Beritaterheboh.com - Di media sosial lagi viral penangkapan aktivis Ravio Patra karena tuduhan provokasi kerusuhan. Namun ada dugaan WhatsApp sang aktivis diretas. Bagaimana kejadiannya? Beredar di WhatsApp dan media sosial tentang kejadian yang melibatkan aktivis pegiat advokasi dan pengamat kebijakan publik Ravio Patra. Pesan itu ditulis oleh Damar Juniarto, Direktur Eksekutif SAFENET. ALERTA! Penangkapan Ravio Patra, begitu bunyi pesan itu. Intinya aktivis Ravio ditangkap polisi pada 22 April 2020 atas dugaan menyebarkan provokasi penjarahan nasional serentak pada 30 April 2020. Damar mengklaim ada kejadian peretasan WhatsApp. Karena, sebelumnya pada pukul 14.00 WIB di hari yang sama, Ravio melaporkan ke Damar kalau ada yang meretas WhatsApp-nya. Peretasan ini sudah dilaporkan ke WhatsApp dan dikonfirmasi ada pembobolan lalu akun dipulihkan 2 jam kemudian.
Selama masa pembobolan, terjadi penyebaran pesan provokasi. Damar meminta Ravio mengumpulkan bukti dan dokumentasi. Pada pukul 19.14 WIB, Ravio mengatakan dicari orang tak dikenal, lalu setelah 12 jam ada kabar Ravio Patra ditangkap intel polisi. detikINET pun mengkonfirmasi pesan viral ini kepada Damar Juniarto, Kamis (23/4/2020). Damar membenarkan tulisan yang beredar itu dari dia. "Ya, itu pesan ke sesama aktivis untuk waspada," kata Damar kepada detikINET.(detik.com)
from Berita Heboh https://ift.tt/2xHIGLi
via IFTTT
Live IG - Tiga siswi SMA di Kalteng buka bra saat live Instagram. Video
berdurasi 2 menit 21 detik itu menyebar luas di media sosial hingga
dibagikan ke WhatsApp. Dan kejadian ini pun sudah membuat resah warga
setempat.
Tiga siswi SMA bikin heboh di media sosial. Siswi-siswi salah satu SMA di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), itu membuka pakaian dalamnya saat live di Instagram (IG), lalu videonya jadi viral.
Dilansir Antara,
Kamis (23/4/2020), polisi menyelidiki video viral itu. Video tersebut
diunggah akun _eyyen_. Perekamnya adalah pemilik akun Keviljhns.
Polisi akhirnya menangkap ketiganya. Mereka juga telah mengakui perbuatannya merekam video tak senonoh tersebut.
"Ketiga remaja putri ini sudah diamankan untuk dimintai keterangan,"
kata Kapolres Pulang Pisau AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada.
Video itu dibuat di Palangka Raya. Ketiga siswi itu diserahkan ke Polresta Palangka Raya.
Tiga siswi SMA di Kalteng buka bra saat live Instagram. (Antara Foto)
Video
berdurasi 2 menit 21 detik itu menyebar luas di media sosial hingga
dibagikan ke WhatsApp. Dan kejadian ini pun sudah membuat resah warga
setempat.
Ketua Komisi I DPRD Pulang Pisau Tandean Indra Bela, yang membawahkan
bidang pendidikan, mengatakan pihak sekolah harusnya melakukan monitoring kepada siswa-siswi selama aktivitas belajar-mengajar di sekolah dihentikan sementara, akibat penyebaran pandemi COVID-19.
Tandean
mengatakan pemanggilan kepada siswi tersebut juga harus dilakukan untuk
diberikan pembinaan. Dia ingin siswi tersebut diberi pemahaman bahwa
yang dilakukannya itu selain bisa mencoreng dunia pendidikan setempat
bisa terkena sanksi hukum, akibat mengunggah video yang berisi konten
pornografi."Kalau terdapat pelanggaran UU ITE, pihak berwajib
bisa segera memberikan tindakan. Begitu juga Dinas Pemberdayaan
Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) setempat
bisa memberikan pembinaan," ucap Tandean.
Tandean
berharap orang tua juga memberikan pengawasan kepada anak-anaknya
selama dihentikan sementara proses belajar-mengajar di sekolah. Salah
satunya penggunaan handphone yang memungkinkan secara sengaja ataupun tidak sengaja disalahgunakan ke hal negatif, bahkan bisa berurusan dengan hukum.