

 読書量を増やすため、強制して読ませるには「10回音読」や「(かっこ)要約」が間違いなく有効です。しかし、実はそれも方便で、本当の本当は、自ら進んで本を読む、読みたいから読む、というのが最も良いのです。読みたいから読んでいる、という子が、一番伸びているのです。

 読書好きでない子供を読書好きの子供にするためにはどうすれば良いでしょうか。

 まずは環境作りが大切です。子供に「本を読みなさい」と言いつつ、お父さん、お母さんがゲームをして歓声を上げていたり、テレビを見て大笑いしていたりしたらどうでしょうか。とても読書をしようという気持ちにはならないでしょう。本好きの子供であったとしても、読書よりゲームやテレビの方に引きずられてしまいますよね。

 まずは、お家全体で「本を読む」という空気を作っていただくことが大切です。例えば「毎日10分、家族全員で読書の時間を作る」。その時間はゲームを片付けて、テレビを切って、ご家族全員で活字を読む時間にします。必ずしも本でなくても結構です。お父さんが読んでいらっしゃる新聞を子供が横からのぞきこんでいるのも、一つの理想型です。とにかくその時間は「家族全員が活字に目を通している時間にする」ことがポイントです。

 次に重要なのは、「本は書棚にずらーっと並んでいる」状態にしていただくことです。例えば児童文学全集を全巻そろえていただく。さらにお父さん、お母さんが今までお読みになった本で、良かったと思われるものも並べる。また本屋さんに行って、子供が望んだ本を買う、などです。

 20巻、30巻の本が並んでいたとして、子供がそれを全部読む、ということはあり得ません。全部読まないとしても、常に選べる状態にしていただくということが重要なのです。

 もし子供が「本を読みたいな」という気分になった時に、すぐに手の届くところに本がある環境にする必要があります。「読みたいな」と思ったとき、では今から本屋さんに行きましょうか、図書館に行きましょうか、などと考えていると、そう言っているうちに気持ちが冷めてしまいます。身の回りには、本以外にさまざまな楽しい誘惑があります。図書館に行こうかと考えているうちに、他の誘惑に負けてしまうでしょう。「読みたい」と思った時に、すぐに手の届くところに、選べるだけの種類の本があることが大切なのです。

 本好きの子供(国語力の高い子)は、同じ本を何度も読みます。「うちの子は、同じ本を何度も読んでいるのですが、それで良いのでしょうか。他の本を読ませた方が良いのではないでしょうか」というお尋ねを受けることがよくあります。私は「同じ本を読むのは、とても良いことです。本人さんが読みたいと言う限り、同じ本を何度読ませていただいても結構ですし、それがとても重要なことです」と答えます。

 本のレベルと読者のレベル(読書力・精神年齢)とは、必ずピタリと合っています。難しすぎる本は意味が分からないので読めないし、反対に易しすぎる本ではつまらなくて読む気が起こらないからです。同じ本を何度も読んでいるということは、その本と子供のレベルがピタリと合っているということで、子供にとってまだまだその本から得るものがある、ということに他なりません。

 仕事に疲れたとき、私は子供向けの本を読んで頭の休憩をすることがあります。「吉四六(きっちょむ)さん」など、とても面白いと思って読みふけることができます。L.N.トルストイの「イワンのばか」など、インフレーションの仕組みがストーリーに見事に組み込まれてあって、今読み返すと「なるほど」と思わせる素晴らしい内容です。

 子供の時に読んでも面白い、大人になって読んでみても面白い、それどころかまた違う発見がある、という本、つまり幅広い層の読者を受け入れる懐の深い本を「名作」というのだと、私は考えています。名作は、だから、いつ読んでも、何度読んでも面白いのです。

 子供さんが好んで読んでいる限り、その本から得ることがまだあるということです。ですから、何度でも読みたいだけ読ませてあげてください。そのためにも、借りるのではなく買って書棚に並べてあげるのが良いのです。

 子供さんの心が成長して「このお話はもういいな」、その本から卒業して他の本を読みたいなと思ったとき、まさにその瞬間にその子の手の届くところに、その子の好みで選べるだけのたくさんの種類の本があることが、さらに続いて本を読ませるために、とても大切なことなのです。

 本は「乱読」が良いのです。読みたい本を読むということは、それは好きな本でなければなりません。すると、どうしても本の種類に偏りができて「乱読」になりがちです。本好きな人の多くは「乱読」です。しかしそれで良いのです。偏った種類の本ばかり読んでいたとしても、それでも十分「文章を読む」という、スポーツなら「ランニング」に相当する基礎体力訓練にはなっているからです。

