Program Tol Laut Hanya Dinikmati Para Pedagang

14.02
Program Tol Laut Hanya Dinikmati Para Pedagang - Hallo sahabat IFKNews, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Program Tol Laut Hanya Dinikmati Para Pedagang, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Program Tol Laut Hanya Dinikmati Para Pedagang
link : Program Tol Laut Hanya Dinikmati Para Pedagang

Baca juga


Program Tol Laut Hanya Dinikmati Para Pedagang

Liputan6.com, Jakarta - Sejak diluncurkan hingga saat ini, program tol laut ternyata belum bisa memberikan dampak signifikan pada penurunan harga barang. Program tol laut dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) empat tahun lalu.

Ekonom senior Faisal Basri mengatakan, biaya atau ongkos angkutan yang menjalankan program tol laut sudah dapat ditekan, karena diberikan subsidi.

"Kenapa? Memang ongkos turun karena angkutan disubsidi, angkutan tol (laut) ini, Rp 30 miliar per bulan," kata dia, dalam diskusi, di Jakarta, Sabtu (27/4/2019).

Namun, penurunan ongkos tersebut hanya dinikmati oleh para pedagang dan tidak berdampak pada penurunan harga. Dengan demikian disparitas harga antara satu wilayah dengan wilayah lain masih terjadi.

"Tapi penurunan ongkos tidak menurunkan harga barang. Karena penurunan ongkos dinikmati oleh pedagang karena pedagang terbatas," ujar dia.

Dia bahkan pernah berdiskusi dengan Menteri Perhubungan terkait masalah tersebut. "Disparitas harga masih sangat tinggi di antardaerah, antarpulau. Pemerintah mengatakan turun karena tol laut. Ya barangkali turun, tapi saya diundang Pak Budi Karya ke kantor, minta tolong, tolong dikaji kok tol laut tidak turunkan harga," tandasnya.

Penyebab Tingginya Biaya Angkut

Faisal juga menyinggung persoalan tingginya ongkos angkut kapal di Indonesia. Menurut dia salah satu penyebabnya adalah kondisi pelabuhan di Indonesia. "Salah satu yang menentukan ongkos angkut itu adalah kondisi pelabuhan," kata dia.

Sebagai contoh dia menjelaskan biaya angkut per kontainer di Indonesia untuk rute Jakarta-Medan mencapai sekitar USD 800-an. Ini lebih mahal dibandingkan biaya angkut dari Guangzhou-Medan.

"Guangzhou-Medan USD 600. Jadi lebih murah Guangzhou-Medan daripada Jakarta-Medan," ujarnya

Dia mengatakan hal tersebut dikarenakan sebagian besar pelabuhan di Indonesia dangkal dengan kedalaman rata-rata 6 meter. "Sebagian besar pelabuhan di Indonesia itu dangkal. Sekitar 6 meter saja. Tanjung Priok 14 meter, itu New Priok ya. Priok lama masih 9 meter," jelas dia.

Hal ini menyebabkan pelabuhan tersebut tidak dapat disandari oleh kapal-kapal besar. "Akibatnya tidak bisa dirapati oleh kapal besar. Akibatnya kapal angkut relatif kecil menyebabkan ongkosnya naik per kontainer," tandasnya.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2ZEyo7v
April 27, 2019 at 07:30PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2ZEyo7v
via IFTTT


loading...

Demikianlah Artikel Program Tol Laut Hanya Dinikmati Para Pedagang

Sekianlah artikel Program Tol Laut Hanya Dinikmati Para Pedagang kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Program Tol Laut Hanya Dinikmati Para Pedagang dengan alamat link https://ifknews.blogspot.com/2019/04/program-tol-laut-hanya-dinikmati-para.html

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Tidak ada komentar:

Posting Komentar