Pengakuan Saksi Yang Ngantre Bersama Rabbial Muslim Saat Mengurus SKCK

07.46
Pengakuan Saksi Yang Ngantre Bersama Rabbial Muslim Saat Mengurus SKCK - Hallo sahabat IFKNews, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Pengakuan Saksi Yang Ngantre Bersama Rabbial Muslim Saat Mengurus SKCK, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel IFKNews Sekilas Politik, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Pengakuan Saksi Yang Ngantre Bersama Rabbial Muslim Saat Mengurus SKCK
link : Pengakuan Saksi Yang Ngantre Bersama Rabbial Muslim Saat Mengurus SKCK

Baca juga


Pengakuan Saksi Yang Ngantre Bersama Rabbial Muslim Saat Mengurus SKCK


Beritaterheboh.com - Pelaku diduga bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara sempat mengikuti antrean pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) sebelum meledakkan diri. Saat mengantre, sang pelaku masih mengenakan atribut ojek online.

Saksi yang berada di lokasi kejadian, Ahmad Abdul mengatakan ia melihat seorang pria dengan mengenakan atribut ojek online ikut mengantre mengurus SKCK di ruang perekaman sidik jari sesaat sebelum ledakan terjadi.

"Pas lagi mengantre, di belakang saya ada yang pakai jaket ojek online juga ikut antre. Ada 1 orang tadi di dekat saya," kata Ahmad kepada Suara.com, Rabu (13/11/2019).

Ahmad tak ingat secara persis ciri-ciri sang pria yang mengenakan atribut ojek online itu. Tak ada rasa curiga sedikitpun yang terlintas dipikiran Ahmad saat itu saat melihat si pria itu.

Tak lama kemudian, pelaku  keluar dari ruangan. Kemudian suara ledakan terdengar cukup keras hingga membuat warga dalam ruangan panik dan berhamburan keluar.

"Pertama nggak sadar, kok ada suara guntur keras banget dan lihat orang-orang pada lari. Eh taunya ada ledakan dan kami yang di ruangan disuruh keluar evakuasi diri," ungkapnya.

Untuk diketahui, ledakan yang terjadi di Polrestabes Medan pada Rabu (13/11/2019) pukul 8.35 WIB. Pelaku mengenakan atribut ojek online.


Akibat ledakan tersebut, sebanyak 6 orang mengalami luka. Enam orang tersebut terdiri dari 4 anggota Polri kemudian satu PHL atau pekerja harian lepas dan satu warga sipil.

Antre SKCK, Rabbial Muslim Diminta Keluar Ruangan

Pelaku diduga bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara mengaku ingin mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Namun, sang pelaku diminta keluar ruangan saat sedang mengantre.

Saksi yang berada di lokasi kejadian, Ahmad Abdul mengatakan ia ikut mengantre bersama pelaku yang mengenakan atribut ojek online itu di ruang perekaman sidik jari.

"Sebelum ledakan, saya lagi di dalam ruangan sidik jari. Pas lagi antre ada satu tukang ojek online ikut antre," kata Ahmad kepada Suara.com, Rabu (13/11/2019).

Saat sedang mengantre, petugas kepolisian menanyakan kepada warga yang sudah pernah membuat SKCK. Sang pelaku  mengacungkan tangannya.

"Pas ditanya polisi siapa yang sudah pernah buat SKCK dia angkat tangan. Jadi dia keluar disuruh ke tempat perpanjang SKCK," jelas Ahmad.

Tak lama kemudian, Ahmad yang masih berada di ruang perekaman sidik jari mendengar suara ledakan dari luar ruangan. Ahmad dan warga lain langsung diminta keluar ruangan untuk menyelamatkan diri.

"Sekitar 10 menit setelah itu ada suara ledakan. Awalnya nggak sadar, kok ada guntur keras banget. Eh taunya ada ledakan," ungkapnya.(Suara.com)

from Berita Heboh https://ift.tt/2KlUfdZ
via IFTTT


loading...

Demikianlah Artikel Pengakuan Saksi Yang Ngantre Bersama Rabbial Muslim Saat Mengurus SKCK

Sekianlah artikel Pengakuan Saksi Yang Ngantre Bersama Rabbial Muslim Saat Mengurus SKCK kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Pengakuan Saksi Yang Ngantre Bersama Rabbial Muslim Saat Mengurus SKCK dengan alamat link https://ifknews.blogspot.com/2019/11/pengakuan-saksi-yang-ngantre-bersama.html

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Tidak ada komentar:

Posting Komentar