 同じ傾向の本を何冊も何十冊も読んでいれば、いつかは飽きがきます。「ちょっとこの手の本は飽きてきたなあ」と感じた時に、書棚にたくさん並んでいる本の中から、「これはつまらなそうだと思っていたけれども、ちょっとページをめくってみようかなあ」と、違う分野の本に手を出してくれれば、しめたものです。20、30冊の本のうち、結果として数冊しか読まなかったとしても、それで十分、お家の書棚に並べていただいた値打ちはあったというものです。

 本は財産です。ぜひ、書棚にどっさりと本を並べてあげてください。

Let's block ads! (Why?)



"それが好き" - Google ニュース
April 04, 2020 at 02:00PM
https://ift.tt/348pUs4

本好きでない子供を本好きにするにはどうするか…水島醉<7> - 読売新聞
"それが好き" - Google ニュース
https://ift.tt/2uz367i
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

Ali Baharsyah Terduga Penebar Hoax Presiden Gobl*k Diciduk Polisi, Ini Respon Pelapornya

14.53

Beritaterheboh.com - Bareskrim Polri menindaklanjuti laporan Cyber Indonesia terhadap Ali Baharsyah yang diduga menyebar ujaran kebencian dan hoax di media sosial. Tidak lama setelah dilaporkan, Ali Baharsyah ditangkap tim Bareskrim Polri.
"Iya betul, yang bersangkutan sudah ditangkap di Cipinang, Jakarta Timur," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono saat dihubungi detikcom, Sabtu (4/4/2020).

Argo mengatakan, Ali Baharsyah ditangkap pada Jumat (3/4) malam. Ali Baharsyah ditangkap tanpa perlawanan.

"Saat ini yang bersangkutan masih diperiksa di Bareskrim," kata Argo.

Sebelumnya, Ali Baharsyah dilaporkan oleh Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid ke Bareskrim Polri pada Rabu (1/4) lalu. Ali Baharsyah dilaporkan atas tuduhan penyebaran ujaran kebencian dan hoax soal kebijakan darurat sipil dalam penanganan virus Coona (Covid-19).

"Menurut pandangan hukum saya, konten yang dia buat termasuk dalam dugaan penyebaran berita bohong," jelas Muannas dalam keterangannya kepada detikcom, Sabtu (4/4/2020).

Dalam rekaman video tersebut, Ali Baharsyah menyebut bahwa pemerintah menerapkan kebijakan darurat sipil dalam menangani wabah Corona ini. Padahal, menurut Muannas, pemerintah sejauh ini belum menerapkan kebijakan darurat sipil tersebut.

"Yang diambil pemerintah hari ini adalah opsi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), bukan darurat sipil," kata Muannas.

"Kalau kemungkinan nanti ternyata didapati situasi memburuk dan opsi PSBB dinilai tidak efektif memutus mata rantai penyebaran COVID-19," sambungnya.

Dengan menyebarkan video tersebut, Ali Baharsyah dianggap telah membuat penyesatan. Ali Baharsyah juga dinilai telah menyebarkan penghasutan.

"Jadi seolah-olah saat ini telah berlaku darurat sipil, ini berita bohong yang dapat menyesatkan publik, terindikasi hasut dan masuk dalam kualifikasi rumusan delik Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 UU No. 1 Tahun 46 Tentang Peraturan Hukum Pidana," bebernya.

Ali Baharsyah dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Rabu (1/4). Dalam laporan bernomor: LP/B/0184/IV/2020/BARESKRIM itu, Muanass melampirkan barang bukti 5 lembar tangkapan layar dan 1 unit USB berisi rekaman video Ali Baharsyah.

Video Ali Baharsyah ini beredar viral di media sosial. Video tersebut diberi teks #Go Blok Dah.

"Woi, tanya dong Itu presiden sipaa sih? G**k banget dah. Ini ada virus, darurat kesehatan, kok yang diterapin malah kebijakan darurat sipil? emang ada perang? Ada kerusuhan, ada pemberontakan? Heran deh, orang g* kok bisa jadi presiden. Emang nggak ada yang lebih piter lagi apa? Kita kan punya undang-undang nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantina kesehatan kenapa itu nggak dipake, wong dia sendiri yang tanda tangan . Itu buat ngarantina orang apa ngarantina monyet, ngarantina cebong? G*** banget dah," ujar Ali Baharsyah dalam rekaman video itu.(detik.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/3bUeavN
via IFTTT