YouTubeで、エド・シーラン「Shepe of You」とヒットソング19曲をマッシュアップさせた動画を配信し、注目を集める
ACE COLLECTIONは2017年結成。同時にYouTubeでカバー動画の配信をスタートさせ、エド・シーランの「Shape of You」のトラックとヒットソング19曲をマッシュアップさせた動画が人気を集め、SNSで話題になった。これだけ書くと「ネット発のバンド」と思われてしまうかもしれないが、そうではない。彼らはライヴハウス、ストリートシーンにもつながるバックボーン、そこで培った確かな実力があってこそのYouTubeでの表現だった。まるで引き寄せ合うように出会った、バンド結成前夜について話を聞いた。
「YouTubeでやってみようとなって、だったら一緒に住んだ方が良くない?ってなって。当時マッシュアップ動画って海外では結構やっていて、でもまだ日本では少なかったのでやってみようということになって、今流行っている曲をピックアップして、バンドでオケを付けたのが、初めて投稿したエド・シーランの「Shepe of You」を使ったマッシュアップ動画です」(たつや◎)。
「僕は小学校5年生の時にマキシマムザホルモンの「What’s up,people?!」の動画を見て、バンドをやりたいと思いました。そこからハードコアやメタルコア、スクリーモにハマって、ラウド系のバンドがルーツにあります。UVERworldも好きだし、ダブステップやヒップホップも聴いてきました。最近はBring Me the Horizonが一番好きです」(奏)。
「僕は楽器を始めたのが中学3年生で、それまでは嵐とか普通のポップスしか聴いていなくて。バンドを始めてからレッドツェッペリンのジミー・ペイジやクイーンのブライアン・メイのような、ギターヒーローにハマって。そこからビジュアル系に興味を持つようになって、X JAPAN、Janne Da Arc、SHAME SHADEとかも聴くようになりました。その他だと、アニソンがルーツです」(LIKI)。
「僕はルーツミュージックが三段階くらいあって、2~5歳が親の影響でビートルズやカーペンターズ、ドリカム、シンディー・ローパー、KISS、レッチリ。小学生に入ってからはコブクロやaiko、YUI、AI、絢香とかを歌いまくって、中学校後半からONE OK ROCK、RADWIMPS、ELLEGARDENとかバンドに出会って。それから高校生の時マキシマムザホルモンに出会い、その流れでMetallicaやSlipknotとか海外のポップパンクに行って、マイケル・ジャクソン、スティービー・ワンダー、ジェームズ・ブラウンなどのブラックミュージックを掘っていきました。ギターも弾くので、ジョン・メイヤーがすごく好きで、ジェフベックやクリームもよく聴きました。ACE COLLECTIONを組んでからはLIKIやRIKUの影響で、ヴィジュアル系やアニソンも聴くようになりました。その他は、今また、山口百恵、松田聖子、安全地帯とか小さい頃に歌っていた曲を改めて歌うようになって、やっぱりこの頃の歌もいいなって思います」(たつや◎)。
Beritaterheboh.com - Salah satu cara yang dipercaya untuk mencegah penyebaran virus Corona di Indonesia adalah dengan menyemprotkan cairan disinfektan di jalanan. Setidaknya sejumlah negara percaya dan melakukan hal tersebut. Namun, World Health Organization (WHO) alias Organisasi Kesehatan Dunia justru menganggap hal tersebut konyol. Penyemprotan disinfektan di jalanan dilakukan di sejumlah provinsi. Di Jakarta, sejumlah jalanan disemprot disinfektan pada 22 Maret 2020. Besoknya di Surabaya, Wakil Wali Kota Tri Rismaharini mengerahkan drone untuk menyemprot disinfektan di sejumlah kampung padat penduduk. Bali juga tak mau ketinggalan. Polda Bali mengerahkan truk water cannon berkapasitas 5.000 liter untuk menyemprot Jalan WR Supratman Denpasar dengan cairan pembasmi kuman penyakit itu, pada 27 Maret. Kota Kembang-pun demikian, polisi menyemprot Jalan Soekarno-Hatta Bandung hingga seluruh 750 lokasi di Jawa Barat dengan disinfektan, serentak pada 31 Maret. Di Kota Madiun Jawa Timur, 'hujan disinfektan' dibikin lewat pengerahan bronto skylift. Kapolri Jenderal Idham Azis mewajibkan seluruh jajaran kepolisian di Indonesia melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh daerah. Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) meninjau perakitan 40 alat penembak yang disebut gunner. Nantinya, armada gunner ini bakal menyemprot Jawa, Sumatera, dan Sulawesi dengan disinfektan. Ternyata, fenomena pemyemprotan disinfektan tak hanya terjadi di Indonesia. Di India, Meksiko, hingga Turki juga demikian. Lantas apa pandangan WHO terkait hal ini? Dalam sebuah kesempatan wawancara yang disiarkan DW News, presenter Phil Gayle bertanya kepada Kepala Jaringan Wabah dan Tanggap Darurat Global WHO, Dale Fisher soal pandangannya terhadap fenomena ini. "Mungkin itu adalah citra masyarakat yang kita anggap serius, saya tidak tahu. Yang jelas, itu adalah hal yang tidak kami rekomendasikan. Kami tidak percaya orang-orang tertular virus dari permukaan tanah (jalanan -red)," kata Fisher, sebagaimana diunggah DW News di akun YouTube, Kamis (2/4). Dia menyebut mencuci tangan dan menjaga jarak adalah cara umum yang lebih baik ketimbang menyemprot jalanan dengan disinfektan. "Saya lebih melihat orang-orang mencuci tangan dan menjaga jarak, hal seperti itulah yang merupakan aksi tanggap masyarakat terhadap virus, bukan menyemprotkan klorin di mana-mana," kata Fisher. Dilansir Reuters, Fisher bahkan menganggap langkah penyemprotan jalanan dengan disinfektan bisa berisiko merugikan kesehatan masyarakat, membuang waktu, dan menghamburkan sumber daya. "Itu adalah sebuah gambaran konyol di banyak negara," kata Fisher yang juga ahli penyakit menular, Selasa (31/3). "Saya tidak percaya itu bisa berkontribusi apapun untuk merespons (COVID-19) dan bisa beracun bagi masyarakat. Virus itu tidak akan bertahan lama di lingkungan dan orang-orang pada umumnya juga tidak menyentuh permukaan (tanah/jalanan)," kata Fisher. Sementara itu, Peneliti dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) China, Zhang Liubo, bahkan mewanti-wanti masyarakat supaya tidak kelewat kerajingan main semprot disinfektan. Soalnya, cairan disinfektan bisa berbahaya bagi manusia bila kelewat banyak masuk ke tubuh. "Permukaan di luar ruangan, seperti jalanan, tempat lapang, rerumputan, jangan sering-sering disemprot dengan disinfektan... Menyemprot disinfektan dalam area yang luas dan terus-terusan bisa bikin polusi lingkungan dan harus dihindari," kata Zhang Liubo, dilansir Science dari siaran televisi CCTV China.(detik.com)
from Berita Heboh https://ift.tt/39UHxga
via IFTTT