Niat Puasa Syawal 6 Hari, Puasa Sunah yang Dianjurkan Rasulullah Setelah Lebaran

09.29
Niat Puasa Syawal 6 Hari, Puasa Sunah yang Dianjurkan Rasulullah Setelah Lebaran - Hallo sahabat IFKNews, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Niat Puasa Syawal 6 Hari, Puasa Sunah yang Dianjurkan Rasulullah Setelah Lebaran, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Niat Puasa Syawal 6 Hari, Puasa Sunah yang Dianjurkan Rasulullah Setelah Lebaran
link : Niat Puasa Syawal 6 Hari, Puasa Sunah yang Dianjurkan Rasulullah Setelah Lebaran

Baca juga


Niat Puasa Syawal 6 Hari, Puasa Sunah yang Dianjurkan Rasulullah Setelah Lebaran

Cara puasa Syawal secara umum sama dengan tata cara puasa Ramadan. Yaitu menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Adapun hal yang membedakan antara puasa Syawal dengan puasa lainnya hanya terletak pada niat puasa Syawal 6 hari saja.

Puasa Syawal dilakukan Selama 6 Hari

Sebagaimana yang telah disebutnya dalam hadis, bahwa puasa Syawal dilakukan selama 6 hari. Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri, namun lebih dari itu juga tidak apa-apa selagi masih di bulan Syawal.

Boleh Berniat Setelah Terbit Fajar

Telah diketahui bahwa disyaratkan untuk melakukan niat pada malam hari sebelum menjalankan puasa, yaitu sebelum terbit fajar. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Barangsiapa yang tidak menghadirkan niat puasa di malam hari sebelum terbit fajar, maka tida ada puasa baginya.” (HR An-Nasai no. 2331).

Namun, para ulama menjelaskan bahwa hal ini berlaku untuk puasa wajib saja. Adapun puasa sunah justru dibolehkan untuk menghadirkan niat setelah terbit fajar. Karena Nabi Muhammad SAW pernah melakukan hal tersebut. Sebagaimana dalam hadis Asiyah ra, “Rasulullah SAW bertanya kepadaku pada suatu hari: ‘Wahai Aisyah, apakah engkau memiliki sesuatu (untuk dimakan pagi ini?)’. Aku menjawab: ‘Wahai Rasulullah, kita tidak memiliki sesuatu pun (untuk dimakan)’. Beliau lalu bersabda: ‘Kalau begitu aku akan puasa’”. (HR Muslim no. 1154).

Tidak Harus Dijalankan Berurutan

Tidak sama dengan puasa Ramadan, puasa Syawal tidak disyaratkan untuk dilakukan selama berurutan. Melainkan boleh dilakukan secara terpisah-pisah harinya. Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan,

“Puasa enam hari di bulan Syawal telah shahih dari Rasulullah SAW. Dan boleh mengerjakannya secara mutatabi’ah (berurutan) atau mutafarriqah (terpisah-pisah). Karena Rasullulah SAW menyebutkan puasa Syawal secara mutlaq dan tidak disebutkan harus berurutan atau terpisah-pisah. Beliau bersabda: ‘Barangsiapa yang puasa Ramadan lalu diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, ia mendapatkan pahala puasa setahun penuh”. (HR Muslim dalam Shahihnya, Majmu’ Fatawa wa Maqalah Mutanawwi’ah, 15/391).

Hal yang terpenting dari puasa Syawal ini adalah dilaksanakan sebanyak 6 hari di bulan Syawal. Hanya saja, bagi kamu yang melaksanakannya secara berturut-turut memiliki keutamaan tersendiri karena mengikuti cara Rasulullah SAW dalam melaksanakan puasa sunah Syawal.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WqBQQm
June 08, 2019 at 07:40AM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2WqBQQm
via IFTTT


loading...

Demikianlah Artikel Niat Puasa Syawal 6 Hari, Puasa Sunah yang Dianjurkan Rasulullah Setelah Lebaran

Sekianlah artikel Niat Puasa Syawal 6 Hari, Puasa Sunah yang Dianjurkan Rasulullah Setelah Lebaran kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Niat Puasa Syawal 6 Hari, Puasa Sunah yang Dianjurkan Rasulullah Setelah Lebaran dengan alamat link https://ifknews.blogspot.com/2019/06/niat-puasa-syawal-6-hari-puasa-sunah.html

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Tidak ada komentar:

Posting Komentar